(cciiittt) suara decitan rem yang diinjak kuat dari supir taksi. Samuel yang bergegas keluar dari taksi tak sengaja menjatuhkan topinya.
samuel : "sial, topiku kotor, (samuel mengusap debu yang menempel pada topinya, lalu melihat jam tanganya) duhh.. kurang 5 menit lagi penerbanganku berangkat" kemudian samuel berlari menuju pintu bandara.
Supir taksi : "(teriakan supir taksi) heyy pak, anakmu tertinggal di mobil".
Samuel dengan kagetnya berbalik arah dari depan pintu bandara.
samuel: "maaf nak, ayah tak bermaksud meninggalkanmu" sambil menggendong anaknya, dan bergegas ke arah pintu bandara.
supir taksi : "(berteriak) jangan lupakan anakmu lagi pak, ingat itu".
samuel : "okee pakk, terimakasihh" berteriak tanpa berpaling ke taksi.
sherly, anak umur 10 tahun yang terdiam heran kenapa ayahnya bisa lupa akan dirinya.
sesampainya di pesawat, merekapun menghela nafas.
Samuel : "hufff... syukurlah kita masih sempat menaiki pesawat ini nak" sambil duduk memasang sabuk pengaman
Sherly : "iya yah"
samuel : " sekarang kita harus berdoa dulu agar selamat sampai tujuan "
sherly : "baik yah" (sherly dan ayahnya kemudian berdoa agar diberi keselamatan)
selesainya berdoa, mereka sadar bahwa belum sempat sarapan sebelum berangkat ke bandara,
sehingga samuel dan sherly terpaksa hanya dapat meminta snack pada pramugari untuk mengganjal perutnya.
Sembari menunggu pramugari membawakan snack untuk mereka berdua, mata sherly terfokus pada brosur yang terselip pada kursi didepannya.
sherly : "ini brosur apa yah" sherly yang penasaran mengambil brosur yang terselip di kursi depannya.
Samuel : "kamu baca saja sendiri, bukankah kamu pintar dalam hal membaca?"
sherly : " (sherly membaca dengan perlahan karena baru pertama kali membaca kata tersebut) aa suransi? ayah, apa itu asuransi?" selembar brosur yang dibaca berisi iklan asuransi.
samuel : "oh asuransi, asuransi gampangnya adalah ayah membayar iuran kepada perusahaan asuransi, sehingga mendapatkan tanggungan ketika mengalami kerugian, kerusakan, dan bahkan kematian, sesuai dengan perjanjian asuransi ayah"
Sherly : "emmm, apa ayah punya asuransi?"
Samuel : "tentu ayah punya nak"
Sherly : "emmm"
sherly terdiam sejenak.
sherly yang sedang dalam perjalanan menaiki pesawat dengan polosnya mengeluarkan apa yang diimajinasikannya.
sherly : "jadi... semisal pesawat ini terjatuh ayah dapat asuransi dari perusahaan?"
samuel : "ehhkk, (ayahnya yang sedang makan pun tersedak dengan pertanyaan anaknya) b bi bisa dibilang begitu nak" samuel agak kaget dengan apa yang dikatakan anaknya.
sherly kembali terdiam dan berkata
sherly : "emmm, kenapa ayah harus mempunyai asuransi?, bukankah sebelum pesawat ini terbang kita sudah berdoa? bukankah tuhan pasti menolong kita jika pesawat ini mengalami masalah? dan kalau pesawat ini mendarat dengan aman.... untuk apa asuransi yang ayah punya?"
sherly merasa kebingungan tentang apa yang ia pikirkan sendiri
samuel : "..."
ayahnyapun terdiam dan sedikit tidak percaya apa yang telah diucapkan oleh anaknya, samuel sedikit kebingungan ketika ingin menjawab pertannyaan anaknya, tetapi disisi lain ayahnya pun memikirkan apa yang dikatakan anaknya karena dirasa masuk akal.
sherly : "kenapa ayah diam saja?" sambil menatap wajah ayahnya.
ternyata samuel menyadari bahwa ia meragukan apa yang ia percayai selama ini. karena ketika ia sudah berdoa kepada tuhan untuk keselamatan dirinya, mengapa ia juga harus mempunyai asuransi.
YOU ARE READING
Kepercayaan Yang Tidak Dipercaya
Short Storyseorang anak kecil perempuan (Sherly Debara) yang banyak tanya dan punya rasa penasaran yang tak terbendung. Suatu saat ayahnya (samuel Nemuri) ditodong dengan pertanyaan yang dapat membungkam mulut ayahnya hingga tak dapat menjawab sepatah kata pun.
