Dunia yang tampak megah namun sesungguhnya dibangun dari bayangan dan ingatan yang dipelintir. Segalanya terlihat nyata dari langitnya, tanahnya, bahkan air matanya. Tapi semuanya hanyalah rekaan yang hidup dari keyakinan.
Di sini, kekuatan lahir da...
Sebelum lanjut membaca Keiara mau ngasih tau beberapa poin yang berpengaruh ke cerita. Tolong di baca dan pahami. Jangan sampai ada kesalahan pahaman dalam membaca Fanfiction ini.
[1] umur BoBoiBoy disini ada 19 tahun. Beda satu tahun dengan [Nama] yang berusia 20 tahun. Perbedaan tinggi mereka cukup signifikan. Kalian disini cebol.
[2] buku ini dapat beberapa referensi dari beberapa buku, film atau novel sehingga jika ada beberapa kesamaan harap tidak menghakimi karena semua itu adalah murni didapatkan karena referensi tidak berniat menjiplak, copy paste atau sebagainya.
[3] ini hanya fanfiction belaka! Jangan di tafsirkan ke realita. Belajar membedakan. Buku ini sedang tahap revisi jadi harap pembaca baru atau lama pahami.
╌─۪─┄ׄ──╌╌─۪─┄ׄ──╌╌─۪─┄ׄ──╌╌─۪─┄ׄ
── WHEN REALITY SHIFTS ── THE ANOTHER DIMENSION [S1]
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Sore itu, di balik tirai jendela yang temaram, [Nama] meringkuk di ranjang, tenggelam dalam dunia khayalan yang terlukis indah di lembaran komik digital. Jarinya menyentuh layar, menscroling menuju halaman demi halaman, seolah ingin masuk ke dalam cerita yang begitu memikat. Ia bermimpi tentang petualangan, tentang menjadi pahlawan yang gagah berani, jauh dari rutinitasnya yang monoton.
Siapa sangka, khayalan itu bukan sekadar ilusi, melainkan gerbang menuju takdir yang tak terduga untuknya.
Dalam sekejap mata, realitasnya terbalik. Kicauan burung di luar jendelanya berganti menjadi dengungan mesin yang asing. Bau bantalnya yang lembut digantikan oleh aroma metalik dan ozon yang menusuk telinga, [Nama] mengerjapkan matanya, perlahan kesadarannya kembali. Ia tidak lagi berada di kamar tidurnya yang nyaman. Ia terbaring di atas ranjang yang terasa kaku, mengenakan pakaian militer yang asing dan dingin. Sekilas, ia melihat sebuah name tag terpasang di dada kirinya. Hazela Ivy.
Sebuah cermin besar di sudut ruangan memantulkan sosok yang sama sekali tidak dikenalnya. Rambut biru laut yang berkilau seolah diukir dari lautan malam membingkai wajah yang rupawan. Sepasang mata berwarna senada, menatapnya balik dengan penuh keheranan. Wajah itu, dengan garis rahang yang tegas namun tetap feminin, membuatnya berdecak kagum. "Cantik bangetttttt!" Gumamnya, suara yang keluar terdengar lebih merdu dari yang ia ingat. Ia hampir saja melabeli dirinya sebagai seorang peri.
Kebahagiaan [Nama] membuncah.
Transmigrasi!
Ini adalah impian yang sering ia baca di novel-novel fantasi. Ia melompat dari ranjang, merasakan sensasi melayang yang aneh. Seolah semua otot tubuhnya telah dilatih untuk bergerak dengan elegan. Kegembiraannya meluap-luap, ia berjingkat-jingkat riang di dalam kamar, merasa seolah ia telah memenangkan lotre terbesar dalam hidupnya.