Bab 1(Prolog)
Ayzel Alfixicho, seorang remaja berumur 17 tahun yang bercita-cita menjadi detektif terkenal seperti idolanya, Shinichi Kudo. Dia mengidolakan Shinichi Kudo sejak ia masih kelas 3 SD sampai sekarang. Sekarang, dia berada di rumahnya. Tepatnya diruang tamu.
"Hmm... Bosannn..."
Ayzel menguap, merasa mengantuk namun tak mau tidur. Dia menatap jendela ruang tamu, gorden berterbangan dengan lembut karena angin sepoi-sepoi yang memasuki ruang tamu. Ayzel menuju jendela, menatap langit biru muda yang berhiasi awan putih. Burung-burung berkicau, membuat suasana menjadi tenang.
Ayzel, remaja itu menatap langit biru dan menghela nafas. Dia sangat ingin menjadi detektif seperti idolanya dan menemukan kebenaran dibalik kematian ayahnya, Vincent Alfixicho.
Vincent meninggal saat Ayzel masih berumur 8 tahun, Ayzel tak terlalu ingat kejadian itu. yang dia ingat hanya seorang lelaki berpakaian serba hitam menarik pisau yang menusuk punggung ayahnya lalu pergi melarikan diri. Ayzel berbalik dan berjalan berputar.
"Aku ingin menjadi detektif seperti Shinichi dan menemukan kebenaran dibalik kematian ayah!"
Dia mengulangi kalimat itu berkali-kali sampai Ibunya, Shandha Alfixicho menghampirinya.
"Ayzel, dari pada kau terus mengkhayal lebih baik bantu bunda memberi makan kucingmu itu."
Ah, iya. Ayzel lupa bahwa dia memiliki kucing. Kucing belang tiga berwarna putih, jingga dan hitam, ia beri nama Milo. Beberapa hari ini dia tak membari makan Milo karena terlalu sibuk dengan tugas sekolahnya.
"Oh, iya! Milooo! Bertahanlah! Babu mu akan memberimu makanan enak!!"
Ayzel berlari menuju Milo yang berada dikamarnya. Shandha menepuk jidat.
"Babu apanya? Kucingnya aja yang disuruh-suruh mulu.."
Shandha kembali kedapur untuk mencuci piring.
Hari sudah sore, Ayzel sedang membaca komik Detektif Conan kesukaannya. Kali ini dia membaca komik Detektif Conan movie Private Eyes Requiem. Hmm... Sudah berapa jam dia membaca komik? Ermm 1 jam? Eh- 2 jam! Asal tugasnya sudah selesai, dia akan membaca komik sepuasnya, tak ingat waktu. Akhirnya setelah 12 komik dia selesaikan dia membuka ponselnya, mencari-cari komik yang belum dia beli.
"Detective Conan volume 100 udah.. Yang belum komik seri sebelah, Magic Kaito 1412... Mana yaaa.."
Ayzel mencari-cari komik yang dia mau lewat mba Google dan ketemu. Dia langsung membelinya di Shopee karena Ayzel malas jalan.
"Okehh tinggal tunggu."
Ayzel menaruh ponselnya, dan beranjak istirahat dikasurnya. Namun, sebuah notifikasi tentang sebuah kasus baru dari akun 'InfoMisteri' berbunyi. Ayzel dengan cepat (secepat Sonic) mengambil ponselnya kembali dan membaca dengan penasaran.
"Kasus.. Generasi Terakhir..?"
~Bersambung~
VOUS LISEZ
One Truth!
Mystère / ThrillerHai hai! Ini pertama kali Fuchella bikin cerita, jadi mungkin akan sedikit cringe. Mohon kasih vote setelah baca ya! ^^
