Senin, 20 agustus 2017
Siang hari yang panas membuat semua yang ada di bumi ini sepertinnya ikut mengering,
terlihat ada sebuah perempuan berambut pendek mengenakan pakaian seragam lengkap
putih dan biru. Dia berdiri diantara pembatas antara parkiran motor dan jalan raya, namanya Clarisa Ayuningtyas.
Sebelum lanjut, mari kita cari tau latar belakang perempuan tersebut. Clarissa Ayuningtyas adalah pertama dan satu-satunya dari ibu dan bapak kandungnya, saat ia menginjakkan kaki di bangku SD
(Sekolah Dasar) orang tuannya bercerai, ayahnya menikah lagi dan mempunyai 2 anak,
ibunya menikah lagi dan mempunyai 3 anak,
Saat ini Clarisa tinggal beraama ayahnya lengkap dengan ibu tiri dan adik-adiknya.
Saat memasuki bangku SMP sayangnya ayahnya harus pindah bersama istri dan adiknya ke luar kota, kenapa tidak membawanya? terjadi sedikit masalah antara ayah dan anak ini yang mengharuskan Clarisa harus berusaha tinggal sendiri.
Clarisa anak yang baik, sabar, dan anggun. Dia tipe orang yang kalau ada masalah dia pendam sendirian. Tapi, kepribadian clarisa justru berubah saat bertemu dengan seseorang, siapa mereka? mari kita lanjut.
Clarisa yang sedang berdiri sendirian itu ternyata sedang menunggu hasil dari test masuk SMA apakah lolos atau tidak. Sudah 1 jam clarisa menunggu tidak kunjung keluar hasil tersebut, Clarisa yang sedari tadi berdiri pun mulai merasa lelah, dia pergi ke dalam sekolah tersebut untuk mencari kantin yang semoga saja dibuka.
Saat sedang berjalan entah datang darimana muncul seseorang bertubuh tinggi, putih, dan rambut yang rapih menjulurkan payung diatas kepala Clarisa, sambil tersenyum lebar sehingga terlihat gigi taringnya seolah mirip dengan gigi vampire.
"pake aja, cuaca lagi panas banget soalnya"
ujar lelaki tersebut. Clarisa hanya bisa terdiam sejenak sebelum membalas perkataan laki-laki tersebut. "gue liat tadi lo berdiri di depan lama bangett, gue tinggal sebentar beli minum pas balik lo ga ada..eh ternyata disini" lelaki itu melanjutkan omongannya.
"ehh makasih yaa, maaf ngerepotin" Clarisa mencoba menjawab walau agak canggung.
"hasilnya kenapa lama banget deh? gue cape banget disini seharian" lanjutnya lagi.
"i-iya..sama nih..gue udah lemes banget" clarisa berusaha untuk biasa saja tapi masih saja kaku.
"eh btw nama gue Satya, lo siapa??"tanya Satya.
"gue Clarisa."jawab Clarisa
"Muhammad Satya Athif?"tanya clarisa sehabis membaca nama yang tertulis di baju Satya.
"WAH BENERR!! lo baca disini ya?"menunjuk nama yang ada dibajunya itu.
"eh kita duduk disana yuk rimbun tuh kayanya, seru juga sambil ngobrol" ajak Satya.
Clarisa hanya bisa mengangguk, tidak ia sangka laki-laki itu sangat friendly baru kenal saja sudah seakrab ini hahaha
Sesampainnya mereka di tempat berbentuk jamur itu mereka langsung melepas penatnya sembari bercerita dan tertawa bersama, siapa sangka pertemuan singkat pada hari itu
bisa membuat mereka jadi sedekat itu layaknya teman yang sudah lama.
Tak lama setelah itu pengumuman hasil test pun telah dipasang di mading sekolah, murid-murid berlarian menuju mading untuk melihat nama mereka. "lo tunggu sini aja, gue yang lihatin. Siapa nama lengkap lo?"tanya satya yang berusaha melindungi Clarisa dari rombongan orang-orang yang saling dorong mendorong. "Clarisa Ayuningtyas, hati-hatii Sat!" jawab Clarisa dengan cepat.
Saat sedang menunggu, Clarisa melihat satu orang laki-laki tak begitu tinggi dengan puppy eyes keluar dari segerombolan orang-orang itu dengan wajah yang murung, karena kepo Clarisa pun menghampiri lelaki tsb.
"misi, kamu kenapa? ga lolos??"tanya Clarisa ke laki-laki itu. Laki-laki iyu hanya terdiam
tak merespon pertanyaan Clarisa, "kalo ga lolos kamu gaboleh sedih, masih banyak kok sekolah lain" Clarisa mengajaknya ngomong sekali lagi.
"saya tau banyak sekolah lain, tapi ini ga adil! hasil nilai saya bagus disana, kenapa tidak lolos???"lelaki itu menjawab dengan nada sedikit emosi. Di posisi itu Clarisa benar-benar bingung harus apa, tapi syukurlah sekali lagi Satya datang disaat yang tepat. "CLARISA!! LO LOLOS!!! GUE JUGA LOLOS!!!" teriak satya dengan gembira, lalu terhenti ketika melihat lelaki tadi.
"Dia siapa? kenapa sedih gitu?"tanya Satya heran. "Dia ga lolos, Sat. Padahal nilai dia bagus lohh" Clarisa memberi tau.
"Lo udah coba complain ke pihak sekolah?"tanya Satya kepada lelaki itu. Lelaki itu hanya menggelengkan kepala menandakan bahwa belum. "Kenapa belum?? harusnya lo tanyaa dong" tegas Satya heran. "Gue takut.."ucap lelaki itu pelan. "Mau kita temenin??Insyaallah bisa."Clarisa meyakinkan lelaki itu.
"udahh ah gausah banyak mikir yuk kita antar" Satya tidak mau menunggu lama langsung mendorong lelaki itu agar jalan.
Sesampainnya di depan ruang kepala sekolah
Satya memberanikan diri untuk membuka pembicaraan "Buk, maaf kalo saya menganggu..ini teman saya nilainya bagus semua kenapa bisa tidak lolos? bukannya ini tidak adil ya?" Tanya Satya. "Saya tidak bisa mengubah keputusan yang sudah dicetak, harap terima saja." ucap kepala sekolah cetus.
"Buk, saya mohon.. ini satu satunya sekolah yang bisa saya daftar, saya juga berbakat buk, saya bisa nyanyi, bisa ngedance, bahasa inggris saya lancar, saya juga pintat matematika" lelaki itu dengan cepat bicara agar sehingga membuat kepala sekolah seketika terdiam.
"coba tunjukan depan saya dance kamu, kebetulan saya pelatih dance di sekolah ini" kepala sekolah kelihatan memberi kesempatan.
Tanpa berfikir panjang lelaki itu menari dengan sangat berpower dan indah. Siapa sangka tariannya berhasil mengambil hati kepala sekolah itu "ternyata kamu hebat betulan ya, baikalh kamu saya terima dan akan mengikuti eskul tari saya, nanti saya bicarakan lagi sama kesiswaan" mendengar kepala sekolah yang langsung menerimanya dia langsung berterimakasih dan izin untuk pulang.
"Terimakasih banyak ya kalian berdua, berkat kalian gue bisa keterima" langkah kakinya terhenti disamping Clarisa.
"btw nama gue Azka, Adam Azka Zuhair." Azka memperkenalkan dirinya
"Gue Satya, and dia.." belum melanjutkan omongannya Azka dengan cepat memotong
"Clarisa kan? okaii gue udah tau" "tau darimana lo???"tanya Satya heran.
"ya kan tadi lo teriak-teriak gede banget depan dia Satya.." ucap Clarisa.
"oh iyaa ya?"Satya tertawa kecil.
"yaudahh guys, gue pulang duluan ya?? see u besok!!!" Azka pamit.
Clarisa dan Satya mengangguk sambil melihat Azka berjalan menuju mobil yang berada didepannya.
"gue juga kayanya mau pulang, Sat." Clarisa menoleh ke hadap Satya. "bareng gue aja gimana? gue anter? mumpung gue lagi pengen jalan-jalan nih" ajak Satya. Lagi-lagi Clarisa terdiam berfikir, "mana mungkin gue terima ajakan cowo yg baru dikenal?"Batin Clarisa tapi ia juga berfikir mana mungkin anak SMP macam-macam? toh Satya juga kelihatannya baik. Akhirnya Clarisa mengiyakan ajakan Satya dan mulai pulang bersama.
30 menit kemudian, setelah sampai dirumah Clarisa, "LOH INI RUMAH LO CLAR??" nampaknya Satya heran, kira-kira kenapa ya?
kita lanjut di next part yaa..
BERSAMBUNG.....
KAMU SEDANG MEMBACA
everyone has their time
Teen Fictionapa benar istilah "people come and go" itu benar adannya? apa iya setiap orang ada masanya? yuk baca cerita ini biar mengenal istilah "people come and go" itu nyata atau engga sih?!!!!
