PROLOG

28 4 0
                                        

Bismillah, ini adalah cerita pertama aku. Dan semoga kalian suka yaa sama ceritamya..

Happy Reading

🐋🐋🐋

Jam 22.12

Di malam yang dingin ini
seorang gadis cantik pemilik mata coklat dan rambut yang di gerai sebatas punggung, baru saja pulang dari tempat nya bekerja. Kenalkan dia AUZEA NALINDRA PUTRI atau biasa di panggil ZEA, umurnya baru menginjak 16 tahun, dan sekarang dia kelas XI. Anak yang kini sibuk bekerja untuk menghidupi dirinya dikarenakan orang tua nya sudah meninggal dalam kecelakaan mobil.

Semenjak orang tua nya meninggal 1 tahun lalu Zea terpaksa harus tinggal sendiri dan tinggal di kos -kosan.

"Ko gak ada taxi sih" ucap seorang gadis, itu Zea. Zea berdiri di atas trotoar sambil menunggu taxi. Itupun kalau ada.

"Duhh, mana kosan masi jauh, kalau gue jalan, terus di begal gimana" ucap Zea yang mulai berpikiran aneh, pada dirinya sendiri

Tak lama kemudian saat Zea masi berdiri di trotoar, ada segerombolan orang berbadan besar dan kekar mendekati nya. "Hai manis" sapa salah satu orang tersebut, mereka adalah para preman.
"Apaan sih, sok asik banget" ucap Zea, setengah takut.

"Udah neng sini aja ayo" ucap preman lainnya sambil menarik tangan Zea. "Lepasin!! Kalian mau ngapain!!" Ucap Zea setengah berteriak. "Udah diam! Berisik tau gak. Ikut kita aja!!" Kata preman itu pada Zea, marah.

"Gak mauu! TOLONGGG!!!" Teriak Zea

kencang, tapi tetap tidak ada yang datang, karna jalan yang saat ini dia injaki memang jarang yang lewat saat malam hari.

🐋🐋🐋

Sementara di tempat lain, seorang laki-laki baru saja akan pergi dari club malam yang saat ini dia tempati.

"Woy, gue cabut dulu ya, takut Nyokap nyariin" ucap seorang cowok yang memiliki mata hitam, pemilik mata elang itu. Dia AXEL GARANDITA biasa di panggil AXEL atau El. Cowo yang cuek dan tidak suka di usik, tapi memiliki rasa kasihan, sedikit.

"Lah cepat amat lo pulang El, gak asik" ucap teman Axel- ADIT PRATAMA. "Benar tuh, lagian kan di rumah lo ada bokap lo yang jagain nyokap lo"  ucap teman Axel yang lain- Tio Prasetyo. Sementara dua teman lainnya hanya diam sambil menikmati nikotin. Mereka ANGGA FERNANDEZ dan ALVIN ALBARA.

"Masalahnya bokap gue lagi keluar kota ngurusin bisnis nya, jadi nyokap gue di rumah cuma sendiri" ucap Axel. "Udahlah, gue balik dulu" lanjut nya dan meninggalkan club malam tersebut.

Saat di perjalanan dia tidak sengaja menangkap segerombolan laki laki tengah mengerubungi seorang gadis. "Woii!! Lepasin dia!!" Teriak Axel.

Preman tersebut menoleh dan langsung tersenyum mengejek. "Widih, ada pahlawan nih bos" ucap preman pada bosnya.

"Woi, mau ngelawan kita lo bocah? Hahaha" ucapnya sambil tertawa mengejek. Axel yang mendengar itu tersenyum smirk. "Kenapa nggak?" Kata Axel, dan langsung melawan para preman tersebut.

BUGH,, BUGH,, BUGH,,

Suara pukulan bahkan tendangan terdengar nyaring di telinga gadis itu. Tak lama setelahnya, semua preman tadi sudah terkapar di atas aspal. "Pergi lo semua!" Ucap Axel sambil menendang preman terakhir yang baru saja dia kalahkan. Semua preman itu akhirnya pergi dari sana, dan meninggalkan mereka berdua.

