Prolog

7 3 0
                                        

Tujuh tahun. Bukan waktu yang sebentar untuk menunggu seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar memberi kepastian. Nayla tahu itu. Tapi perasaan tak semudah logika. Selama ini, ia menggenggam harapan yang pelan-pelan mengikis hatinya sendiri, sampai akhirnya lelah.

Lalu, Adrian datang. Lewat chat sederhana di media sosial, ia mengetuk kehidupan Nayla tanpa permisi. Awalnya, Nayla menganggapnya angin lalu—seperti yang lain, yang datang hanya untuk pergi. Tapi sebulan berlalu, chat itu tetap ada. Satu pertemuan terjadi, lalu yang kedua, hingga akhirnya Adrian mengajaknya melangkah lebih jauh.

Nayla menerima. Bukan karena hatinya sudah benar-benar terbuka, tapi karena ia ingin mencoba. Meski di sudut hatinya, bayangan Raka masih bertahan, menuntunnya pada satu pertanyaan yang tak mudah dijawab—bisakah seseorang benar-benar mencintai jika hatinya masih separuh di masa lalu?

Love Takes TimeWhere stories live. Discover now