Susana kota yang ramai, banyak orang yang berlalu lalang di jalan yang sama, meskipun dengan tujuan yang berbeda.
Kayla adalah seorang mahasiswa yang ramah nan cantik sedang berjalan-jalan melihat kota itu.
Brukk...!
" Aw, sakit banget" Kayla menabrak seseorang sampai ia terduduk di jalan
"Maaf tadi aku ga liat jalan" ucap seorang laki-laki yang di tabrak Kayla, sambil membereskan buku yang Kayla penggang
"Eh, gapapa mas, ini biar Kayla aja yang beresin" ucap Kayla sambil membantu laki- laki itu
"Maafin aku ya" ucap laki laki itu
"Eh, harusnya aku yang minta maaf mas, aku tadi yang ga liat jalan" ucap Kayla yang sudah kembali memegang buku nya kembali
"Hmmm, kalo boleh tau mbak pendatang baru ya?"
"Iya mas oh, kenalin aku Kayla" sambil menjulurkan tangan
"Oh, aku Ryan mbak" menerima jabatan tangan Kayla
* Emangnya aku keliatan tua ya, sampai aku dipanggil mbak , batin Kayla
Ryan melihat buku yang Kayla penggang, yang ternyata mahasiswa baru
"Oh, k-kamu masih mahasiswa ya, pasti kamu bingung ya aku panggil kamu mbak" ucap Ryan gugup
"Iya aku mahasiswa baru, aku juga mikir gitu tau apa aku keliatan tua ya, sampai aku di panggil mbak"
"Enggak kamu ga keliatan tua, aku kan refleks langsung manggil mbak" ucap Ryan sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal
"Jadi aku harus manggil kamu siapa, mas ryan aja mau gak, kayaknya kamu lebih tua daripada aku" ucap Kayla
"Hehehehe, boleh Tuh nama yang bagus, umur ku baru 19 tahun, aku kayak nya manggil kamu Kayla aja deh"
" Oh, udah 19 tahun, aku baru 17 tahun" ucap Kayla sedikit kaget
"Ga perlu kaget gitu, aku itu emang keliatan nya kaya umur 15 tahun kan" tanya Ryan PD
" Tadi aku kira kamu lebih muda loh daripada aku"
"Eh gaenak tau ngobrol di pinggir jalan, mau ke cafe gak?" Tawar Ryan
"Eh gausah mas ryan aku mau kerumah orangtua aku, sebenernya aku udah di tunggu ini, maaf ya mas ryan, lain kali aja yah" tolak Kayla dengan sopan
"Okelah kalo begitu, boleh minta no handphone kamu?" Ucap Ryan
"Boleh mas"
Setelah bertukar nomor, akhirnya kayla melanjutkan perjalanan nya menuju rumah orangtuanya, Kayla masih tak habis pikir pertemuan macam apa itu.
Sesampai nya Kayla di rumah orangtuanya....
Tok, tok, tok..!
"Assalamualaikum, ibu ini Kayla Bu, pak." Ucap Kayla
"Waalaikumsalam, anak ibu ya Allah, kamu sehat kan nak, ibu kangen sama kamu nak gimana, kuliah mu nak?" Tanya ibu sambil memeluk sang anak
" Kayla juga kangen i-ibu hiks... Kayla hiks.. s-sehat b-buu" tangis Kayla sambil memeluk sang ibu
" Ayo masuk nak sini" ucap ibu sambil menuntun anak nya ke ruang tamu.
"Owalah ini anak bapak toh, udah gede ternyata"
"Bapak hiks ... Bapakk"
Kayla berlari ke arah sang ayah dan memeluknya
"Loh, udah gede masih nangis aja anak bapak ini"
"Kayla kan kangen bapak"
"Beres beres dulu yuk nak, habis itu kita makan, kamu pasti laper kan?" Ucap ibu
"Iya b-buu hiks.., iih ini ga bisa berhenti nangis iih" rengek Kayla
"Tarik nafas, hembuskan, tapi jangan sampai kentut" candak bapak
"Bapak ihhh"
"Hahhhahah" tawa ibu dan bapak
YOU ARE READING
Hati yang terlarang
Teen FictionDi kota yang penuh warna dan suara, cinta Kayla dan Ryan menjadi kisah yang tak terduga. Mereka harus menghadapi perbedaan agama mereka dan menemukan cara untuk membuatnya bekerja Dalam keheningan masjid dan atau keramaian gereja, cinta bisa berbi...
