We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

chapter 1

893 24 2
                                        

Hujan deras mengguyur kota. Di sebuah gedung tua, Ardi Danendra berdiri dengan tubuh penuh luka. Tangannya gemetar, mencengkeram pistol yang hampir kosong pelurunya. Di hadapannya, orang-orang yang ia percayai kini berbalik menjadi musuh.

"Ardi, kamu terlalu percaya diri. Dunia ini tidak butuh orang sepertimu lagi," ujar salah satu dari mereka sebelum menarik pelatuk.

Gelap, segalanya menjadi gelap. Sepertinya dia akan segera masuk ke neraka.

 Sepertinya dia akan segera masuk ke neraka

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

(Visual Ardi Dananendra)

***
Saat Ardi membuka mata, ia merasa tubuhnya ringan. Bukan bau darah atau suara tembakan yang ia dengar, melainkan ketukan dipintu dan suara seorang perempuan menyuruh nya bangun

"Kak alex, cepat bangun! Kakak akan terlambat!" terdengar suara seorang perempuan dari luar kamar.

Ardi menatap cermin. Sosok asing dengan wajah dingin dan mata tajam menatap balik kepadanya. Dalam beberapa detik, ingatan mengalir ke dalam benaknya—ini bukan lagi tubuhnya.

Setelah beberapa saat dia baru menyadari bahwasan nya dia mengalami transmigrasi ke tubuh bocah SMA yaitu Alexander Pramudirga siswa kelas 12 di Bintara Hight School, dan yang membangunkan nya tadi ialah adik perempuannya yaitu Gweenesya Putri Pramudirga siswa kelas 11 di sekolah yang sama dengannya.

Dari ingatan yang ia dapat, alexander asli tidak pernah perduli pada adik nya, dia selalu bersikap dingin dan tidak perduli pada sekitar nya termasuk adik perempuannya.

Bahkan saat adik nya mendapatkan fitnah di sekolah pun dia tidak ada niatan untuk sekedar melindungi adiknya.

Wah ardi dibuat kesel oleh sifat alex yang asli, walaupun dia anak tunggal, tetapi ia tau bagaimana menjadi kakak yg baik.

Padahal gween hanya memiliki dia sebagai keluarga yang gween punya, sebab kedua orang tua mereka yang sudah meninggal pada saat mereka duduk di bangku sd, orang tua mereka di bunuh oleh orang yang tidak alex ketahui.

Dari situ sikap dan sifat alex berubah, dia menjadi dingin tak tersentuh bahkan sampai mengabaikan adik nya, padahal adik nya juga memiliki duka yang sama dengannya

Ardi mengutuk sifat alex yang seperti itu, berhubung sekarang tubuh ini milik nya, dia akan hidup sesuka hati nya, dan bertekad akan menjadi kakak yang baik untuk gween dan akan selalu melindungi nya.

Jam sudah menunjukkan hampil jam 8 Ardi eh atau kita sebut saja alex segera bersiap karna ia pasti sudah terlambat ke sekolah.

Saat turun alex sudah tidak mendapati sang adik dirumah, ya iyalah gween sudah pergi pastinya ke sekolah

Ia bergegas menuju garasi dan menjalankan mobil nya meninggalkan perkarangan mansion menuju sekolah

***
Skippppp

Bel istirahat sudah berbunyi dan seluruh siswa bergegas menuju kantin untuk mengisi perut mereka, tak terkecuali alex, ia berjalan menuju kantin untuk mencari keberadaan adik nya

Hari pertama di sekolah sebagai "Alexander"  ardi berjalan dengan wajah datar nya. Mata-mata siswa menatapnya dengan rasa takut dan penasaran. Reputasi Alexander sebagai siswa dingin serta acuh pada sekitar rupanya sudah sangat dikenal. Namun, satu sosok menarik perhatiannya—Gweenesya, adik perempuannya.

Di sana, terlihat gween sedang makan bersama kedua temannya, eerrr ardi gatau siapa nama mereka, namun berdasarkan ingatan si pemilik tubuh aka alex mereka berdua lah yang selalu berada disisi gween dalam keadaan apa pun

Saat ardi akan mendatangi meja sang adik tiba tiba datang beberapa cowok dan 1 perempuan, eerr dalam keadaan yang menjijikan menurut ardi

Brakk
Rafa memukul meja tempat di mana gween dkk duduk, sehingga bubur yang lagi gween makan tumpah mengenai rok nya
"Gween udah berapa kali gue ingatin buat berhenti gangguin siska!" Ucap rafa dengan nada yang tinggi

Gween melihat kearah siska yang pakaian nya basah dan penuh tepung, iyuuhh menjijik kan pikirnya
"Rafa, aku gaada ngebuli dia, aku aja dari tadi di sini sama sakila dan serena" jelas gween, dia bener bener gaada gangguin sesil tapi kenapa sesil nuduh dia

"Alah gausah bohong deh lo, siska sendiri bilang kalau lo yang buli dia di toilet." Ucap steven salah satu temen rafa

"Eh jaga ucapan lo ya setan, jelas jelas gween sama gue sama serena di kantin dari tadi." Ucap sakila tidak terima gween di tuduh seperti ini

"Tau main nuduh aja, mana gaada bukti lagi," lanjut serena

Gween mendekat kearah rafa dan memegang lengan rafa
"Rafa percaya sama aku, aku gaada buli dia, dan elo siska berhenti nuduh gue yang engga engga, gue gaada buli lo!" Ucap gween sambil melihat kearah sesil

Siska yang mendapat perlakuan seperti itu dari gween langsung memasang wajah sedihnya
"Hiks hiks g-gween a-aaku salah apa sama kamu, kenapa kamu tega ngelakuin ini sama aku hiks hiks." Ucap nya sambil menangis

"Anjing ya lo, kapan sahabat gue buli lo ha, playing victim banget lo, segitu nya pengan dapat perhatian dari rafa dkk, kurbel lo ha?" Ucap sakila sambil menunjuk nunjuk siska, kesel dia ngeliat monyet satu ini

Rafa menghempaskan tangan gween,
"Cukup gween jangan sentuh sentuh gue. Gue peringatin sekali lagi jangan pernah lo ganggu sika. PAHAM HA!" ucap rafa sambil membentak gween

Gween yang di bentak rafa langsung membeku kaget, walau sudah sering mendengar bentakan rafa, tapi ntah mengapa hari ini begitu memyakitkan

Ardi yang melihat gween di bentak, tanpa pikir panjang langsung mendatangi gween dkk

Srett bughh
Ardi memukul wajah rafa, rafa yang mendapat pukulan tiba tiba tidak bisa manahan keseimbangan tubunya sehingga ia jatuh kelantai

Mereka yang ada di sana terkejut, bagaimana tidak alexander dengan wajah dingin dan datar nya tiba tiba sudah ada di sana dan memukul rafa
"Kak rafa"rafa" teriak siska dan teman teman rafa

"Siapa lo berani bentak adik gue!" Ucap nya dengan nada rendah dengan tatapam tajam nya

Semua yang ada di kantin ketakutan sekaligus heran, gimana ga heran seorang alexander yang terkenal tidak peduli pada apa pun, bahkan pada adik nya sendiri, hari ini menghajar orang yang berani menbentak gween

Rafa bangun di bantu temam temannya
"Shhhhh apa urusannya sama lo, gausah ikut campur, ini urusan gue sama gween!" ucap rafa membalas tatapan tajam alex

Alex yang mendengar itu semakin mengeraskan wajah nya
"Gue kakak nya, lo berurusan sama dia berarti berurusan juga sama gue" tekan ardi

Rafa yang mendengar itu tersenyum sini
"Ck bilang sama adek lo berhenti ngejer ngejer gue, dan berhenti gangguin siska!" Ucap nya

"Lo tolol ya, gue pikir lo itu pintar ternyata tak lebih dari seonggok tai, menuduh adek gue tanpa nyari tau kebenarannya dulu!" ucap ardi meremehkan rafa

Rafa yang mendengan ucapan ardi langsung terpancin emosi, ia ingin memukul ardi, namun baru selangkah ia maju, sesil menarik ujung seragam nya
"K-kkak rafa jangan berantem siska takut" cicit nya sambil melihat ke arah rafa

Rafa yang melihat siska ketakutan langsung mengurung kan niat nya, lalu rafa menggandeng tangan siska untuk membawanya pergi dari sini, tapi sebelum pergi ia sempat memperingati gween lagi.
"Gue ingetin sekali lagi berhenti gangguin siska bitch!" setelah mengatakan hal itu rafa dkk dan sesil pergi meninggal kan kantin.

Tebece

ResurgenceStories to obsess over. Discover now