Wonwoo membuka matanya perlahan dan orang yang pertama ia lihat adalah Mingyu yang masih terlelap tepat di sampingnya. Wajah mereka nyaris bersentuhan, bahkan ia bisa merasakan deru napas Mingyu. Ia merapatkan tubuhnya pada pemuda yang lebih muda satu tahun dengannya membuat Mingyu tanpa sadar mengeratkan pelukannya.
Dengan lembut Wonwoo mencuri ciuman paginya pada Mingyu. Hanya kecupan singkat pada bibir pink partner-nya yang masih terlelap dengan pulasnya, tak terganggu oleh aksi Wonwoo yang kini menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah tampannya.
Ada sekitar setengah jam Wonwoo berada di pelukan Mingyu yang tak memiliki jarak sedikitpun, akhirnya ia ikut terlelap juga lantaran masih mengantuk. Jadwal latihan mereka memang sangat padat sebab comeback tinggal satu bulan lagi. Persiapan harus benar-benar matang karena tidak ingin mengecewakan para penggemer grup mereka.
NINETEEN. Sudah sembilan tahun grup mereka debut, itu artinya Mingyu dan Wonwoo sudah tinggal bersama selama sembilan tahun lebih. Jika dihitung sejak debut sudah 14 tahun mereka tinggal bersama. Suka duka sudah mereka lewati bersama, bahkan 'hubungan spesial' mereka sebagai partner sudah berjalan sepuluh tahun. Tentu saja mereka menyembunyikannya dari para penggemar setia mereka.
Beranggotakan sembilan orang di mana anggotanya bernama Seungchol, Jeonghan, Joshua, Woozi, DK, The8, Seungkwan, dan tentu saja Mingyu dan Wonwoo. Nama penggemar mereka diberi nama Thousand.
Saat Mingyu terbangun dari tidur lelapnya hal pertama yang ia lihat adalah pemandangan yang sangat indah. Mengecup seluruh wajah objek yang sangat indah itu hingga membuatnya terbangun.
"Geli, Min," ujar sosok yang sangat indah itu sambil tertawa kecil memcoba menjauh dari Mingyu, tapi sia-sia sebab Mingyu mengunci badannya hingga membuatnya tak bisa bergerak.
Setelah puas dengan aksinya tersebut, Mingyu tersenyum lebar memperlihatkan gigi taringnya yang menjadi kesukaan Wonwoo. Wonwoo merupakan penggemar nomor satu gigi taring Mingyu, walau terkadang menyakitinya saat mereka berciuman.
"Tidurmu nyenyak, Sayang?" tanya Mingyu sambil mengelus pipi tembam Wonwoo.
Wonwoo mengangguk menjawab pertanyaan Mingyu sambil tersenyum lebar. "Nyenyak sekali karna semalam kamu pijitin aku. Makasih, ya, Min." Ia mengecup bibir Mingyu sebagai hadiah untuk prianya tersebut karena sudah memijitnya yang terlalu lelah setelah latihan menuju comebavk mereka. Padahal Mingyu juga sama lelahnya, tapi pria bergigi taring tersebut justru memijitnya untuk menghilangkan rasa lelahnya.
"Apapun untukmu, Sayang."
•~~•
"Karna hari ini kita libur, aku mau main game sepuasnya." Mata Wonwoo berbinar membaca pesan yang dikirim manager mereka yang mengatakan bahwa hari ini mereka diberi libur sehari, setelah melalui hari-hari yang melelahkan.
"Mending kita istirahat, daripada kamu main game seharian," ujar Mingyu yang tengah menyantap es krimnya.
"Tapi aku sudah lama nggak main game, Min," rengek Wonwoo sambil menempel pada Mingyu sambil memelas.
Mingyu hanya bisa menghela napas pasrah melihat kelakuan Wonwoo yang tidak bisa ia tolak jika sudah merengek sambil memelas padanya. "Ya sudah, tapi main gamenya nggak harus seharian, ya? Biar istirahatnya juga cukup untuk besok kita latihan lagi."
