Kota Surabaya terbaring sunyi dalam pelukan malam. Lampu-lampu kota berkelap-kelip seperti bintan-bintang kecil, memancarkan cahaya hangat yang menenangkan. Suara kendaraan yang jarang terdengar, membiarkan kesunyian malam mengisi setiap sudut kota.
Udara malam yang sejuk membawa kesegaran yang menenangkan. Gedung-gedung tinggi dan jalan-jalan sepi berdiri dengan anggun, seolah menjaga kota dari kegelisahan.
Ditengah ketenangan ini, kisah-kisah malam Surabaya menanti untuk diceritakan. Kisah cinta, perjuangan, bahkan kehilangan. Semua menunggu untuk terungkap.
*#*#*
Alviera Agraela, gadis berusia sembilan belas tahun dengan senyum manis yang memikat hati. Meskipun ia terlahir dari krluarga sederhana, kecantikan alaminya tak terbantahkan. Rambut pirangnya yang panjang sepinggang tergerai dengan anggun menemani mata yan berkilau seperti bintang malam. Gingsulnya yang tipis dan kumisnya yang halus menamah kesan lembut pada wajahnya. Kulitnya berwarna langsat yang nampak begitu halus dan sangat bersih.
Kemlekan Alviera tidak hanya terletak pada penampilannya, tetapi juga pada kepribadiannya yang kuat dan tabah. Ia memiliki semangat hidup yang tak terhenti, meskipun kehidupan seringkali mempertontonkan kesulitan.
*#*#*
Alviera memiliki beberapa kebiasaan yang tak bisa di hilangkan sejak ia duduk di bangku SMP. Ia memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan dengan rasa coklat setiap hari, terutama saat ia sedang stres atau bosan. Maka coklat menjadi teman setianya.
Music menjadi bagian penting dalam hidupnya, ia mendengarkan dari berbagai genre, dari pop hingga klasik, untuk sekedar menenangkan pikirannya.
Meskipun tak selalu benar, Alviera sering terjebak dalam percakapan gosip dengan teman-temannya, ia tak pernah tertinggal informasi mengenai apa yang terjadi sekitarnya.
Alviera juga tak bisa jauh dari make up. Ia memiliki koleksi kosmetik yang luas dan suka bereksperimen dengan gaya baru, tak jarang Alviera membawa make up miliknya ke kampus, bahkan rasanya setiap hari ia membawanya.
*#*#*
YOU ARE READING
alviera
Teen FictionDi sebuah kota kecil yang tenang, empat orang sahabat - Alviera, Zidan, dan dua teman lainnya - duduk bersama, fokus pada tugas kalkulus dan algoritma. Suasana ruangan penuh dengan semangat belajar dan persahabatan. Namun, ketika adzan Magrib terden...
