Hari terakhir libur sekolah, aku masih sibuk mempersiapkan semua kelengkapan sekolah karena besok ada hari pertama aku menjadi anak SMA.
Yap, betul sekali. Aku anak SMP yang sudah lulus dan akan masuk SMA, masuk ke SMA favorit yang ada di wilayah ku adalah sebuah perjuangan.
SMA Nasional Merdeka 1 hanya orang-orang yang memiliki kepintaran yang dapat duduk di bangku sekolah ini, dan aku salah satunya. Tidak sia-sia aku korbankan semua untuk bisa masuk kesini.
Saat kelas 3 SMP kemarin aku bahkan sampe les di 2 tempat yang berbeda dan itu sangat melelahkan. Kemudian juga aku harus menerima fakta bahwa aku harus tinggal sendiri selama bersekolah di sini.
bunda dan ayah ku di pindah tugaskan ke luar kota, aku yang sudah susah payah berjuang untuk masuk ke SMA ini tidak ingin ikut pindah bersama kedua orangtuaku.
"Kamu yakin Kay tidak mau ikut bersama bunda dan ayah?" Tanya Bunda yang sedang sibuk melipat baju untuk di masukkan ke dalam koper.
"Yakin lah, aku kan udah susah payah biar bisa masuk SMA Merdeka bun, masa Iya aku lepas begitu aja" jawab ku yang sudah kelar dengan urusan kelengkapan sekolah.
"Kamu gak takut sendiri Kay?" Tanya ayah yang baru saja memasuki kamar, "Ayolah yah , aku kan sudah besar" rayu ku.
"Bukan masalah kamu masih kecil apa sudah besar Kayla, ayah hanya khawatir saja dengan anak ayah satu-satunya ini" ucap ayah sambil mengusap kepalaku.
"Aku janji Yah gak akan berbuat sesuatu yang membuat Ayah dan Bunda khawatir" janjiku pada ayah.
"Ya sudah kalo itu mau mu, nanti bunda dan ayah akan usahakan untuk pulang setiap sebulan sekali, okay?" Tanya bunda.
"Okay" jawabku terlalu semangat.
_____
Senin yang cerah, aku menatap gedung yang akan menjadi saksi nyata dari perjalanan cerita putih abu-abu ku. Di sekolah ini tidak ada MOS yang mengharuskan memakai atribut aneh, Di sini kita menyebutnya dengan MPLS atau masa pengenalan lingkungan sekolah. walaupun dalam konteks yang sama dengan MOS.
aku melihat jadwal yang sudah di bagikan oleh kakak OSIS, MPLS tentu akan di mulai dengan upacara dan kata sambutan dari kepala sekolah. cukup membosankan tapi kita jalanin saja.
satu setengah jam upacara berlangsung tidak masalah untuk ku, acaranya selanjutkan adalah PBB yang akan di pimpin oleh anak-anak Elang (nama Paskibraka di sekolah ini). saat PBB baru di mulai sekitar 30 menit aku sudah merasakan ada yang aneh dengan tubuhku.
entah lah, mungkin karena libur panjang kemarin jadi tubuhku kaget dengan perubahan yang tiba-tiba. awalnya hanya merasa sedikit pusing tapi sekarang ada sesak juga di bagian dada dan semua hitam.
aku merasakan bahwa tubuhku seringan kapas, aku melayang. Siapapun tolong tubuhku melayang batinku berbicara.
sampai ada suara yang mengatakan 'bangun hei bangun' tepat di telinga ku, aku pun berusaha membuka mataku dan aku mendapatkan diriku di ruangan serba putih dengan seseorang memakai jas lab.
"halo Kayla?" tanya seseorang dengan jas lab tersebut, "apa kamu bisa mendengar saya?" tanyanya kembali.
aku mengangguk, entahlah aku tidak mengerti kenapa ia menanyakan hal seperti itu.
"menyusahkan saja" ucap pria itu sambil mendengus, aku tidak menyadari keberadaan pria tersebut.
aku mengalihkan pandangan ku ke pria kasar tersebut dan menatapnya, mungkin ini yang di sebut cinta pandangan pertama.
saat menatapnya aku merasakan jantungku berdegup kencang dan otakku berhenti berkerja selama beberapa detik, "maaf" hanya kata itu yah dapat aku ucapkan.
