Aku terbangun. Rentangkan lenganku ke sisi lain. Kosong Aku membuka mataku. Dia tidak ada di sini. Di mana dia? Lalu, suara air terdengar dari kamar mandi. Dia sedang mandi, ya? Aku menyeringai. Melepas selimutku dan berjalan telanjang ke kamar mandi. Aku membuka pintu dan menggigit bibirku dengan ekspresi seperti itu di depan mataku. Pagi yang luar biasa. Itu dia. Lelaki yang lezat. Punggungnya selalu menjadi favoritku. Tidak, setiap bagian tubuhnya adalah favoritku.
Terutama rajanya,Pana,Seksi. Mulutnya menganga Proporsi tubuhnya adalah impian wanita mana pun,
Hanya aku yang bisa menyentuhnya,
Hanya aku yang bisa merasakannya Wajahnya,
Semoga Tuhan membuatnya sangat baik Lelakiku yang tampan.
Aku berjalan perlahan dan melingkarkan tanganku di pinggangnya Mencium punggungnya
"Selamat pagi, Sayang."
"Love.." Dia ingin berbalik tapi aku menghentikannya.
"Tidak, tetap seperti ini". Aku mencium bahunya sementara tanganku membelai perutnya dengan nakal. Astaga perutnya. Kekar. Aktivitasnya di gym benar-benar sepadan Menggodanya Merawat tubuh bagian depannya sampai aku mengulurkan tangan ke Rajanya.
Sialan! Rajanya bisa menghancurkanku. Bisa bertahan berjam-jam Aku benar-benar memastikan untuk menyentuh Rajanya setiap hari. Itu seperti obat bius bagiku Sangat adiktif. Terutama saat mulutku dengan sensual melilit Rajanya Saat lidahku menjilatinya dengan baik,Cinta,Nafsu, Semua tentang itu.
"Hmm, love...ahhhh ahhh ughhhh"
Erangannya yang serak. Suara favoritku. Aku bahkan menyimpan rekaman erangannya di ponselku. Wah, membuatku basah setiap saat. Lebih merindukannya. Saat dia bekerja di luar negeri, erangannya benar-benar menemaniku di malam hari.
Ahhh aku sangat mencintainya. Dia membuatku merasa berharga setiap hari. Pastikan aku bahagia bersamanya. Pastikan aku puas.
"Kau sangat keras, Sayang" bisikku padanya Tangan kananku membelai Rajanya perlahan sementara tangan kiriku tetap di perutnya. Kepalanya bersandar ke belakang. Dia sangat suka saat aku bermain dengan Rajanya.
"Sayang, jangan godain aku." Ahhhhhh ahhh sial!
Aku menggerakkan tanganku ke atas dan ke bawah. Rasanya sempurna. Tangan kiriku menggapai bolanya.
"Kau menginginkanku, Sayang?"
"Ahhh ughhhhh ya!"
"Ya apa, Sayang?" Aku mencengkeram Rajanya
"Sial! Teruskan. Buat aku orgasme, Sayang. Tanganmu sangat nikmat". Dia mengerang lagi. Dia tidak pernah berhenti mengerang.
Aku terus menggerakkan tanganku di sekitar Rajanya. Dia benar-benar memiliki Raja terbaik,Maskulin, Kuat.
Coba tebak ukurannya? Ukuran yang memuaskanku setiap malam. Napasnya semakin dalam. Erangannya semakin panas. Mulutnya terbuka terus menerus.
"Kau menyukainya, Sayang?"
"Ya! Ya Tuhan, rasanya sangat nikmat, Sayang"
Aku menjilati lehernya. Mencium punggungnya. Tanganku bergerak cepat. Kedua tangannya menempel di dinding.
"Love!"
"Belum, Sayang"
"Ya Tuhan.."
Aku menjaga momentum ku, aku sangat mengenal Rajanya. la mendengarkan aku dengan baik. Jika aku berkata tidak, ia akan menuruti ku.
"Tanganku sangat haluskan, Sayang?" Naik turun lebih cepat dan lebih cepat.
"Ya sayang. Ahhhhhh sial"
"Tahan lebih lama, Sayang"
"Ahhhhhh enak sekali. Astaga, Love you "
Ahhhhh uhhhhh sialan ahhhh
"Biarkan saja sekarang, Sayang" Dia melepaskannya.
"Ahhhhhhh kamu sangat baik, Sayang" Dia menoleh untuk menciumku. Tanpa menunggu dia mengatur napas, saya melanjutkan ke ronde ke-2. Riwayat ku? Aku bisa membuatnya ejakulasi 6 kali. Hanya dengan tangan.
"Aku ingin menidurimu sayang"
"Lalu, apa yang kamu tunggu?"
...melanjutkan...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.