༄.° 19 𝗍ɦ 𝐂𝖾𐓣𝗍υ𝗋𝗒

506 48 3
                                        

One

ִֶָ 𓂃˖˳·˖ ִֶָ ⋆★⋆ ִֶָ˖·˳˖𓂃 ִֶָ

ִֶָ 𓂃˖˳·˖ ִֶָ ⋆★⋆ ִֶָ˖·˳˖𓂃 ִֶָ

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

ִֶָ 𓂃˖˳·˖ ִֶָ ⋆★⋆ ִֶָ˖·˳˖𓂃 ִֶָ


"Sinyal ajg!"

Nah loh, malah misuh.

Gadis itu masih berkutat dengan gawai nya sambil berjongkok disekitar gang di kawasan kumuh dengan masih memakai seragam putih abu SMA nya dan memakai jaket andalannya.

Mulut nya tak henti-hentinya menyumpah serapahi gawai nya yang susah sinyal. Emang di abad 19 ada sinyal ya, neng?

Neng nya lupa gais.

Wait...abad 19?? Ngapain lu di abad 19 Nem? ಥ⁠‿⁠ಥ

Ga ada yang tau gess, [Name] nya pun bingung. Eh Tuhan tau deng. Cuma [Name] ga dikasi tau sama Tuhan aja :).

"Njir, lupa gwe ditahun ini ga ada sinyal."

Boro-boro ada sinyal, teknologi aja blom ada blok.

Si gadis menghela napas, untung dia inget kalo dia lagi nyasar di abad 19, jadi hp nya ga jadi dibanting. Bisa repot pikir nya.

[Name] masih tetap pada posisinya. Bersembunyi. Lalu sekelompok orang berwajah Eropa berhenti disamping gang itu, membuat [Name] menahan napas nya sembari semakin meringkuk. Jantungnya memompa 3x lebih cepat dari biasanya dan napasnya yang terengah-engah berusaha dia tahan. Rasanya paru-parunya kek mau meledak.

"Where is that harlot?!"

(Mana jalang itu?!)

Kata salah satu pria pirang di kelompok itu. Wajah mereka tampak garang. Tubuh mereka tinggi dan besar. Kontras sekali dengan [Name] yang tingginya cuma 163 cm. Kesenjangan opo Ki? :). Back to the topick.

"Blast it, we've lost her!"

(Sial, kita kehilangannya!)

Umpat pria itu dengan wajah sangar, lalu melenggang pergi, meninggalkan gang bersama kelompoknya dan menghilang.

"Yoloo, hampir aja..."

[Name] menghela napas lega, akhirnya bisa bernapas :). Soalnya daritadi dia nahan napas gaiss.

Perlahan, [Name] mengintip dari balik gang. Alhamdulillah, aman. Pikir nya. Lalu kembali lagi di posisi sebelumnya, tapi lebih santai, gak setegang sebelumnya. Dengan wajah putus asa [Name] melihat sekeliling. Pikirnya, kok bisa dia ada disini? Jauh banget, abad 19. Mana di Inggres pulak. B Inggres nya aja masih minus, belum lagi mereka itu British. British broo!! You know la British itu kek gimana :")

Menghela napas lagi, akhirnya otaknya flashback kejadian yang bikin dia jadi dikejar-kejar om² sangar tadi dan jadi ngenes kek gini.

Jadi gini...

𝑻𝒉𝒆 𝑵𝒐𝒃𝒍𝒆𝒎𝒂𝒏 .𖥔 ݁ ˖Stories to obsess over. Discover now