We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Bab.1 Kode,kopi dan konspirasi romantis

1K 12 0
                                        

Harry Elvano Raynard dan Aqeela Salmaa Arshene, pasangan kaya raya, partner hacker dan pengusaha, yang juga absurd tapi saling mencintai dalam logika mereka sendiri.

📍 Kehidupan dari Lantai 99

Apartemen mereka terletak di lantai 99 sebuah menara kaca di pusat kota. Dindingnya tembus pandang, otomatis berubah buram kalau sensor mendeteksi Aqeela belum cuci muka.

“Harry! Aku mimpi ketemu alien semalam!” teriak Aqeela sambil jalan pakai sandal bulu dan piyama kodok.

Harry yang sedang duduk menulis kode di layar hologram hanya menjawab, “Alien yang dari Mars atau yang dari iklan MLM?”

“Yang dari planet Bubbleton! Mereka ngasih aku stiker unicorn buat di jidat. Katanya itu simbol perdamaian.”

Harry mengetik sesuatu. Layar menampilkan notifikasi: “Aqeela’s Mood Mode: Fantasi Tingkat 7”.

📍
Selain jadi hacker yang membantu negara bayangan dan pengusaha pemilik jaringan kafe ternama, mereka juga punya toko rahasia bawah tanah.

Tapi bukan sembarang toko.

Namanya: “Toko Gagal Tapi Berhasil”.

Isinya?

Jam dinding yang bunyinya bukan “tik-tok” tapi “kamu kenapa belum move on?”

Kulkas mini yang tiap dibuka nyanyi “Cinta Kita Abadi” versi dangdut remix.

Dan buku catatan yang bisa membaca isi hati (terkadang berbohong demi menjaga perasaan).

Harry membuat sistem keamanannya super rumit.

“Kalau bukan retina kita berdua dan suara Aqeela ngucap ‘Selamat Datang di Kegagalan yang Berkelas’, pintunya gak akan kebuka.”

“Kenapa harus itu sih?” tanya Aqeela waktu itu.

“Karena... itu kamu banget.”

📍

Suatu hari, notifikasi masuk ke sistem pribadi mereka.

“Sinyal peretasan dari markas IMF (International Money Fraud) terdeteksi. Target: Sistem distribusi bantuan pangan. Status: AKSES ILEGAL.”


Aqeela berdiri dari lantai tempat dia sedang meditasi sambil menaruh batu es di dahi.

“Kita kejar mereka, sayang?”

Harry berdiri, menatap layar. “Siapkan teh mawar. Aku butuh fokus.”

Aqeela mengedip pelan. “Kamu tuh romantisnya gak konsisten.”

“Biar kamu gak pernah bisa nebak ending-nya.”

📍

Mereka menyusup ke gedung pusat data IMF menggunakan identitas palsu. Harry menyamar sebagai teknisi jaringan bernama "Bang Kurniawan", sementara Aqeela menyamar sebagai ilmuwan farmasi dengan nama "Dr. Asha Q".

Penyusupan lancar, sampai Aqeela lupa dia naruh boneka beruang yang bisa bicara di dalam tasnya.

Boneka itu aktif dan berkata, “Kamu mau tau rahasia cinta? Pegang pipi pasanganmu!”

Alarm langsung menyala.

Harry menatap Aqeela. “Itu... boneka dari kafe kita?”

“Ups. Aku pikir dia bisa bantu kita jaga perasaan, bukan justru manggil penjaga.”

📍

Mereka akhirnya berhasil mengunggah virus penetral sistem IMF—berupa kode yang ditulis Harry, namun disamarkan jadi lagu dangdut EDM berjudul “Jangan Bobol Hatiku Tanpa Izin”.

Sementara musuh mencoba melacak sumbernya, mereka sudah kabur naik motor listrik berdua—dengan Aqeela duduk menyamping sambil megang sandwich dan kamera polaroid.

Sampai rumah, Aqeela langsung berkata, “Gue mau masak ayam krispi pakai bumbu rahasia.”

“Apa bumbunya?”

“Keripik rasa rendang + air soda.”

Harry ingin protes. Tapi dia tahu... dalam keabsurdan itu, ada rasa yang gak bisa dijelaskan logika.

Seperti cintanya pada Aqeela.

📍

Suatu malam, listrik padam di seluruh kota.

Bukan karena bencana.

Tapi karena Harry menonaktifkan semua server kota untuk menyembunyikan satu pesan:

“Selamat ulang tahun, Aqeela. Seluruh kota gelap agar kamu jadi satu-satunya cahaya malam ini.”


Aqeela terdiam.

Lalu memeluk Harry tanpa kata.

“Ini... gila,” bisiknya. “Gila banget. Tapi juga... kamu.”

📍
Selama ini Aqeela menyembunyikan sesuatu dari Harry. Setiap malam, setelah tidur, ia masuk lab pribadi. Merancang sesuatu. Menulis. Menggambar. Bereksperimen.

Sampai suatu malam, dia menyeret Harry masuk ke ruangan gelap.

Lalu menyalakan layar besar.

Tertulis:

“Project A+H = HOME”


Ternyata… Aqeela sedang membangun sistem kota pintar yang bisa dikendalikan lewat emosi manusia, dan dia menamai kode utamanya dengan singkatan dari nama mereka: A+H.

“Kalau kamu marah, lampu kota jadi merah. Kalau kamu sedih, pohon kota nyala biru. Tapi kalau kamu bahagia... kota ini penuh cahaya hangat.”

Harry menatapnya. Lama.

“Aku gak pantas dapat kamu.”

“Gak usah pantas. Yang penting kamu tetap pulang.”

📍

Suatu malam, mereka duduk di atap gedung mereka.

Aqeela menyeduh teh rasa stroberi-pandan-misteri. Harry hanya minum kopi pahit.

“Menurutmu kita bakal kayak gini terus?” tanya Aqeela.

Harry menatap langit. “Aku gak tau. Tapi selama kamu di sisiku, aku gak butuh tau apa-apa lagi.”

Aqeela bersandar. “Kamu tahu? Hidup itu kayak minum boba. Kadang manis. Kadang nyangkut. Tapi tetap dicari.”

Harry mengangguk. “Dan kamu... adalah boba paling absurd yang aku temuin.”


End

Oneshort HarQeel (absurd)Stories to obsess over. Discover now