Part 1 : Too Close

1.4K 50 9
                                        

Too Close - Enhypen

*
*
*

Ruang coworking di perusahaan DreamScape nampak penuh siang ini. Beberapa karyawan disana ada yang sedang brainstorming, berdiskusi, atau sibuk dengan pekerjaannya sendiri.

Nampaknya bekerja di meja masing-masing sudah terasa jenuh untuk karyawan DreamScape Group, sampai akhirnya mereka memutuskan memilih bekerja di ruang serba guna itu untuk mencari suasana kerja baru.

Pintu Coworking terbuka, namun tak ada satupun dari mereka yang menyadari bahwa ada sosok baru yang masuk nampak bingung dengan situasi ini.

"Halo, semuanya," satu persatu kepala itu akhirnya menoleh, meninggalkan pekerjaannya sesaat untuk melihat panggilan tersebut. "Maaf mengganggu, saya mau perkenalkan staff baru saya," kata laki-laki berambut coklat itu melanjutkan ketika sudah mendapat perhatian.

"Replacement Yura yang resign kemarin. Ayo, Winter, perkenalkan dirimu."

Sosok baru yang tadi bingung itu akhirnya tersenyum canggung. Berdeham sebentar sebelum akhirnya memperkenalkan dirinya. "Annyeonghaseyo, Kim Winter Imnida, Jal butakdeurigesseumnida."

Setelah Winter membungkukkan dirinya, mereka pun membalas sapaan Winter dengan ramah, membuat gadis itu nampak lebih tenang sekarang

Oops! Bu görüntü içerik kurallarımıza uymuyor. Yayımlamaya devam etmek için görüntüyü kaldırmayı ya da başka bir görüntü yüklemeyi deneyin.


Setelah Winter membungkukkan dirinya, mereka pun membalas sapaan Winter dengan ramah, membuat gadis itu nampak lebih tenang sekarang.

"Pengganti Yura?" Jeno, pria di pojok ruang itu berucap pelan setelah menyesap kopinya. "Keliatan masih bocah ya?"

Pria berambut hitam di depannya itu kini menoleh, merasa diajak berbicara. Ia lantas menoleh kembali memperhatikan anak baru yang sedang berbincang dengan lainnya. "Fresh Graduate kali."

Jeno, menajamkan matanya. "Masa sih? Kau yakin Haechan nyari pengganti Yura anak fresh graduate? Yura SPV loh, Jaem."

Jaemin mendengus. "Ya ngga tau Jen, tanya sendiri ke Haechan lah, dia atasannya kan?"

"Aish kau ini! Tidak asik sekali sih!" timpal Jeno kesal.

"Ya!" keluh Jaemin balik. "Fokus diskusi kita saja! Kau ini malah lebih penasaran sama new commer begitu. Ini bagaimana promo yang harus di set? kemarin operasional kewalahan gara-gara ngga ada kordinasi dari tim marketing!"

"Arraseo, arraseo! Ouh kau ini marah-marah saja."

Jaemin berdecak, menunjuk Jeno dengan pulpen di tangannya. "Kau tidak ada perhatiannya denganku ya? Kau tau kalo rating outlet kita jelek siapa yang kena omel?"

"Kita berdua!" Jeno menjawab dengan tegas. "Aku salah karena tidak mengecek promo yang di release anak buahku kemarin, dan tidak kordinasi denganmu dulu, jadi operasional ikut kena salah karena pembelian membludak sedangkan dari bahan baku dan tim juga belum siap."

Jaemin mengangguk merasa puas dengan jawaban Jeno. Tentu saja, nyawa Jaemin nyaris hilang kemarin karena tim Jeno me-release harga promo padahal ops tidak ada info sama sekali. Dan sekarang, Jaemin dan Jeno sedang berdiskusi terkait update promo untuk besok agar tidak ada kesalahan berulang.

BAD DESIREBağımlısı olacağınız hikayeler. Şimdi keşfedin