»»--⍟--««
Wandra Abimanyu Dewantara anak rantau yang berasal dari Jawa tengah (Gaul) yang saat ini sedang menjalani kuliah semester 2 di Universitas Diponegoro Semarang. Jika kalian tau kehidupan merantau tidak terlalu menyenangkan seperti apa yang kalian kira. Meskipun kost yang ditempati begitu nyaman untuk ditinggali.
Tapi untuk saat ini mari kita lupakan tentang kehidupan merantau yang tidak menyenangkan itu. Mengapa begitu? Ya karena anak kost yang akan ditempati Wandra saat ini memiliki anak rantau lainnya juga seperti dia. Anak rantau yang tinggal disana bisa dibilang agak Laen juga sihhh.
Jangan kaget kalo nanti tiba tiba ada sepatu atau sendal hilang di kost. Itu bukan maling yang ambil kok, tenang aja mereka juga udah gak kaget masalah itu. Tapi tunggu dulu, hari ini adalah hari dimana Wandra pindah ke kost ini. Wandra menuruni mobil pick up yang saat ini membawa barang barangnya.
Untuk alasan mengapa dia pindah itu hanya masalah sepele saja sebenarnya. Kamar kost Wandra dulu begitu sempit dan hanya bisa diisi dengan lemari dan kasur. Maka dari itu Wandra memilih untuk mencari kost baru yang lebih luas. Harga kost ini memang lebih mahal dua kalia lipat dari kost yang dulu Wandra tempati.
Memang ada harga ada barang, Kost saat ini cukup luas dan lebih lega. Ya meskipun kamar mandi akan be
bagi dengan penghuni kost lain. Tapi jika seperti itu akan lebih menyenangkan bukan?. Pikiran Wandra saat ini sangat begitu ricuh, ia takut jika anak anak kost disini sama seperti anak kost sebelumnya.
Wandra memasuki gerbang kost dengan perasaan gelisah. Tapi perasaan itu tiba tiba menghilang saat ia mlihat 2 penghuni yang saat ini sedang adu mulut? Berantem? Atau mereka hanya bergurau?. Aku sudah bilang sebelumnya anak kost disini memang agak Laen.
Adanya keributan pada pagi hari itu sudah biasa apalagi keributan itu untuk berebut kamar mandi jika saat ada jadwal kampus pagi
Wandra POV:
Gue agak bingung dengan keadaan sekarang, melihat dua oran yang sedang beradu mulut dan tidak ada yang memisahkan itu. Kayaknya itu hal biasa di kost ini? Atau bagaimana gue pun gak tau sama sekali masalah ini.
"Gue duluan yang sampe depan kamar mandi ya anjir." Ucap salah satu dari mereka.
Jadi? Mereka berantem cuman masalah rebutan kamar mandi? Setau gue kamar mandi di kost ini gak cuman satu kata pemiliknya. Sebenernya itu hanya masalah kecil bagi gue ang notabennya bodo amat an. Tapi setelah gue lihatin mereka berdua terus menenerus akhirnya mereka berhenti dan entah mengapa gue ngikut lega.
"Bang dia siapa?" Ucap salah satu dari mereka.
"Penghuni baru mungkin." Jawab salah satunya.
Mereka natap gue dengan penasaran. Dengan suasana hening mereka berdua mendekat dan ngajak gue kenalan? Padahal dulu waktu masuk kost lama gue gak kek gini deh. Masuk juga tinggal masuk gak kenal sama tetangga kamar sebelah. Gue agak shock sebenernya kalo anak kost ini kayak gampang banget berteman.
"Lo anak baru?" Ucap anak berambut pirang.
"Iya gue anak baru." Jawab gue santai
"Kok si babeh gak bilang ya kalo ada anak baru?" Ucapnya lagi
"Kenalin gue Harsil Bimatara panggil aja Har-." Ucapnya
(Harsil adalah anak dari pemilik kost ini, kalian percaya? Tentu bukan, hanya saja muka bapak pemilik agak mirip dengan Harsil. Anak semester 2 seperti Wandra, dan Harsil tidak pernah ada jadwal kampus pagi)
"Gue Raka Gilang Adhitama, panggil aja Raka." Ucapnya dengan cepat.
(Raka adalah bocah tengil kelas 12 yang selalu ribut dengan Harsil hanya untuk berebut kamar mandi setiap pagi.)
BINABASA MO ANG
DATANG KEMBALI
Teen FictionKeinginan seseorang untuk meminta kembali seseorang yang telah pergi meninggalkannya
