BAB 1

26.9K 776 12
                                        

Halo sayang aku semua ini project baru author semoga kalian suka ya🥰..
Happy Reading sayang ku..

Yok follow Instagram dan tik tok authorIg:kanara

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


Yok follow Instagram dan tik tok author
Ig:kanara.shinta52
Tiktok real: guearraml21
Tiktok wattpad:kanara_shinta wattpad

Nanti author bakal spill eps nya dan adegan yang bakal terjadi di eps yang mendatang
..
..
Di sebuah kamar, seorang gadis baru saja menyelesaikan tugas sekolah yang diberikan oleh guru tercintanya. Tugas sekolah yang membuatnya harus memutar otak untuk mencari jawaban yang tepat.

"Untung cuma tiga aja. Kalau sepuluh, bisa botak gue lama-lama," ucap wanita yang bernama Emely.

"Huff... Tapi walupun tiga, kalau anaknya banyak sama aja bohong. Lagian, Pak Tono ngapain sih ngasih tugas yang buat muridnya pusing? Awas aja gue sumpahin, itu rambut enggak bakal tumbuh karena suka menyulitkan muridnya."

Dan setelah menyelesaikan pekerjaan rumahnya, Emely merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya. Ia meraih handphonenya yang berada di meja kecil sisi kasurnya.

"Hampir aja lupa, kalau hari ini kan lanjutan novel kesayangan gue update. Enggak sabar gue nungguin happy endingnya," ucap Emely sambil membuka aplikasi pembaca buku online dan mengetik nama novel yang terakhir kali ia baca.

Tak selang beberapa lama, suara benda jatuh terdengar. Emely menjatuhkan handphonenya ke lantai karena kesal, sebab ia tidak suka ending dari novel tersebut. Istri dari protagonis harus tewas karena antagonis pria yang tidak suka, akibat sang figuran yang menganggu kenyaman pemeran utama.

"Apa salahnya sih cerai sama suami yang selalu banding-bandingin kaya gitu? Malah itu sih antagonis cowoknya pakai acara ikutan nyalahin sih figuran. Padahal kan ia enggak salah, yang salah itu antagonis ceweknya."

"Mana ia pakai nama sama kaya gue lagi, behh kesel banget! Coba aja gue jadi figuran, udah gue ceraikan itu suami durhaka, dan hidup dengan penuh kebebasan. Bodo amat kalau tuh laki mau ngapain, yang penting dia enggak ganggu jalan hidup sih figuran. Dan lanjutin kuliah supaya jadi orang sukses," racau dia. Hingga tak terasa kantuk menguasainya dan Emely tertidur, tanpa menyadari bahwa handphonenya mengeluarkan sebuah cahaya yang sangat terang.

Saat ini Emely baru saja membuka matanya, menyesuaikan cahaya matahari yang masuk. Namun ia terkejut saat menyadari bahwa ia sudah tidak berada di dalam kamarnya, melainkan di sebuah gudang yang berdebu dengan memakai seragam sekolah.

"Akkk... Ini gue di mana? Kok kaya gudang gini?" ucap bingung Emely.

Ia mencoba mencari jalan keluar dari gudang itu dan berusaha berteriak minta tolong kepada seseorang. "Ini siapa sih yang bawa gue ke sini? Awas aja kalau ketemu, gue cincang tuh orang," ucap Emely.

Saat ia melihat sebuah kaca besar, Emely dibuat terkejut karena pantulan di kaca itu ada seorang gadis yang mengikuti semua geraknya.

"Njiir, itu siapa? Kok dia ngikutin gerakan gue sih? Apa jangan-jangan setan lagi? Huaa, Bunda, ada setan!" ucap racau Emely.

Ia menyadari bahwa bayangan itu selalu mengikutinya dan baru tersadar bahwa bayangan di cermin itu adalah dirinya sendiri. "Ini gue kok bisa?"

"Gila, cantik banget gue! Tapi enggak mungkin gue waktu tidur di operasi sampai jadi secantik ini. Bunda kan pelit, uang jajan gue aja sering dipotong," ucapnya.

Hingga suara pintu dibuka secara paksa. Seorang gadis dengan pria tampan di sisinya menatapnya dengan khawatir. Gadis itu menghampiri Emely yang syok karena kaget.

"Huaa, bestie lo enggak papa kan? Lo kok bisa terkunci di sini sih?" ucap gadis itu sambil panik melihat sahabatnya.

"Lo enggak papa kan, Fa? Ada yang sakit enggak?" ucap pria yang ada di sebelah gadis tadi.

Emely dibuat bingung dengan kedua orang yang ada di depannya ini. Siapa mereka? Dan mengapa mereka seolah-olah kenal dirinya, sedangkan ia tidak mengenal mereka berdua.

