Apakah kamu tahu arti dari kembaran?
Dua orang dengan satu jiwa, satu napas, takdir yang mengikat erat. Namun seiring waktu berjalan, ikatan takdir yang mengikat- mengekang mereka mengendur kabur menjuntai kesana kemari. Seakan-akan melepaskan mendorong mereka untuk berlari jauh menjauhi satu sama lain.
Duri dan Solar.
Itu nama kedua pemeran utama dalam cerita ini. Kakak beradik kembar dengan dua wajah dari cermin yang retak.
Kembaran yang seharusnya atau orang mewajarkan mereka memiliki segala sesuatu yang sama. Namun, seperti matahari dan bayangan mereka tidak pernah benar-benar berjalan beriringan.
Duri, bagaikan sinar pagi yang menyentuh lembut setiap sudut dunia. Senyum yang mengembang lebar memancarkan kehangatan yang bisa menenangkan hati bagi siapa yang melihatnya. Langkahnya ringan, tawanya mengalun seperti melodi pagi lembut yang menyapa. Matanya menyimpan bintang-bintang kecil yang tak pernah redup, seakan dunia adalah taman bermain yang tak ada habisnya untuk dijelajahi. Ia adalah seseorang yang memberi tanpa meminta, yang mencintai tanpa syarat, meski hatinya perlahan terkikis oleh waktu.
Solar adalah malam yang menolak fajar. Diam, tajam dan penuh dengan perhitungan. Ia lebih memilih berjalan dalam bayangan, jauh dari sorot cahaya yang menurutnya terlalu mencolok. Kepalanya dipenuhi angka-angka dan strategi, pikirannya bergerak seperti mesin yang tak mengenal jeda. Baginya, kelembutan adalah kelemahan, dan kasih sayang hanya ilusi yang diciptakan oleh mereka yang takut sendirian. Ia melihat dunia sebagai permainan catur, di mana setiap orang adalah bidak yang bisa ia gerakkan sesuka hati. Namun di balik itu semua, ia menyimpan sesuatu yang bahkan dirinya sendiri enggan untuk mengakui—sebuah kehampaan yang hanya bisa diisi oleh satu orang
Duri dan Solar. Nama mereka seakan terbalik dari sifat mereka. Duri seharusnya menusuk dan melukai, tetapi ia justru lembut, penuh tawa dan kehangatan. Sedangkan Solar, yang berarti matahari, seharusnya menyinari, tetapi ia malah memilih kegelapan, menatap dunia dengan dingin dan penuh perhitungan. Mereka seperti langit di waktu senja—berdampingan, tetapi selalu berubah warna dalam arah yang berbeda.
Mereka tumbuh bersama, namun berjalan di jalur yang berbeda. Duri mengulurkan tangan, Solar menarik diri. Duri tersenyum, Solar hanya menatapnya dengan dingin. Mereka seperti ombak dan pantai—selalu berdampingan, namun tak pernah benar-benar menyatu.
"Kita ini kembar. Mau tidak mau, perasaan kita akan selalu terhubung."
Kata-kata itu menggantung di udara seperti awan sebelum hujan. Solar tetap diam, menatap ke depan dengan pandangan yang sulit diartikan.
-
Haloo dengan kinarisk lagi disiniii, hehe twins ini menjadi book keduaku dari fanfiksi boboiboy. Berhubungan duri solar jadi elemental favku (anak) disini akan lebih mengulik lagi kearah mereka.
Semoga tidak begitu ooc dan reader suka dengan duri dan solar di book ini~
Enjoy!
أنت تقرأ
Twins
أدب الهواةSLOW UPDATE Apakah kamu tahu kembaran? Duri dan Solar kembaran seperti malam dan pagi, ying dan yang. Sesuatu yang bertolak belakang "Kita itu kembar, mana mungkin aku tak bisa memahamimu," "Dari awal kita lahir, kita sudah ditakdirkan terus bersama...
