Siang berganti malam, Chelsea memanjat dinding belakang mansion dengan stelan full hitam nya, chelsea mendarat dengan mulus dibalik dinding itu dan berlari ke arah lain untuk mencari keberadaan Kevin.
"Kak". Panggil Kevin dari atas motor sport nya.
Chelsea langsung menaiki jok belakang motor Kevin, mereka berjalan membelah jalan malam itu dan segera menuju arena sirkuit yang lumayan jauh dari pusat kota. Saat sampai semua memandang mereka, siapa yang tak kenal Kevin? bocah ingusan yang sangat tengil kini membonceng seorang gadis? yang benar saja, pikir mereka.
"Motor lo udah siap". Line datang langsung memberi tahu informasi tersebut.
"Cil, kemana abang lo". Tanya Emma yang dari tadi tak menemukan keberadaan Jacob.
Kevin diam dan melirik Emma sekilas, " Gatau mati kali". Sahutnya.
"Konyol, gua serius". Ulang Emma.
"Dia cabut duluan, mana gua tau kalo dia belum sampe anjing". Jawab Kevin tak santai, dia sudah bilang jangan memanggilnya dengan embel-embel bocil.
Chelsea menatap sinis Kevin, yang ditatap mulai cengengesan dan berbalik kepada Emma "Maaf ya Embrot, lain kali gak diulang kok, cuman lain kali gua tojos aja". Ucap Kevin dengan kedua telapak tangannya yang dia satukan sebagai bentuk permintaan maaf.
Emma mengangkat jari tengahnya "For you bastard".
Pertikaian mereka terhenti saat rombongan Cruzeiro tiba, tentu itu bukan hal baru lagi untuk mereka, memang Cruzeiro selalu menjadi pusat perhatian dimana pun mereka berada. Berbeda dengan hari ini, semua bertanya-tanya siapakah yang memimpin rombongan itu, Cruzeiro memang tak pernah mengkonfirmasi siapa ketua nya, dan kini semua mata memandang dia orang asing dalam barisan itu, dan semua hati menerka-nerka apakah mereka ketua Cruzeiro?.
Benar saja, malam itu Cruzeiro mengkonfirmasi bahwa laki-laki bernama Noel adalah ketua mereka. Menurut Chelsea itu lucu, ia sempat terkekeh pelan. Kekehan nya terhenti saat dia menangkap tatapan mata salah seorang dari mereka, Chelsea tidak bodoh dia tahu siapa laki-laki itu, Calvine Sentra. Kini mereka beradu pandang, namun kemudian Chelsea memutuskan nya sepihak.
"Dia? hmm, apakah dia gadis yang sama yang menolong ku?". Ucap Calvine pelan. Tapi Deril jelas mendengar itu, Deril pun mengikuti arah pandang sahabatnya, dan mulai melihat siapa mereka. "Specchio" ucap deril pelan. Alis Calvine terangkat, dia tak asing dengan nama itu.
Seorang gadis berjalan menuju kumpulan Specchio, gadis itu tak asing bagi Chelsea, namun tetap saja ia terkejut melihat perempuan itu ada disini, tak pernah dia duga sebelumnya.
"Lo! gua tantang lo". Ucapnya angkuh dengan jari nya menunjuk muka Chelsea yang tertutup helm. Chelsea tersenyum, gadis ular itu benar-benar lucu, menurutnya.
Gadis ular! iya betul, itu adalah Livy. Dia menantang gadis asing di depannya, sebab dia tak suka, keberadaan gadis itu disini dipuja-puji dengan embel-embel "ketua Specchio muncul bersama dengan ketua Cruzeiro" membuat semua orang mulai berspekulasi, sedangkan dirinya sebagai adik dari dua inti Cruzeiro tak dilirik sama sekali! menurut nya itu tidak adil.
Line yang menyadari itu langsung maju selangkah, tatapannya membius Livy kemudian dia mengangkat sebelah alisnya, "Kau yakin tak akan menyesal, gadis ular?". Sungguh tak ada inti Specchio yang tak membencinya.
Livy terbahak, bagaimana mungkin ia takut dengan perempuan tak jelas di depan nya, menurut nya sehebat apapun perempuan tak akan melebihi hebatnya seorang laki-laki, jadi dia tak takut!. Memang harus kita apresiasi keberanian sekaligus kebodohan gadis ular ini.
Belum selesai ia tertawa Kevin sudah memiringkan senyuman nya maju langkah demi langkah memepertipis jarak di antaranya dan gadis ular itu kemudian ia berbisik tepat ditelinga Livy, "Ternyata kau lebih bodoh dari perkiraan ku".
Livy tak peduli, sementara semua orang sudah mulai mempertanyakan siapa gadis yang berani menantang Specchio malam itu, Livy tersenyum akhirnya keberadaan nya dilirik oleh mereka. Sementara anggota Cruzeiro hanya diam memperhatikan tingkah Livy, mereka tak ada yang mengangkat suara hanya untuk sekedar mengkonfirmasi siapa Livy.
Livy tanpa ditanya pun dengan dagu terangkat memperkenalkan dirinya.
"Gue.." Livy mengangkat suaranya, dan menunjuk dirinya sendiri dan kembali melanjutkan ucapannya "Livy Aberforth, adik dari ketua Cruzeiro dan tentu saja Liam". Sambungnya dengan bangga, semua orang kini menatap inti Cruzeiro meminta penjelasan, namun tak ada yang bersuara.
Kevin berlangga ingin muntah, dia pikir Cruzeiro
YOU ARE READING
IT TURNS OUT
Mystery / ThrillerDUARR!!! Ledakan maut itu meledak di malam hari seperti api yang memberi cahaya kehangatan pada malam itu, namun sayangnya ledakan itu justru melahap cahya dan kehangatan bagi mereka yang menjadi korban dari ledakan tersebut. Semua mata menatap leda...
