.

695 42 20
                                        

Hanya cerita iseng.
Jangan terlalu diseriusin.

Dia aja ngga pernah serius.

Happy Reading

Naruto mengucek matanya yang masih berat, menguap lebar sambil menggeliat. Tubuhnya yang kekar terlihat jelas di bawah sinar matahari pagi yang mulai merayap masuk melalui celah-celah tirai. Ia berdiri di tepi balkon, tubuhnya hanya terbalut oleh udara pagi yang sejuk. Angin pagi yang lembut membelai kulitnya, membawanya pada kenyamanan yang tak tergantikan.

Dengan malas, Naruto melangkah masuk ke dalam kamar. Pintu balkon tertinggal terbuka lebar, membiarkan angin pagi yang lembut menari-nari di dalam kamar. Ia menuju lemari pakaiannya, memilih boxer berwarna hitam kesayangannya. Setelah mengenakannya, ia kembali ke balkon, kali ini dengan membawa segelas air putih dingin yang menyegarkan.

Setelah puas menikmati udara pagi dan meneguk habis air putihnya, Naruto berjalan menuju dapur hanya mengenakan boxer. Aroma masakan ibunya yang menggugah selera menyambutnya. "Pagi, Ayah, Ibu," sapa Naruto sambil menguap lebar. Rambutnya yang biasanya rapi kini berdiri tegak ke segala arah, membuatnya terlihat sedikit acak-acakan.

Ibunya tersenyum hangat. "Pagi, Nak. Ayo sarapan. Ibu sudah membuatkan pancake kesukaanmu, lengkap dengan sirup maple dan buah-buahan segar." Naruto mengangguk antusias. Ia langsung menarik kursi dan duduk di meja makan. Sambil menikmati sarapannya, ia menceritakan mimpi aneh yang dialaminya tadi malam.

Mimpi itu tentang dirinya yang bisa terbang mengelilingi dunia dan bertemu dengan berbagai macam makhluk ajaib. Ayah dan ibunya mendengarkan cerita Naruto dengan penuh perhatian. Sesekali mereka tertawa terbahak-bahak mendengar cerita konyol yang diceritakan oleh putra mereka.

Setelah menikmati sarapan pagi bersama keluarga, Naruto duduk santai di sofa ruang tamu. Ia memperhatikan orangtuanya yang sedang bersiap untuk pergi keluar. Setelah memastikan bahwa kedua orang tuanya sudah benar-benar keluar rumah dan suara mobil mereka tidak terdengar lagi, Naruto langsung beraksi.

Dengan gerakan cepat, ia melepas boxernya dan membuangnya sembarangan ke lantai. Tubuhnya yang telanjang seketika merasakan kebebasan yang tak terkira. Ia kemudian menyalakan televisi, memilih saluran yang menampilkan acara favoritnya.

Naruto merebahkan tubuhnya di sofa yang empuk, menikmati sensasi angin sejuk yang menerpa kulitnya. Ia merasa begitu nyaman dan rileks dalam keadaan seperti ini.

Udara AC sejuk menerpa kulit telanjang Naruto, memberikan sensasi dingin yang menyegarkan. Meski begitu, bagian bawah tubuhnya tetap terasa hangat karena benda selatannya sedang menunjukkan atensinya. Namun, bagi Naruto, itu bukanlah masalah besar. Ia merasa begitu bebas dan rileks dalam keadaan seperti ini.

Matanya terpejam perlahan, pikirannya melayang ke berbagai hal. Ia membayangkan masa depan di mana ia bisa tinggal sendirian, bebas melakukan apapun yang ia inginkan, termasuk berkeliling rumah tanpa mengenakan sehelai benang pun. Mimpi itu membuatnya tersenyum puas.

Televisi masih menyala, menampilkan acara bincang-bincang yang tidak ia perhatikan. Naruto membenamkan tubuhnya lebih dalam ke dalam sofa yang empuk. Dengan perlahan, ia mulai tertidur. Ia tidak khawatir jika ada orang yang tiba-tiba masuk dan melihatnya dalam keadaan telanjang. Dalam pikirannya, rumah ini adalah miliknya dan ia berhak merasa nyaman di dalamnya.

Naruto terbangun dari tidur nyenyak nya. Sebuah sensasi aneh menusuk bagian kelaminnya. Ia perlahan membuka matanya dan pandangannya langsung tertuju pada kucing peliharaannya, Naruto mengerang pelan. Ia berusaha mendorong Lulu agar menjauh, namun kucing itu malah semakin semangat bermain dengan "mainan" barunya.

YOU ARE MINE [NARUHINA]✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang