gavsahen yang selalu dipanggil sahen, mempunyai kakak laki laki bernama hanzen mereka anak dari seorang pengusaha yang sedang naik daun.
kalau boleh jujur, kedua orang tua sahen dan hanzen lebih memperhatikan hanzen ketimbang sahen sendiri.
suatu hari kedua orang tua mereka pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan selama beberapa hari.
pada malam hari, sedang hujan lebat, tiba tiba ada seorang laki laki memakai topeng masuk ke rumah mereka dan memukul kepala sahen dengan kayu.
disaat itu sahen pingsan dan tidak tau apapun, saat sahen bangun dia benar benar kaget karena dia memegang pisau berlumuran dar*h.
sahen lebih kaget lagi melihat kakaknya hanzen sudah tidak bernyawa dengan luka tusukan di bagian perut.
singkatnya, sekarang sahen sedang di rumah sakit, dan beberapa polisi mulai menginterogasi sahen atas kejadian ini.
" lalu kenapa bisa ada pisau di tangan mu? " tanya polisi itu memastikan.
" saya tidak tahu kenapa bisa ada pisau di tangan say- " belum sempat menyelesaikan perkataan nya sahen melihat ibu dan ayahnya baru saja datang dari kota.
ibu nya menghampiri sahen dan "PLAKK" suara tamparan yang begitu nyaring, baru kali ini ibu nya menampar sahen.
tubuhnya benar benar bergetar, dia tidak bisa berkata apapun lagi, hanya bisa menahan air mata nya dan menunduk.
" KAMU APAKAN ANAK SAYAAAA!!! " teriakan ibu sahen benar benar membuat sahen makin bergetar lagi
" bu.. tolong dengarkan sahe- "
" JANGAN PANGGIL SAYA IBU, SAYA BUKAN IBU MU LAGI!!! PERGI KAMU DARI SINI! "
ayah sahen mengisyaratkan agar sahen pergi dulu, dan membiarkan ibu nya ini menenangkan dirinya.
keesokan hari di pemakaman kakaknya, sahen datang menggunakan pakaian putih dengan mata yang sembab dia menghampiri makam kakaknya.
" kak.. " ucap sahen sambil memgang batu nisan berukiran nama sang kakak.
belum sempat sahen berdo'a, ibu nya menarik kerah baju sahen dan mendorongnya tersungkur ke tanah.
" untuk apa kamu kesini, cepat pergi dan jangan pernah datang ke tempat ini lagi " ucap ibu sahen dengan nada datar.
" ibu tolong jangan seperti ini " ucap sahen dengan memohon di kaki ibu nya
" apa kamu tuli? cepat pergi dan jangan pernah kembali lagi " belum sempat sahen menjawab perkataan ibu nya -
" dan satu lagi, ambil semua barang barang kamu di rumah, dan pergi dari rumah "
sahen benar benar tidak tau haru berkata apa lagi, dia langsung pergi dari pemakaman menaiki sepeda nya menuju rumah.
sesampainya dirumah, sahen membereskan baju baju nya dan beberapa buku sekolah nya.
saat sahen membereskan barang barang nya, handphone nya berdering dan ternyata yang menelfonnya adalah clesa, sahabatnya.
...
clesa adalah sahabat sahen dan hanzen sejak kecil, mereka selalu bersama sama hingga dewasa ini.
dan clesa yang mendengar kabar kemat*an hanzen pun pasti juga sangat terpukul karena kehilangan sahabatnya.
...
sahen mengabaikan telfon dari clesa, dia benar benar tidak ada tenaga untuk mengangkat telfon, bahkan saat ini dia sedang meneteskan air mata nya.
malam hari pukul 18.33 sahen sampai di kos kosan kecil yang ia cari di internet, walaupun sangat kecil uang sewa nya sesuai dengan budget yang dimiliki oleh sahen.
sahen segera mandi membersihkan dirinya, lalu menata barang barang yang ia bawa dari rumah.
hai hai, jangan lupa vote yaa.. terimakasih sudah mau baca cerita ku.
aku akan update lagi di hari rabu
STAI LEGGENDO
Gavsahen
Teen Fictionkehidupan seorang anak laki laki yang berantakan setelah kematian kakaknya.