Zea kagum pada laki-laki yang menolongnya tadi. "Eh, ka makasih ya" ucap Zea saat melihat cowo tersebut mendekati nya.

"Hm, lo gapapa?" Tanya Axel dingin. "I-iya ka gue gak papa" balas Zea sedikit takut, atau mungkin gugup karna di tanya dengan cowo tampan di Tambah suaranya yang  terdengar dingin.

"Makasih ya ka. Mungkin kalau gak ada kaka gue udah di apa apain sama preman tadi" kata Zea berterimakasih. "Lo Zea kan? Anak XI IPS 2, di SMA VELMONT ACADEMY?" Tanya Axel.

Zea kaget, tentu saja kaget, bagaimana laki laki di depannya ini tau kalau dia bersekolah di sana, dan kelas berapa. "Iya ka, ko kaka tau kalau gue sekolah di sana, sama tau gue kelas berapa?" Tanya Zea bingung.

"Panggil gue Axel atau El aja. Gue bukan kaka lo" ucap Axel, cuek.

"Iya Ka- eh maksudnya El" ucap Zea gugup. "Gue juga sekolah di sana, gue kelas XI IPS 1" kata Axel. "Ooo, iya El. Tapi ko aku jarang liat kamu di sekolah" tanya zea berani.

Axel hanya diam, dia baru saja memikirkan, Kenapa dia bisa banyak bicara dengan cewe ini, ah sudahlah lebih baik dia pergi saja.

"Gue cabut" ucap Axel, saat sudah mau melajukan motornya, dia melihat Zea belum bergerak sedikitpun pun. "Lo gak pulang?" Tanya Axel. "Ah iya, ini lagi tungguin taxi El" jawab Zea.

Axel memikirkan sesuatu, memang jam segini masi ada taxi? Pikirnya. "Lo tinggal di manan emang?" Tanya Axel. Zea gugup, apa orang ini akan mengantarnya? Ah sudahlah. "Gue tinggal di Jalan melati" jawab Zea.

Axel yang mendengar itu sangat penasaran. "Itu bukannya tempat kost-san?" Tanya Axel. Bagaimana pun dia tau Zea tapi dia tidak tau tempat tinggal gadis ini. Nanti saja memikirkan itu. Zea yang mendengar pertanyaan itu langsung menjawab "Ah iya, gue emang tinggal di kosan dari 1 tahun lalu" Jawab Zea. "Yaudah, sini gue anter. Jam segini udah gak ada taxi, lo mau ketemu preman kayak tadi?" Tanya axel pada Zea.

Zea bingung, tapi perkataan cowo ini benar. Tidak ada taxi jam segini, terpaksa dia terima, dari pada ketemu preman lagi yakan. "Gak ngerepotin kan?" Tanya Zea. "Nggak, udah sini naik, keburu makin malam" jawab Axel. Dan akhirnya Zea naik ke motor, dan motor pun melaju sedang.

Tidak membutuhkan waktu yang lama akhirnya sampai di kost-an tempat Zea tinggal. Saat di perjalanan tidak ada yang membuka topik, hanya saling diam.

"Makasih ya el, udah mau nganter" ucap Zea berterimakasih pada Axel. "Hmm" Dehem Axel, hanya itu yang cowo itu ucapkan sebelum pergi.

"Jadi namanya Axel ya?" Tanya nya pada diri sendiri.

Karna sudah sangat larut, sekarang pukul 23.25, Zea pun masuk dan membersihkan dirinya dan langsung tidur.


🐋🐋🐋

Alhamdulillah, 1 bab udah selesai nihh, walaupun masi prolog. Teman2 bantu doanya yaa, semoga kedepannya cerita ku bisa ramai, aamiin

Beri vote ⭐ dan komentar 💬

Wait for the next chapter🤗💐

AXEL GARANDITA Where stories live. Discover now