We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Prolog

8 1 0
                                        

"Siap memulai persaingan, Meera?"

Suara yang familiar membuat Meera menoleh. Zyan, berjalan di sampingnya dengan satu tangan menggenggam tas di punggungnya dan satu tangan yang dimasukkan kedalam saku celana.
Meera menjawab dengan nada datar, matanya menatap lurus ke depan.

"Ketidaksiapan tak ada di kamus hidupku," terangnya, menekankan kata kamus dengan sedikit penekanan. "Dan aku tak pernah takut kalah, Zyan."

Zyan terkekeh pelan, "Kau selalu seperti itu, Meera. Berani dan tak kenal takut. Tapi ingat, persaingan kali ini berbeda. Tantangannya lebih besar, dan aku tak akan mudah menyerah."

Meera mengangkat dagu, "Kau pun tak akan mudah menang, Zyan. Kita akan bertarung hingga titik darah penghabisan."

Mereka berdua berjalan beriringan menuju kelas, aura persaingan terpancar dari setiap langkah mereka. Perang dingin yang telah berlangsung selama bertahun-tahun ini akan mencapai puncaknya. Kali ini, tak hanya gelar juara yang dipertaruhkan, tapi juga harga diri dan ambisi mereka.

.........



20 Des 2024

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Dec 20, 2024 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

HEARTBEAT OF THE OLYMPICSStories to obsess over. Discover now