Selamat membaca📖🔖
***
"El, maafin aku, tapi kita harus berpisah. Orang tua aku itu keras, kita ngak bisa bersama saat ini. Jika kita berjodoh Tuhan pasti akan mempersatukan kita. Sampai jumpa di sisi terbaik menurutNya. Sekali lagi aku minta maaf.
~Dania Fadhillah.
***
"Kamu duniaku, Dania. Terima kasih sudah menjadi orang yang paling penting dalam hidupku."
~Gafael Rasyid.
***
"Laki-laki tidak boleh menangis, El. Kamu harus kuat, tidak selamanya ayah dan ibu akan selalu disamping kamu."
~Kalingga Rasyid
***
"Dalam hidup tidak ada yang mulus, semuanya manusia pasti diuji oleh Allah. Jika hidup lancar-lancar saja, maka sungguh itu adalah azab berbalut nikmat. Azab yang paling pedih."
~Sang Mujahidah.
***
Laki-laki Tidak Boleh Menangis.
Angin malam berhembus masuk ke dalam ruangan gelap dari jendela yang sengaja dibuka. Cahaya rembulan tembus masuk menerpa wajah tampan pemuda itu. Ia duduk menghadap jendela sambil memeluk kakinya.
Dia diam membisu sejak beberapa menit yang lalu, menatap kearah yang tidak pasti. Kosong, tidak ada warna sama sekali.
Dia sendiri, tidak ada yang menemani, mendukung, membagi cerita, pelukan. Semuanya tidak ada, telah pergi meninggalkan; dia terperangkap dalam bayangan masa lalu nan dirajutnya begitu baiknya.
Terbayang jelas di pelupuk mata kenangan-kenangan bersama orang-orang terdekatnya. Itu masa-masa yang penuh dengan kehangatan dan kebahagiaan. Tapi itu dulu, berbeda dengan sekarang.
"Kamu tidak sendirian, masih ada yang peduli terhadapmu...Hanya pada Allah tempat kita bersandar dan memasrahkan diri padaNya.... Berwudhu dan temui lah DIA. Apakah kamu tidak rindu padaNya, sedangkan DIa merindukan suara rintih ngadu mu padaNya...."
Dia tersentak, perkata seseorang membuat lamunannya buyar. Dia sadar sesuatu, perkataan itu ada benarnya. Dia merasakan sesak di dadanya, perlahan air mata jatuh.
Dia bangkit, berjalan ke suatu ruangan yang ada di sisi lain ruangan sebelumnya. Sedetik kemudian, ia keluar wajah dan rambutnya basah oleh air. Sepertinya dia habis dari kamar mandi, berwudhu. Sejurus kemudian, dia telah menggelar sebuah sajadah dan melaksanakan salat sunnah dua raka'at.
Lihatlah kawan, betapa khusyu-nya ia mengerjakannya. Masalah apa yang sedang dialami nya sampai sebegitu rupa yang membuatnya lama dalam gerakan salatnya. Pun kelihatan sangat kalut.
Salam terakhir, dia mengangkat kedua tangannya. Dan di banjiri dengan air mata yang tertumpah-tumpah derasnya.
"Wahai Tuhanku, hamba yakin engkau mendengar suara ini. Rahasia apakah yang telah engkau siapkan untuk hamba sehingga engkau memberikan hamba cobaan ini. Yang terasa hamba tidak mampu untuk menghadapinya, wahai Tuhanku, betapa besarnya skenario yang engkau kehendaki atas diri hamba. Apapun itu? Wahai Tuhanku. Kuatkan pundak ini, jangan biarkan dia runtuh. Tegakkan lah penopang yang mulai rapuh ini, wahai Tuhanku. Tidak ada yang lebih besar daripada diri Engkau. Raga dan jiwa ini tidak sanggup menahan semuanya jika tidak ada engkau. Hamba hanya memohon kepadaMu, Tuhan yang maha Agung lagi maha penyayang. Aamiin, ya Allah."
Begitu pilu doa-nya ini, sampai terguncang hebat tubuhnya itu. Air mata terus membanjirkan wajahnya hingga membasahi sajadah.
"Siapakah perempuan itu? Kenapa dia selalu datang saat-saat diriku ada masalah. Dari mana dia berasal dan apa tujuan mendatangiku?"
Dia teringat dengan seseorang yang datang tiba-tiba padanya dan menyampaikan perkataan yang mampu membuat tersadar. Siapa sebenarnya sosok itu? Dari mana asalnya? Dan apa tujuannya mendatangi pemuda tersebut?
Semua jawaban akan terjawab. Pertanyaan demi pertanyaan berkecamuk dalam benaknya. Rasa penasaran dengan sosok asing itu yang begitu besar.
Jiwanya terasa damai. Dia hanyut dalam memuji-muji Tuhannya. Biarkan dia, jangan di ganggu. Ia sedang bermesraan dengan Tuhannya.[]
YOU ARE READING
Laki-laki Tidak Boleh Menangis
RomanceApakah selama ini laki-laki selalu diam dalam kondisi apapun, mereka tidak mengekspresikan apa yang mereka rasakan? Jawabannya; semua itu jarang akan terjadi, hampir semua laki-laki di dunia ini memilih untuk tetap terlihat baik-baik saja dihadapan...
