Bab 1

5 1 0
                                        

Aku merasa seperti ada sesuatu yang memanggilku. Suara itu... suara apa? Apa yang mereka suarakan? Aku mulai membuka mata, merasakan kekosongan yang menyelimuti. Ketika pandanganku mulai jelas, aku melihat enam gadis lain di sekitarku. Mereka terbaring di atas salju yang menghampar luas.

Kami saling menukar pandangan dengan penuh kebingungan. Ada sesuatu yang mengikat kami dalam perasaan yang sama, meski tak ada yang bisa menjelaskan apa yang terjadi. Mungkin ini sebuah mimpi. Atau lebih..

"Kenapa kita di sini?" tanya salah satu dari mereka, suaranya serak, dengan gelisah dan ketakutan. Rambutnya yang terurai gelap tampak acak-acakan, wajahnya pucat dengan mata yang melebar, seolah mencoba memahami situasi yang tidak bisa ia terima.

Yang lainnya diam. Tak ada yang menjawab. Kami semua tampak kosong, terjebak dalam keheningan yang tak berujung. Hanya ada salju yang membungkus kami, dan angin dingin yang menderu perlahan, menyentuh wajah kami yang terasa seperti batu.

Sambil melihat tanganku yang begitu pucat, hampir tak ada warna di sana. Gaun hitam yang aku kenakan terasa berat. Aku memeriksa gaunku yang penuh dengan kain yang panjang, menyerupai gaun malam yang elegan, namun di tempat ini, rasanya sangat tidak cocok.

"Kita mati" suara lain muncul, kali ini lebih lirih. Pernyataan itu datang dari gadis yang berdiri di sebelahku. Kulitnya pucat, rambut pirangnya sedikit kusut, dan mata tak memancarkan apa pun.

Tak bisa menemukan pijakan di tempat yang tak bisa dijelaskan ini.

Sekujur tubuhku menang terasa lebih kaku. Meski begitu aku bisa merasakan kulitku dan hawa dingin disini,tentu aku masih hidup. Bukan begitu? mana mungkin aku sudah mati,iya kan?

Tapi semuanya terasa asing? Ada yang hilang.Entahlah,tak ada yang bisa menjelaskan. Yang ada hanya salju putih yang membungkus kami dan angin yang tak henti berdesir.

Kami bertukar pandang, saling menatap tanpa kata. Setiap helaan napas terdengar lebih berat, dan udara di sekitar kami terasa semakin sulit dihirup. Wajah kami semua tampak seperti bayangan, hampa.

Purity & LustWhere stories live. Discover now