Don't Say You Love Me

661 54 11
                                        

Coba baca sambil
dengerin lagu Seokjin..



°°°

Mobil itu melaju perlahan, tapi Seokjin tak pernah mampu melangkahkan kaki untuk sekedar mengejarnya. Ia bergetar. Seluruh tubuhnya bergetar hebat saat mengetahui 'pujaan hati' akan pergi untuk selamanya.













Flashback

"Janji?" Kelinci kecil itu mengarahkan jari kelingkingnya, berharap manusia yang kini ada dihadapannya bersedia untuk berjanji akan selalu bermain bersama.

Tanpa ragu, Seokjin mengikat janji itu.

Jungkook dan Seokjin terikat dalam sebuah ikatan yang bernama teman masa kecil. Janji untuk selalu bermain berdua dan janji untuk tak saling meninggalkan satu sama lain, adalah janji klasik yang diucapkan anak kecil pada usia yang seharusnya tak perlu mereka khawatirkan.

Namun satu kata yang ia buat itu, sepertinya menjadi Boomerang untuk diri sendiri di masa yang akan datang.

.

4 tahun kemudian

"Seokjin, kenapa main sama dia?"

"Dia?"

"Iya, teman sekelas kita. Tadi sewaktu istirahat, Kookie ingin makan bekal bersama, loh. Tapi Seokjin malah pergi sama Taehyung."

"Loh, aku kira kamu mau makan sendiri. Aku lihat kamu keluar kelas buru-buru. Jadi waktu Taehyung ajak aku ke kantin, ya aku mau, Kook."

Jungkook menghembuskan nafasnya lemah. Setelah mengetahui bahwa sebenarnya Seokjin tak salah karena meninggalkannya, ia jadi menyesal.

Menghabiskan jam istirahat bersama dengan Seokjin, adalah satu hal yang membuat Jungkook kecil bersemangat. Lalu saat ia tau Seokjin tak ada di dalam kelas setelah ia mengambil bekal makan siangnya dalam loker, Jungkook jadi tak semangat menikmati santapannya. Ia sempat menunggu sahabatnya hingga lima menit terkahir, sebelum waktu pelajaran kembali di mulai. Namun Seokjin tiba-tiba saja datang dengan wajah sumringah, sembari mengobrol dengan teman sekelasnya yang lain.

Saat itu hati Jungkook sangat sakit, melihat kedekatan mereka berdua. Jungkook tau, Seokjin sangat disukai banyak orang. Anak laki-laki itu tak mudah bergaul, namun sendirinya bagaikan medan magnet yang siap menarik siapa pun yang ingin menjalin hubungan baik dengannya.

Di waktu yang bersamaan pula Jungkook menaruh kotak bekal makan siangnya dengan panik, saat tak sengaja bertatap pandang dengan Seokjin. Tersenyum manis, ia melihat Seokjinnya berlari ke arah bangku mereka dan meninggalkan Taehyung yang masih asyik dengan kalimat-kalimat yang keluar dari mulut kotak itu.

Namun hati kecil Jungkook tetap cemburu. Ia menyembunyikan kekesalannya, hingga sore menjelang dan Seokjin berkunjung ke kediaman keluarga Jeon.

"Seokjin jahat..." Si cantik meredam suara dengan bantal tidur yang ada di pelukannya. Ingin mengatakan satu kata dengan lantang, namun ia tak sanggup.

"Aku minta maaf, ya. Besok kalau kamu mau ambil bekal, kamu bicara dulu sama aku, Kook. Biar aku tunggu."

"Padahal Kookie sudah buatkan bekal yang lucu buat Seokjin." Jungkook terus bergumam. Berharap sang sahabat tak mendengar kalimat-kalimat kekesalannya. Tapi Jungkook terlalu naif. Seokjin tak perlu mendengar itu semua untuk tau bahwa ternyata ia sudah menyiapkan bekal makan siang untuk Seokjin.

ONESHOT JINKOOKTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang