Langit terus saja menurunkan hujan, padahal di sebuah Rumah Sakit elite ibukota sebuah keluarga telah bersenang hati. Keluarga Wilson, tengah berbahagia. Mereka sudah menginginkan hari ini tiba dari lama, kelahiran sang penerus.
Damian Kael Wilson, tersenyum tipis saat menatap bayi kecil di pangkuan sang istri, Revalia Wilson. Damian tidak terbiasa menunjukkan sikap hangatnya, namun entah mengapa hari ini hatinya menghangat, saat mendapati buah hatinya berjenis kelamin laki-laki. Sangat sesuai dengan ekspektasi.
Dunianya tidak akan sanggup jika dipikul oleh seorang pemimpin bergender perempuan. Ini bukan hanya pewaris tahta biasa, ini adalah dunia gelap yang harus ia turunkan dan tidak lenyap saat ia menua nanti.
"Syukurlah dia lahir dengan selamat, Reva. Dan sesuai apa yang aku mau. Kalau saja bayi kamu perempuan, mungkin kamu gak bakal pernah liat bentuknya lagi." Damian mengatakan tanpa menghilangkan senyum tipisnya.
Reva yang mendengar itu hanya menghela nafas. "Aku gak nyangka kamu ngomong gitu saat aku masih berdarah-darah, Damian."
Yang disindir hanya tertawa pelan lalu mengecup sudut bibir istrinya. "Aku bercanda, sayang." Ia mengambil alih bayi itu untuk ia gendong. Damian bukan orang suci, dia adalah penjahat yang sebenarnya.
Tangannya mungkin masih bau anyir darah sampai saat ini. Tapi Reva sudah biasa dengan hal itu. Yang wanita itu khawatirkan hanya anaknya. Ia yakin jika Damian tidak akan mampu untuk menyakiti Reva. tapi anak itu? Masih bayi saja ia dapat melihat beban berat di dirinya. Beban bahwa anak itu tidak bisa mengelak bahwa ia dilahirkan di keluarga yang salah.
Keluarga Wilson bukan hanya dikenal, tapi juga disegani, atau mungkin ditakuti? Yah, keluarga dengan pewaris turun temurunnya yang selalu sukses. Damian adalah generasi ketiga setelah mendiang ayahnya. Bagaimana ayah Damian bisa meninggal? Damian lah yang menusuk belati ke jantung ayahnya, dengan tangan sendiri.
Memang seperti itu, siapa yang terkuat itulah pemenangnya. Damian tidak takut dengan karma bahwa nanti dia juga akan dibunuh oleh anak keturunannya. Dia tidak gentar, malahan Damian akan berbangga hati jika anak turunnya berhasil mengalahkan seorang Damian.
Berarti didikannya berhasil.
Damian tidak takut mati, ia hanya takut nama Wilson dikalahkan hanya karena tidak memiliki pengganti ketua. Lagi pula siapa yang berani menyentuhnya?
"Reva, saat kamu sudah melahirkan bayi ini, berarti Kamu menyerahkannya padaku. Tolong untuk kedepannya jangan ikut campur."
Reva lagi lagi menghela napas. Ia yakin putranya akan menjadi orang hebat, tapi ia tidak rela jika ada darah yang keluar dari tubuh anak itu. "Aku tau Damian."
"Lagian ini demi kebaikannya juga. Aku tidak suka punya anak yang tidak berguna. Akan aku ukir dia melebihi berlian." Reva hanya mengangguk. "Tapi tolong jangan pisahkan aku dari putraku." Ia menatap memohon pada Damian. Ia sangat takut.
Damian mengangguk lalu membawa istrinya untuk ia peluk, dengan bayi itu yang masih dalam gendongannya. Ia juga tidak yakin dengan itu, Damian tidak bisa berjanji.
Keluarga Wilson memiliki dua bisnis yang berpusat pada satu perusahaan. Wilson Company. Bisnis pertama adalah yang selama ini menjadi topik semua orang. Bisnis bersih yang sangat sukses di bidang properti, menjadi salah satu perusahaan tersukses di Dunia, dan terus berkembang menjadi yang terbaik.
Namun itu hanya kedok belaka. Bukan bisnis itu yang membuat Wilson se jaya sekarang. Bisnis gelap, dunia balik layar yang tentu saja lebih menguntungkan. Siapa yang tidak gentar mendengar marga Wilson? Raja gelap dengan backingan di mana-mana. Musuh? Tentu banyak. Tapi tidak ada satupun yang berani menyentuhnya secara terang-terangan.
