Solar selalu menjadi yang nomor satu dikampus. Selalu dibanggakan dan dijadikan panutan oleh dosen ataupun teman-temannya. Selain itu Solar juga sangat populer dikalangan para anak perempuan. Bahkan dia bisa memilih perempuan mana yang ia sukai tanpa adanya penolakan, Solar sangat percaya diri untuk itu.
Bahkan ketika ada perlombaan atau apapun itu, ia selalu memegang juara satu. "Selalu menang, tidak terkalahkan" Dengan angkuhnya dia selalu mengucapkan kata-kata itu di depan cermin sebelum memulai harinya di pagi hari setiap akan pergi ke kampus ataupun bekerja.
"Ah, sial. Hari ini pulang lebih malam" Solar mendengus kesal. Sejujurnya jika ia pulang sore, Solar akan pergi ke Toko Bunga untuk bertemu seseorang. Seorang... Gadis kecil.. yang telah memikat hatinya. Oh Tunggu-- apakah dia terlihat seperti pedofil karena menyukai gadis SMP? Entahlah.. Cinta itu Buta.
"Dosennya terlalu semangat sih.. Btw, mau ikut ke tempat GYM?" Pria penyuka lobak merah, Fang mengangguk setuju dengan Omelan Solar dan berniat mengajak temannya yang gila belajar itu untuk melakukan olahraga pembentukan otot.
"Aku mau langsung pulang"
"Oh ayolah! Aku tidak bisa kesana sendirian. Sudah beberapa hari ini aku tidak melatih massa ototku. Apalagi hari ini aku pergi sendiri, bisa-bisa aku diamuk masal oleh Ying!" Fang menjelaskan dengan nada frustasi.
"Tapi besok Jadwalku bekerja, Fang. Kalau aku telat, bisa-bisa diamuk masal juga oleh bossku yang galak" Solar memijit pelipisnya pusing dengan kelakuan temannya. Heran Solar tuh, temannya yang punya pacar malah dia ikutan repot. Inilah alasannya kenapa solar malas pacaran selain pacaran dengan buku-buku kesayangannya. Tapi kalau dengan gadis pujaan hatinya sih bisa dibicarakan.. kalau perlu nikahin sekalian--eh jangan, anak orang nanti bapaknya ngamuk.
"Kubelikan kacamata mahal model terbaru? Tapi harus temani aku sampai 2 Bulan kedepan?" Fang mengulurkan tangannya kehadapan solar yang langsung dibalas dengan semangat oleh solar "Deal!".
Yah..kalau soal kacamata sih.. solar mau aja ya. soalnya dia sangat butuh kacamata untuk matanya yang sering membaca buku dan menatap layar komputer ini agar tidak bertambah parah. Karena kacamatanya hanya tinggal satu-satunya yang ia punya. Kacamata yang lain sudah patah-mematah. Apalagi kacamata yang dia impikan itu kacamata keren yang harganya bukan maen tapi soal kualitas yang gak kaleng-kaleng!
Mobilpun dinyalakan dan berangkatlah mereka ke tempat tujuan yang sudah disepakati.
"Nah, sesuai dugaan ternyata kalau malam sudah sepi" Fang berucap setelah memarkirkan mobilnya. "Jelas. Datangnya saja malam, ya wajar" solar turun duluan dari mobil melihat lingkungan sekitar.
"Makanya aku mengajakmu" Fang berucap lalu berjalan untuk masuk duluan ke tempat GYM dengan solar yang mengikutinya dari belakang.
"Selamat datang... silahkan masuk!!" Ucap seorang gadis dengan senyuman ramah.
Sedetik solar terpaku, setelah mendengar nada suara polos itu dan kemudian membelalak shock melihat siapa pemilik asal suara tersebut. Dihadapannya, seorang gadis cantik yang menggemaskan tengah berbincang dengan temannya. Bukan, ini bukan pertama kalinya ia melihat gadis itu.
'Bukankah itu...gadis toko bunga?'. Ia tahu betul itu adalah gadis toko bunga yang tokonya seringkali solar kunjungi karena orangnya yang ramah serta orangnya yang sangat pintar dalam perihal tanaman. Gadis yang.. sudah membuatnya jatuh kedalam panah asmara. 'kenapa dia ada disini?'
YOU ARE READING
Destiny of the universe
Short StoryKumpulan Boboiboy One-shoot Karakter sepenuhnya milik Monsta, saya hanya meminjam.
