Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Part 2

7 1 0
                                        

Hi ketemu aku lagi.........
Makasih yah yang udah baca cerita aku, arigato buat yang baca


















Selamat membaca.................






Tiga minggu setelah pernikahan Fatin dengan Nurul, Fatima menyusul jejak kakaknya. Namun, berbeda dengan Fatin yang memilih untuk tetap tinggal di desa, Fatima menikah dengan Rizki, pemuda tampan yang dikenalnya di kota Mereka pun memulai kehidupan baru di kota, meninggalkan rumah dan keluarganya di desa.

Setelah pernikahan banyak tangisan para keluarga terutama kedua orang tuanya karena anak gadisnya akan pergi meninggalkan mereka dan mengikuti suaminya berada

"Hati hati di sana yah nak, Riski jaga baik baik putri saya jangan kau marah atau memukulnya jika ia salah, tapi kembalikan dia kepadaku seperti kau mengambilnya dariku" ucap Rugkad

"Baik ayah, saya janji akan membahagiakan Fatima yah" ucapnya

"Kakak aku akan sangat merindukanmu" ucap Aisyah, matanya berkaca kaca saat memeluk Fatima di haru pernikahannya.

Fatima tersenyum lembut, mengusap air mata Aisyah

"Aku juga akan merindukan kalian semua, sayang"

Zahra, yang biasanya tegar, pun ikut meneteskan air mata
"Kapan kita bisa bertemu lagi, kak?"

"Tentu saja kita akan bertemu lagi, kalian bisa datang berkunjung kapan saja. Dan aku akan sering menelpon" jawab Fatima

"Anak anak ku, kalian harus ikhlas. Kebahagiaan mereka adalah kebahagiaan kita semua. Kita harus mendukung mereka, dimanapun mereka berada" ucap ibu mereka, yang selalu tegar, mengusap air mata Aisyah dan Zahra

Meskipun sedih, keluarga mereka tetap bersyukur atas kebahagiaan yang telah diraih oleh kedua saudara kembar  Fatin dan Fatima. Mereka berharap agar kedua anaknya itu dapat menjalani kehidupan yang bahagia dan penuh cinta bersama keluarga kecil mereka

Beberapa minggu kemudian, Fatin dan Nurul mengunjungi Fatima dan suaminya Rizki di kota

"Wah, apartemen kalian bagus sekali!" Seru Fatin, melihat sekeliling apartemen Fatima dan Rizki

"Ya, Rizki memilih apartemen ini karena dekat dengan tempat kerjanya" jawab Fatima

"Bagaimana kehidupan mu di kota, kak?" Tanya Nurul

"Lumayan, sih. Aku sudah mulai terbiasa dengan hiruk pikuk kota. Rizki juga sangat baij, dia selalu mendukung ku dalam segala hal" jawab Fatima

"Aku senang mendengarnya, semoga kalian selalu bahagia" kata  Fatin

"Amin" jawab Fatima

Mereka menghabiskan waktu bersama dengan berbelanja, makan di restoran,  dan jalan jalan di taman kota. Mereka merasa sangat bahagia bisa berkumpul kembali setelah sekian lama

Saat Fatin dan Nurul kembali ke desa, mereka membawa banyak cerita dan pengalaman baru. Mereka bercerita tentang kehidupan Fatima di kota, dan mereka juga bercerita tentang  keindahan kota yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.


$$$$$$

Kehidupan Fatima dan Rizki di kota berjalan dengan lancar, Rizki, yang bekerja sebagai arsitek, seringkali pulang larut malam, namun selalu menyempatkan waktu untuk menemani Fatima. Mereka berdua sering menghabiskan waktu di taman kota, menikmati suasana kota yang ramai dan penuh warna.

Suatu hari, Fatima menerima telepon dari Zahra

"Halo kenapa Ra" tanya Fatima kepada adiknya

"Kak, ibu sakit" ucap Fatima dengan suara bergetar

"Sakit apa, sayang" tanya fatima kepada Zahra ia sangat kaget mendengar keadaan ibunya

"Ibu demam tinggi dan batuk terus. Dokter bilang ibu harus di rawat di ruma sakit" jawab Zahra

Mendengar itu Fatima langsung berpamitan kepada Riski dan segera memesan tiket pesawat untuk kembali ke desa. Riski pun dengan sigap membantu Fatima mengemasi barang barangnya.

"Jangan khawatir, aku akan menjaga diri baik baik" ucap Riski sambil memeluk Fatima

"Cepatlah kembali, dan beritahu aku jika ada yang perlu di bantu" sambungnya

Fatima menggangu, matanya berkaca kaca. Ia pun berpamitan kepada Riski dan bergegas menuju bandara.

Sesampainya di desa, Fatima langsung bergegas ke rumah sakit. Ia mendapati ibunya terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Fatima pun langsung memeluk ibunya dengan sangat erat

"Ibu, kamu harus cepat sembuh" ucap Fatima dengan suara yang bergetar

"Jangan khawatir, Fatima. Ibu akan segera sembuh" jawab ibunya dengan tersenyum lemah

Fatima merawat ibunya dengan penuh kasih sayang. Ia membantu ibunya makan, membersihkan tubuhnya, dan selalu berada di sisinya. Riski pun menelepon Fatima setiap hari, Menanyakan keadaan ibunya dan memberikan semangat untuk Fatima.

Beberapa hari kemudian, keadaan ibu Fatimah mulai membaik. Ia pun di diperbolehkan pulang ke rumah. Fatima merasa sangat lega dan bersyukur karena ibunya sudah sembuh.

"Terima kasih, Fatima. Kau telah merawat ibu dengan sanggat baik" ucap ibu matanya pun berkaca kaca

Mendengar itu Fatima hanya tersenyum

"Itu kewajiban saya, ibu. Saya akan selalu ada untuk ibu"

fatimah pun menghabiskan bang beberapa hari lagi di desa untuk menemani ibunya iya juga menceritakan pengalamannya di kota kepada aisyah dana zahrah aisyah dan zahra pun sangat senang mendingan cerita fatimah tentang kehidupan di kota

Saat tiba waktunya untuk kembali ke kota fatimah merasa berat hati untuk meninggalkan ibunya namun ia tahu bahwa rizki menunggunya di kota iya pon berpamitan kembar ibunya dan berjanji untuk segera kembali jika ada waktu.

"Ibu, saya akan segera kembali" ucap Fatima

"Baiklah, Fatima. Jaga dirimu baik baik di kota" jawab ibu

fatimah pun kembali di kota dengan hati yang sedih berat. Namun, ia merasa legah karena ibunya sudah sembuh. Ia pun kembali ke kehidupan barunya di kota, dengan tekad untuk terus meraih mimpi mimpinya dan selalu menjaga komunikasi dengan keluarganya di desa .











Hmmmmm gimana dengan ceritanya, apa anda tertarik untuk melanjutkanya


Maaf banget kalau karya aku tuh agak berantakan alias sudah berantakan maklum lah kalau saya masih pemula atau iseng iseng bikin cerita saja. Soalnya di pikiran udah banyak banget kek pengen buat gitu, yah alhasil yah bikin deh jadi gini lah. 

Bayangan Di Balik SenyumStories to obsess over. Discover now