"baik Kayla, lain kali jangan merepotkan orang lain, oke?" tanya pria tersebut, "kamu tau nama ku?" tanyaku dengan bodoh.
"nama mu sudah tertulis dan tercetak dengan jelas di nametag yang ada di seragam mu" jelas pria itu, ah tentu saja dasar Kayla bodoh batinku yang sedang mentertawakan kebodohan ku.
aku terlalu sibuk dengan pikiranku sampai mengabaikan sekitar dan pria tersebut sudah hendak pergi bersama dengan dokter UKS.
"tunggu!" teriakku memenuhi ruangan UKS, keduanya menoleh kepadaku. "siapa namamu?" tanyaku sambil menunjuk pria tersebut.
"gue? Fahmi" jawabnya singkat lalu pergi meninggalkan ku di ruangan UKS.
_____
Fahmi PoV
Senin menyebalkan, kenapa sih waktu liburan itu terasa sangat singkat.
2 Minggu libur kenaikan kelas di habiskan gue dengan healing karena ya tahun kemarin gue full mempertahankan nilai gue.
Gue dan Ikhsan pergi ke banyak tempat rekreasi, mencoba banyak hal baru berdua dan kencan spesial di malam hari.
kalau kalian tanya kok pacar gue cowok? Yap gue seorang homo,gay, atau apapun yang kalian sebut.
Dan kalian pasti mau bilang gue terlalu bucin sama Ikhsan tapi mau bagaimana lagi gue udah sayang dan cinta pake banget sama Ikhsan.
Ikhsan itu seseorang yang mendekati sempurna, kenapa? karena selain Ikhsan itu perhatian, lembut, penyabar, tapi sayangnya dia itu sangat pendiam.
balik lagi ke Senin menyebalkan, gue harus mengikuti lagi upacara yang super lama ini. gak cukup apa setahun gue ikut upacara di sekolah ini, hayati sudah lelah berpanas-panasan ria.
akhirnya upacara selesai setelah satu setengah jam, di saat gue mau masuk ke kelas ada kunyuk yang narik seragam gue.
"tidak semudah itu Fahmi" ucap Rena si ketua Elang, "lu punya utang sama gue karena kalah taruhan semester kemarin" ucapnya masih dengan menarik kerah belakang baju gue.
"ya Tuhan Rena, gue mau ngadem dulu di kelas" ucap gue berusaha melepaskan diri dari si Babon Rena.
"no Fahmi, lu harus bantuin gue sama anak Elang buat ngajarin anak baru PBB" ucap Rena, "astaga Rena, gue kan bukan anak Elang masa iya gue harus ngajarin PBB. Ogah ah" tolak gue.
"Eh setan lu pernah ikut ya latihan sama anak Elang selama 3 bulan sebelum lu keluar dari Elang" ucap Rena. gue pun diam dan mengikuti Rena.
" tugas lu gampang kok, cuma awasi yang salah-salah terus di benerin posturnya" ucap Rena, "gampang kan?" tanyakan ya kembali.
"HM" jawab gue sambil memalingkan kan muka, emang Senin sialan. dosa apa sih gue sampai bisa sial banget di hari Senin ini.
gue pun melihat-lihat adakah kesalahan yang di lakukan oleh anak baru, ada satu anak yang menarik perhatian gue. anak ini muka nya udah pucat banget dan juga sudah mengeluarkan kan keringat dengan banyak.
"satu..dua..ti.." belum gue selesai menghitung anak tersebut sudah jatuh ke tanah dan tidak sadarkan diri. "bener kan pasti pingsan"monolog gue.
gue pun menghampiri dan langsung membawanya ke UKS, entahlah anak ini mengingatkan gue dengan sosok yang sangat gue cintai.
setelah ia di baringkan, gue berbincang dengan dokter UKS. tanpa sadar anak itu sudah siuman.
gue membaca nama yang tertera di nametag nya Kayla Alfiyanty.
YOU ARE READING
String a Rainbow [BL]
Teen FictionBuku ini berkisah perjalanan cinta seorang Fahmi, Fahmi yang memiliki kekasih sesama jenis harus menentukan pilihan antara perempuan yang sangat mirip dengan cinta pertama nya atau kekasihnya yang menemani nya selama ini. Kayla sosok wanita yang san...
![String a Rainbow [BL]](https://img.wattpad.com/cover/204947289-64-k644546.jpg)