Wonwoo mengangguk semangat. Saking semangatnya ia ikut mengambil alih es krim yang tengah Mingyu makan.
"Sayang, kalo kamu butuh sesuatu telpon aku, ya. Aku mau ke kamar dulu mau edit video kita."
"Ya sudah sana, aku mau main game dulu." Wonwoo mendorong tubuh besar Mingyu untuk keluar dari ruangan yang dikhususkan untuk bermain game.
Mingyu tertawa melihat tingkah menggemaskan Wonwoo. Sebelum kekasihnya itu menutup pintu, ia menyempat mencium bibir tipis Wonwoo yang dibalas dengan senang hari oleh pria itu.
~**~
Mendapati Mingyu tengah berbaring sambil memainkan ponselnya, Wonwoo ikut bergabung dan langsung memeluk tubuh besar Mingyu.
"Min, pusing," rengek Wonwoo manja membuat Mingyu menyimpan ponselnya beralih menatap kekasihnya.
Mingyu mulai memijit pelipis Wonwoo membuat pria yang setahun lebih tua darinya tersenyum lebar. "Tadi aku bilangin jangan main game kalamaan. Kamu sih bandel banget dibilangin. Kalau aja aku nggak suapin kamu makan pasti kamu nggak ingat makan."
"Aku kan kangen main game, Adek," balas Wonwoo gemas mendengar omelan Mingyu yang sepenuhnya benar. Jika saya Mingyu tidak menyuapinya makan, ia akan melewati makan siangnya.
"Enak aja 'adek'! Aku bukan adek kamu ya, Sayang," protes Mingyu tidak terima. Lantas saja ia menghentikan pijatannya di pelipis Wonwoo beralih mencubit gemas pipi tembam Wonwoo membuat sang korban mengadu kesakitan.
"Sakit, Mingyu." Dengan kesal Wonwoo melepas tangan Mingyu yang mencubit pipinya dengan gemas.
"Makanya jangan panggil aku 'adek' lagi."
"Kamu kan memang satu tahun lebih muda dari aku, jadi aku ini hyung kamu."
"Biasa juga panggil 'daddy'."
Mata sipit Wonwoo melolot mendengar ucapan Mingyu yang kini tengah tersenyum menggodanya. "Ih aku nggak pernah panggil kamu 'daddy' ya!" protesnya tak terima, walaupun wajahnya sudah memerah.
"Masa? Kalau kita lagi bercin ... aduh sakit, Sayang." Mingyu mengaduh kesakitan sambil mengelus dadanya bidangnya yang Wonwoo gigit dengan keras.
Mingyu yang memang tak memakai baju menatap dada bidangnya yang menjadi korban kekesalan Wonwoo. Melihat bekas gigi Wonwoo membuat Mingyu hanya tertawa kecil alih-alih marah.
Siapa yang akan marah jika melihat wajah kekasihnya yang sudah merah padam karena sudah ia goda. Sungguh sangat menggemaskan hingga Mingyu ingin melahapnya jika saja Wonwoo tidak beranjak dan berjalan keluar kamar.
"Mau ke mana, Sayang? Dada Daddy-mu kesakitan nih karna ulah kamu."
"Mingyu! Diam ah!"
Saat pintu kamar tertutup Mingyu tertawa puas melihat Wonwoo yang salah tingkah.
Begitulah kehidupan pasangan sepuluh tahun itu jika di rumah. Jika di depan memberpun mereka tak segan mengumbar kemesraan dan jahil satu sama lain membuat para member sudah biasa melihat pemandangan tersebut. Hanya para member dan manajer yang mengetahui 'hubungan spesial' mereka.
::::
Annyeong!
Tes ombak dulu.
Mana suaranya? Hahaha mau lanjut nggak nih?
Btw, member yang nggak masuk di grup mereka nanti akan muncul sebagai orang biasa ya. Jangan tanya kenapa nggak masuk di grup mereka aja, itu karna aku sudah siapin mereka jadi apa nantinya.
Jangan lupa share ya biar rame yang baca cerita ini. Biar aku juga semangat nulisnya.
See you guys!
