Karya ini hanya fiktif dan karangan belaka, maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, karakter.
Karya ini bukan plagiat, dan ini hasil dari karangan dan pemikiran ku sendiri.
Semoga suka ya, yu kita saling follow satu sama lain.
Jangan lupa tinggalkan vote, dan komentar setelah membaca, dan jangan jadi silent rider ya semoga aku tambah semangat buat ceritanya.
Bye
Tunggu cerita ku di episode selanjutnya ya
"Aku ingin pergi jauh dan tak kembali, karena orang yang aku sayang sudah sangat membenci“
-Asya Pratisya-
•
•
•
Aku Asya Pratisya anak kedua dari empat bersaudara. Kaka ku yang pertama bernama Alana Prameswari semester 7 Jurusan Psikolog. Aku sendiri masih menginjak bangku SMA kelas 12. Dan aku mempunyai dua adik. Adik yang pertama bernama Anggara Pradipta, dia duduk di kelas 3 SMP. Dan adik ku yang paling bontot bernama Agas Pramudya dia kelas 5 SD.
Ayahku bernama Arga Prambudi, dia seorang ahli montir dan memiliki bengkel dengan beberapa cabang di tempat kami tinggal. Ia seorang pekerja keras yang sangat menyayangi anak maupun istrinya. Bahkan ayahku rela berkorban demi menafkahi anak dan istrinya.
Tak lupa juga Ibuku bernama Askia Wardana, ia seorang ibu dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Dan tak lupa pula ia sangat cantik, sehingga ayah kami memutuskan untuk meminang nya diantara banyak gadis yg lain di tahun 90an itu hehe.
Aku senang tinggal di keluarga penuh keharmonisan ini, tapi sayangnya mereka membenciku karna sikapku sendiri yang egois. Bahkan Kaka dan kedua adik ku pun sangat benci dan muak melihat ku berada di dunia.
Lontaran demi lontaran menyakitkan itu selalu terdengar di telingaku, mengadu kepada ayah ibu itu bukan solusi, mereka hanya diam tidak menanggapi. Bahkan aku selalu di bilang anak kecil ketika aku berusaha membela diri.
Kaka perempuan ku psikolog, tapi bukannya dia berusaha menyembuhkan kondisi psikis adiknya, tapi ia malah menambah psikis adiknya memburuk dengan ucapan pedasnya maupun tingkah lakunya. Kelakuan baiknya hanya ditampilkan ketika ada pacar dan temannya, tetapi saat dirumah sifat nya berubah drastis kepadaku.
Bahkan Kaka perempuan ku tak menganggap ku sebagai adik, ia hanya menyayangi Anggara dan Agas adikku juga.
Bahkan sekarang Anggara dan Agas juga ikut membenciku. Dia melunjak dan tak pernah menganggap ku saudara sekaligus Kaka keduanya.
Inilah kisahku, seorang Asya Pratisya yang hidup dengan luka batin dan penuh kebencian dari orang orang tersayang, bahkan hadirku sering dianggap luka dan bencana bagi sebagian orang.
"Pergi Sya! gua muak liat Lo dirumah tau gak, pulang kuliah gua tambah sumpek liat Lo, mending Lo angkat kaki gih dari rumah ini, toh kehadiranmu cuma beban buat kami sekeluarga" Bentak ka Alana
Baru saja aku membukakan pintu rumah, aku sudah mendapat cacian seperti itu dari kakaku, apa aku sudah salah ketika tuhan menakdirkan aku ke dunia ya?
"Gue juga pengen pergi ka, cuma gue gatau harus kemana? kenapa si kak, elo selalu benci tiap ngeliat gue? tenang ka setelah gue lulus, gue bakal pergi yang jauh ninggalin keluarga ini. Dan detik itu Lo bakalan nyesel!" Jawabku.
"Gue gak bakalan nyesel kehilangan adik macem Lo sya, Lo tuh beban tau, gue berdoa sama Tuhan supaya cepet ambil Lo, karna gue udah muak"
Blam!
Brakk!
Prangg
Aku menutup telinga dan menangis sekencang-kencangnya di sofa ruang tamu saat Ka Alana membanting pintu dan menendang guci yang terpajang di samping kamarnya hingga pecah berserakan.
Guci itu kesayangan ibuku, pasti sepulang ibuku berbelanja pasti aku kena imbasnya. Tamatlah riwayatku..
Aku perlu memasang telinga yang tebal dan fisik yang kuat ketika ibu datang nanti.
Sabar sya, sebentar lagi tuhan pasti memanggil mu ko, bertahan ya sebentar sampai menunggu ajal. Ucapku dalam hati.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku $ Luka
Fiksi Remaja"Jika hadirku adalah sumber luka, aku tidak pernah meminta untuk dilahirkan ke dunia" by: Penaharianku_ Blurb: "Pergi Sya! gua muak liat Lo dirumah tau gak, pulang kuliah gua tambah sumpek liat Lo, mending Lo angkat kaki gih dari rumah ini, toh keha...