Sebut saja jika perusahaan bersihnya masih bisa dikalahkan oleh beberapa perusahaan bersih lainnya, namun jika berurusan dengan dunia gelap, Wilson lah rajanya. Fakta ini bukan rahasia yang semua orang hanya tau Wilson dari bersihnya saja. Ini sudah jadi rahasia umum. Jika orang yang sudah nyemplung di dunia gelap, maka langsung tau siapa Wilson.
***
Pesta perayaan lahirnya sang penerus digelar sangat meriah. Dihadiri hampir seluruh orang penting di dunia. Tujuan Damian mengadakan pesta ini untuk memberi tahu jika kelak yang berkuasa tidak lagi dirinya, namun Lucien Vass Wilson. Jika waktunya sudah tiba, dan Lucien Vass sudah siap.
"Senang sekali mendengar kamu akhirnya mempunyai keturunan, Reva. Aku terus mengucapkan doa saat mengetahui kamu akan melahirkan," ucap Viaretta. Istri dari tuan Valentino, rekan bisnis terbaik Wilson.
Reva hanya tersenyum singkat lalu menggenggam tangan Viaretta. "Terimakasih sudah mengkhawatirkan aku Via. Aku harap kamu cepat menyusul melahirkan bayimu." Tangan Reva beralih mengelus perut buncit Via.
"Aku tau kamu takut. Aku sama takutnya dengan kamu saat melahirkan anak pertama, tapi seiring berjalannya waktu aku tau ayahnya melakukan yang terbaik." Via seakan tau jika kelak Lucien Vass menjadi penjahat seperti Damian.
"Aku tidak masalah dengan itu Via. Semua kuserahkan pada suamiku." Reva mengusap pelan punggung bayi dalam gendongannya. Ya ia rasa memang sepatutnya Damian mengenalkan dunianya pada Lucien. Ia tidak mau anaknya mati di tangan musuh.
***
"Aku memberi kamu waktu sepuluh tahun untuk membesarkan Lucien dengan cara kamu, Reva. Kamu bebas melakukan apapun pada penerusku."
Kini mereka berdua berada di dalam kamar pribadi mereka. Saling memeluk, dengan Reva yang semakin menenggelamkan wajahnya pada dada keras Damian. Sungguh ini sangat berat, apa setelah sepuluh tahun Reva sudah tidak bisa menolong Lucien Vass lagi?
"Aku tidak siap Damian. Biarkan aku mendidik putraku selamanya," gumam Reva.
Damian terkekeh pelan, seakan mengejek perkataan Reva. "Jangan berharap lebih sayang, tugasmu hanya memberi perhatian padaku, bukan pada Lucien Vass."
Dia akan menjadi seorang yang tidak kenal simpati, Reva. Bahkan kepadamu.
Damian sengaja hanya mengucapkan itu dalam hati, sedikit malas membuat istrinya terus merengek. Saat ini usia Lucien Vass memasuki tahun pertama. Dan Damian masih belum sepenuhnya mengambil alih anak itu. Ia menyerahkan semuanya pada Reva.
Ia ingin istrinya itu memuaskan dirinya sendiri untuk merawat Lucien Vass, lalu setelahnya ia yang akan mendidik anak itu. Masih bayi saja sudah jelas dari wajah Lucien Vass, anak itu mempunyai wajah hampir mirip dengan Damian. Mata tajam, bibir tebal, kulit seputih susu. Hanya senyumnya yang sedikit mirip dengan Reva, sisanya copy paste Damian.
"Jangan memanjakan anak laki-laki sayang, nanti tiba saatnya kamu memiliki anak perempuan yang bisa sepuasnya kamu manjakan sampai dewasa."
Reva menghela napas. "Anakmu masih umur satu tahun, dan kamu sudah membicarakan anak kedua? Damian, satu anak saja sudah membuat aku panik apalagi satu anak lagi."
Damian tertawa pelan "Bagaimana jika kita membuatnya sekarang?" Tanyanya menggoda dengan tangan mulai merayap pada titik sensitif sang istri.
Reva berusaha menyingkirkan tangan Damian. Lalu memekik. "Aku tidak mau! jangan menyentuhku mesum!"
YOU ARE READING
THE WILSON
Mystery / ThrillerDamian Kael Wilson, seorang penjahat dunia gelap yang berusaha menjadikan anaknya pewaris tahta Wilson. Lucien Vass Wilson, adalah anak yang tidak berharap dilahirkan di keluarga itu. Tiap hari disiksa dan dikekang hanya untuk kepuasan sang ayah men...
