"Fadill.. tunggu doonggg" Teriak seorang bocah kecil yang sejak beberapa menit lalu mengejar pria
Gadis itu bernama Caramel, atau biasa dipanggil dengan sebutan Carra (Kara). Gadis dengan penampilan biasa, yang menyukai pria sekelasnya.
"Apasih? Ngejar-ngejar gue mulu!" Omel Pria yang sejak tadi dikejar oleh Cara
Pria itu bernama Fadil, Fadil Saputra. Seorang pria jangkung, dengan rambut sedikit berponi dan badan lumayan kurus.
Fadil adalah teman sekelas Carra. Pria yang selalu menjadi ketua kelas dikelasnya. Dan, Carra-lah wakilnya.
Fadil cukup pintar, meski Carra lebih pintar darinya. Itulah hal yang membuat Carra menyukai pria ini. Karena pria ini bisa mengimbangi kepintarannya.
"Hehe, gapapa" Kekeh Carra saat Fadil sudah berhenti berjalan
"Dil, mau ke mana?" Tanya Carra, sedikit malu-malu
Gadis itu selalu saja malu-malu saat berbicara dengan Fadil. Ia memang tak pernah mengungkapkan perasaannya, namun semua orang tahu akan perasaannya pada Fadil.
"Kantin" Jawab Fadil singkat
"Boleh bareng gak?" Tanya Carra, mulai melangkah mengikuti Fadil yang kembali berjalan
"Ngapain sih? Lu kan punya temen sendiri" Ucap Fadil ketus, ia sama sekali tak melirik Carra
"Temen gue masih pada ngerjain tugas" Jawab Carra
"Gue ikut yaa.." Pintanya lagi
"Terserah" Jawab Fadil singkat
_____
Fadil dan Caramel, berteman sejak mereka duduk dibangku kelas 2 SD. Memang sejak kelas 1, Caramel sekelas dengan Fadil. Namun ia belum menyadarinya.
Caramel baru sadar saat kelas 2, bahwa ia satu kelas dengan Fadil. Pria yang tiba-tiba saja berada di urutan ke 5 peringkat kelas.
Dimana saat itu, Caramel yang mendapat peringkat pertama berada satu ruangan dengan Fadil untuk lomba.
Dan sejak saat itu, Caramel mulai dekat dengan Fadil. Mengobrol, dan membincangkan urusan kelas yang selalu mereka urus selaku ketua dan wakil ketua kelas.
Saat ini, mereka baru menginjak kelas 2 SMA awal. Sikap Fadil pada Caramel, berubah-ubah. Terkadang pria itu sangat baik, namun terkadang ketus seperti tadi.
"Kenapa ya, Fadil ketus banget sama gue? Padahal gue kan sering bantuin dia, bantu tugas-tugas dia juga" Ucap Cara bertanya pada Gina, temannya
"Gimana ya ngomongnya? Mungkin karena dia risih" Jawab Gina jujur
"Ck, lo jahat banget. Gue kan gak ganggu dia" Decak Cara merungut sebal
"Hah? Gak ganggu, lo bilang?" Beo Zara, teman Caramel juga
"Jelas-jelas lo tuh ganggu anjir. Tiap hari selalu ada ngedeketin dia. Udah tau dia gak suka sama lo" Dumel Zara sedikit sewot
Bagaimana tidak? Zara dan Gina ini, sering kali menasehati Cara agar tidak lagi mengejar Fadil. Namun Cara tak pernah mendengarkannya.
Mereka satu sekolah, bahkan satu kelas sejak SD. Mereka tau, Cara sering kali membantu tugas Fadil, hingga Fadil tiba-tiba mendapat peringkat 2 setiap tahunnya.
Zara dan Gina merasa jika Fadil hanya memanfaatkan Cara. Karena pria itu akan baik hanya saat ia membutuhkan Caramel.
"Tapi gue yakin, dia bakal suka sama gue" Kata Caramel terdengar sangat yakin
"Dari dulu lo selalu bilang kaya gitu, tapi mana? Sampe sekarang dia gak ada tuh bales perasaan lo" Tutur Gina menohok
"Bentar lagi, pasti dia bales perasaan gue" Balas Caramel
