Kembalinya Raquel

7 0 0
                                        

Langit kelabu menaungi Akademi Grand Valesque, sekolah elit yang tampak megah dari luar, namun menyimpan kegelapan yang tak terlihat. Dari gerbang depan, seorang gadis melangkah masuk dengan tenang. Suaranya tidak terdengar, tetapi kehadirannya cukup untuk menarik perhatian banyak orang.

Raquel Fanderluis.


Dengan seragam yang terpasang sempurna, rambut hitam panjang yang tergerai anggun, dan tatapan mata dingin yang tajam, dia berjalan melewati lorong dengan kepala tegak, seolah seluruh dunia tunduk padanya. Langkahnya begitu tenang, seakan-akan tidak ada satu pun yang bisa menyentuhnya.

Bisikan mulai menyebar di sekitar.

"Siapa dia?"


"Bukankah itu kakak Nichola? Kenapa dia ada di sini?"


"Serius? Dia lebih cantik dan mengintimidasi daripada yang kudengar."


Raquel tidak memedulikan tatapan mereka. Ia hanya menelusuri koridor dengan pandangan kosong, tapi pikirannya dipenuhi dengan ingatan menyakitkan tentang Nichola. Ini bukan pertama kalinya ia menginjakkan kaki di sekolah ini, tetapi dulu—sebelum Nichola meninggal—ia tidak pernah peduli. Kini, semuanya berubah.

Ia tahu segala sesuatu yang dialami adiknya. Tentang penderitaannya, penghinaan yang diterima, serta pengkhianatan yang membuat hatinya hancur. Raquel bukan sekadar ingin tahu. Ia sudah menyelidiki semuanya—termasuk orang-orang yang terlibat dalam penderitaan Nichola.

Dan di antara mereka, ada satu nama yang paling ia ingat.


Demian.


Di ujung koridor, Raquel melihatnya.

Seorang pemuda bertubuh tinggi, bersandar pada dinding dengan ekspresi kosong. Wajahnya dingin, tetapi matanya menyimpan sesuatu yang tidak bisa disembunyikan—kesedihan, penyesalan, dan rasa bersalah yang menghantuinya setiap saat.

Raquel tersenyum tipis.
Ia bisa membaca pikirannya.


"Nichola..."



Raquel mempercepat langkahnya. Setiap detik mendekati Demian, ia bisa merasakan pikirannya yang semakin kacau. Lelaki itu tidak menyadari kehadirannya sampai suara langkah sepatu Raquel berhenti tepat di depannya.

Demian mendongak, dan matanya bertemu dengan tatapan tajam Raquel.

Hening.




Untuk beberapa saat, tidak ada yang bergerak. Hanya tatapan mereka yang saling bertaut, seperti dua pejuang yang bersiap bertempur di medan perang.

Raquel menatapnya dengan ekspresi tanpa emosi, tetapi dalam hatinya, ia menikmati kekacauan yang terjadi dalam pikiran Demian. Lelaki itu tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya, seolah baru saja melihat hantu masa lalu yang tidak seharusnya muncul kembali.

"Apa aku mengganggu?" suara Raquel terdengar begitu dingin, tetapi ada nada ejekan halus di dalamnya.

Demian menelan ludah. "Kau..."

Raquel menyilangkan tangan. "Apa? Kau tidak mengenalku?"

Tatapan Demian menggelap. "Raquel..."

Senyuman kecil muncul di sudut bibir Raquel. "Ternyata kau masih mengingatku."

Demian tidak menjawab. Ia hanya menatap Raquel dalam diam, tetapi pikirannya berteriak terlalu keras untuk bisa diabaikan.

"Kenapa dia di sini? Apa yang dia tahu? Apa dia tahu tentang Nichola? Tuhan... aku tidak bisa menghadapinya."

Senyuman Raquel semakin melebar, tetapi kali ini ada sesuatu yang lebih gelap di baliknya.

FANDERLUIS Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang