Luka-luka yang tercipta oleh kenangan pahit masih terasa sakit. Namun, aku menyadari bahwa aku harus menghadapi dan memeluknya. Aku yang memilih untuk memeluk luka ku sendiri.
Aku ingat saat-saat itu, ketika aku merasa seperti dunia telah runtuh. Aku merasa seperti tidak bisa bernapas, seperti tidak bisa melihat cahaya di ujung terowongan.
Tapi, aku tidak bisa terus-menerus hidup di masa lalu. Aku harus melangkah maju, meskipun itu berarti menghadapi rasa sakit yang masih ada.
Aku memilih untuk memeluk luka ku sendiri, bukan karena aku ingin terus-menerus merasakan sakit, tapi karena aku ingin menyembuhkan diri sendiri. Aku ingin mengubah luka-luka itu menjadi kekuatan, menjadi pelajaran yang bisa aku gunakan untuk membangun diri sendiri menjadi lebih kuat.
Aku tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyembuhkan luka-luka itu, tapi aku tahu bahwa aku harus terus melangkah maju. Aku harus terus memeluk luka ku sendiri, dan menyadari bahwa itu adalah bagian dari proses penyembuhan.
Aku mulai melangkah maju, satu langkah kecil demi satu langkah kecil. Aku mulai menghadapi luka-luka itu, satu per satu. Aku mulai memahami bahwa luka-luka itu tidak hanya milikku, tapi juga milik orang-orang yang pernah menyakitiku.
Aku mulai memahami bahwa luka-luka itu adalah bagian dari cerita hidupku, tapi tidak menentukan siapa aku sekarang. Aku mulai memahami bahwa aku memiliki kekuatan untuk memilih bagaimana aku ingin melanjutkan hidupku.
Aku mulai memeluk luka-luka itu dengan lebih erat, tidak karena aku ingin terus-menerus merasakan sakit, tapi karena aku ingin mengubahnya menjadi kekuatan. Aku ingin mengubah luka-luka itu menjadi pelajaran yang bisa aku gunakan untuk membangun diri sendiri menjadi lebih kuat.
Dan kemudian, aku menyadari bahwa aku tidak sendirian. Aku menyadari bahwa ada orang-orang yang peduli padaku, yang ingin membantuku melalui proses penyembuhan. Aku menyadari bahwa aku memiliki teman-teman yang bisa aku andalkan, yang bisa aku percayai.
Aku mulai membuka diri, mulai membagikan cerita hidupku dengan orang-orang yang aku percayai. Aku mulai meminta bantuan, mulai meminta dukungan. Dan kemudian, aku menyadari bahwa aku tidak perlu memeluk luka-luka itu sendirian lagi.
apakah aku bisa melangkah maju? dan meninggalkan luka ku yang begitu sulit untuk di lupakan?
DU LIEST GERADE
Labirin Luka ( On Going )
JugendliteraturTentang seorang perempuan penulis yang terjebak di masalalu karena kesulitan akan melupakan seseorang yang telah mewarnai hidupnya, seseorang yang pergi jauh, pundaknya saja sudah tidak bisa disandar, tangan nya tidak bisa lagi dia genggam. Lalu dat...