"Maaf, lo berdua ini siapa? Katanya lo berdua salah orang deh," ucap Emely sambil menggaruk kepalanya.

"Tapi makasih ya udah mau bukain pintunya," ucapnya lagi.

"Ar, lo denger kan apa yang gue dengar? Baru saja?" ucap gadis yang ada di depan Emely.

"Iya, dia enggak kenal kita," ucap pria itu.

"Huaa, bestie lo kenapa? Ini gue Dina, sahabat lo, dan dia Arya juga sahabat lo! Lo kenapa bisa gini sih?" ucap gadis bernama Dina itu sambil mengguncang bahu Emely.

"Akkk... Lo buat gue pusing!" ucap Emely yang tubuhnya diguncang.

"Sory, bestie," ucap Dina sambil melepaskan Emely.

Emely menarik nafas dalam. "Gini ya, gais? Gue beneran enggak kenal sama lo berdua! Dan sekarang kita dimana sih, kok gue bisa ada di sini?"

"Fa, lo beneran enggak ingat kita? Sekarang kita kerumah sakit aja, takut lo kenapa-kenapa karena sikap lo aneh," ucap pemuda yang bernama Arya itu dan menggendong tubuh Emely secara tiba-tiba.

"Ehh, lo mau bawa gue kemana woi?" ucap Emely yang memberontak di gendongan Arya.

Dina mengikuti mereka berdua dari belakang. "Udah, lo ikut aja. Kita harus ke rumah sakit, takut lo kenapa-kenapa, bestie."

Emely pasrah dan kalau ia mencoba menolak, maka kedua orang ini akan terus memaksanya untuk ikut. Hingga mereka tiba di sebuah rumah sakit yang ada di pertengahan kota.

Arya membawa gadis itu menuju ke ruangan sang kakak yang merupakan dokter di sana. Setelah itu, ia membaringkan tubuh Emely di ranjang dan segera meminta kepada Dina untuk memanggil kakaknya.

Hingga dokter tampan muncul di hadapan Emely. "Njir... Cakep banget! Kalau di tempat gue, ini dokter pasti jadi rebutan banyak cewek-cewek di sana."

Lamunan Emely terhenti saat pria itu memeriksa tubuhnya. Setelah itu, ia duduk di kursi dan berbicara pada kedua orang yang menemukannya di gudang tadi.

Pada saat itu juga, Dina memeluk tubuh Emely dengan kuat sambil menangis. "Huaaa, bestie, siapa yang buat lo kaya sekarang sampai-sampai lo amnesia kaya gini?"

"Haa, amnesia siapa?" tanya Emely semakin bingung.

"Lo lah. Kata Kak Vero, lo amnesia gara-gara kepala lo kena benturan keras," ucap Dina sambil melepaskan pelukannya.

"Wahh, ngacok tuh dokter ngatain gue amnesia! Orang gue inget semua kok," ucap Emely tidak terima.

"Masa? Coba sekarang lo sebutin siapa nama lo?" tanya Arya.

"Nama gue Emely Daskira Raisa. Gue anak dari Bunda Melati dan Ayah Huda. Gue sekolah di SMA 1 Negeri. Tuh kan, gue masih inget. Gue enggak amnesia abal-abal tuh dokter," balas Emely.

Suara tangis Dina semakin pecah. "Huaaa, beneran kata Kak Vero kalau lo amnesia, sampai-sampai lo pakai identitas orang lain!"

Arya dibuat geleng-geleng. "Gue ingetin nama lo Fania Emely Kanila. Nama daddy lo itu Erik dan nama mommy lo itu Kanila. Lo sekolah di SMA Tunas Bangsa, dan gue Arya Fagesta Pamestu sahabat lo dari SD, dan dia Dina Rartika sahabat lo dari TK. Dan ini abang gue Vero Fagesta Pamestu, calon suami lo," jelas Arya.

"Kalian makin ngaco nih!" Tiba-tiba Emely teringat akan nama salah satu orang yang disebutkan oleh Arya tadi.

"Tunggu, lo tadi bilang nama dia siapa?" ucap Emely yang menunjuk ke arah dokter tampan yang memandangnya dengan dingin.

"Dia abang gue Vero Fagesta Pamestu, calon suami lo, Nia," jawab Arya. Pada saat itu, Emely pingsan karena terkejut.
..
..
..

Halo semuanya sayang nya aku apa kabar kalian.

Ini project baru author yang bakal bertemakan pernikahan dini lagi ya gais.

Karena banyak di lingkungan author yang melakukan pernikahan dini jadi author terinspirasi dari sana.

Semoga kalian suka ya sama cerita baru author.

Jangan lupa Vote dan komen ya.

See you 💕

RUNTUHStories to obsess over. Discover now