Preview 1

1.3K 154 14
                                        

Call Me Mpiw!
Hai semua apa kabar?
Ada yang nunggu cerita mpiw?
Aku bawa cerita baru, cerita ini sempet debut di short story by mpiw dengan judul 'Papa, Junior Need Mama' ada yang masih inget?

Oiyaa maaf ya aku baru muncul lagi, belakangan sibuk sama urusan di rl, plus di waktu bersamaan aku garap 4 book/4 cerita berbeda, salah satunya book ini. Sisanya yang satu gagal debut karena mpiw gak bisa lanjutin (gak dapet feel) dan 2 lagi masih dalam proses penulisan karena baru dapet 2-3 part aja, doain semoga bisa cepet selesai supaya kalian bisa cepet baca 2 cerita itu Wattpad yaaa (semoga aja gak ada halangan apa pun)

Segitu aja mungkin, selamat membaca!!






Jeon Araksa, pengusaha kaya-raya, pemilik Luxury Brand perhiasan ternama yang selalu jadi perbincangan hangat di kalangan pebisnis, media, bahkan khalayak ramai. Semua perbincangan tentangnya tak luput dari pencapaiannya, kekayaannya, kecerdasannya, kehebatannya serta tanggung jawabnya selaku orang tua tunggal bagi putra semata wayangnya.

Semua pujian mengalir untuk sosoknya. Tentang betapa hebatnya Sang Araksa yang mampu mengurus bisnis dibarengi mengurus putranya yang masih amat belia. Semua tentangnya yang ada di media dan menjadi konsumsi publik adalah image positif. Tanpa tau di balik semua itu ada Araksa yang hampir gila, yang kewarasannya diuji oleh si little Araksa alias Junior Araksa.

Bocah berusia lima tahun yang sebentar lagi lulus tadika itu adalah ujian yang terselip dibalik gelimang harta yang dimiliki oleh sang Araksa.

Bukan tak mencintai putranya dengan menganggap sang putra sebagai ujian hidupnya, tapi hal tersebut memang benar adanya, Junior Araksa adalah jelmaan iblis kecil yang dikirim untuk menguji hidupnya.

Tak percaya? Lihatlah apa yang sedang bocah itu lakukan sekarang.

"Ya tuhan...." Kalimat tersebut lolos dari mulut Araksa, jika boleh sebenarnya ia ingin mengumpat saja tapi tidak mungkin karena yang membuatnya jengkel saat ini adalah benihnya sendiri---Junior Araksa.

Junior, menengok ke arah Araksa, senyum polos pun lolos di kedua sudut bibir kecilnya.

"Apa yang lagi kamu lakuin Junior Araksa?" Tanya Araksa dengan suara tertahan.

"Eyyy papa nda liat? Junior sedang buat proyek beeeuuusaaar!" Kata bocah berusia 5 tahun itu. 

Proyek besar yang di maksud adalah--Junior tengah membuat rumah-rumahan yang ia buat dari jas-jas mahal milik Araksa yang dijadikannya sebagai tenda, tak lupa ada dua kursi yang biasanya terletak di luar kamarnya tiba-tiba sudah berada di dalam kamar pribadinya saja. Bagaimana bisa anak kecil itu menyeret kedua kursi tersebut ke dalam kamar? Kapan itu terjadi? Padahal ia hanya meninggalkan bocah itu kurang lebih 15 menit untuk mandi. Tapi proyek besar justru tengah dilakoni oleh bocah itu.

"Bereskan." Tegas Araksa.

"Tidak mau!" Bantahnya.

"Junior Araksa." Panggil Araksa dengan nada rendahnya.

Tapi tak membuat si kecil gentar, ia justru semakin menunjukkan keberaniannya dengan menatap Araksa dengan tatapan sinis nya.

"Bereskan saja oleh papa!" Setelahnya bocah itu malah melempar salah satu jas milik Araksa, kemudian berlari meninggalkan kamar tersebut.

Araksa menggeram, ingin marah tapi ini masih terlalu pagi untuknya jika harus membuang energi, apalagi ia akan menghadapi pekerjaannya di kantor yang membutuhkan banyak energi, jadi ia memilih untuk mengubur kemarahannya tersebut, kemudian ia memunguti satu persatu jas miliknya yang entah bagaimana cara bocah itu mendapatkannya.

Junior Need Mama!!! [LK]✓Stories to obsess over. Discover now