Cerita ini menceritakan tentang perjodohan/menikah di saat masih masa SMA karena demi menolong perusahaan ayahnya.
Jika kalian penasaran dengan cerita nya ayo di baca dan jangan lupa di tambahkan ke perpus ya biar selalu dapet kabar kalo cerita ini...
Pagi ini Ziva sudah berada di SMA Cakrawala, sekolah baru yang di tempati sekitar beberapa bulan ini, Ziva masih berada di kelas 10 tapi beberapa bulan lagi dia akan naik ke kelas 11.
"Marvel sama temen-temen nya udah dateng enggak ya" Tanya Ziva kepada Haney yang sedang duduk di hadapannya.
"Kayaknya udah sih Ziv, kenapa emang? Tumben banget lu nanya Marvel" Tanya balik Haney kepada Ziva, karena baru kali ini Ziva menanyakan Marvel dan teman-temannya.
"Eee enggak cuma nanya aja hehe" Ziva cengengesan saat di tanya oleh Haney.
"Dih tumben banget ni anak, lo pasti nyembunyiin sesuatu dari kita kan Ziv jujur aja lo" Celyn curiga dengan tingkahnya Ziva yang tidak seperti biasanya belakangan ini.
"Enggak gak ada gue gak nyembunyiin sesuatu kok" bohong Ziva tapi Teman-temannya pada percaya.
"Kayak nya gue jangan cerita sama mereka dulu" ucap Ziva di dalam hati.
Sebenarnya Ziva sedang dekat dengan salah satu teman Marvel, disaat dia menanyakan Marvel datang atau tidak, sebenarnya dia bukan menanyakan Marvel tapi lebih ingin menanyakan temannya itu,tapu gengsi saja kepada para sahabat nya.
Kringggg
Suara bel berbunyi menandakan jam pelajaran selesai dan disaat ini lah para siswa berlarian ke kantin agar tidak terlalu lama mengantri makanan, tapi Ziva dan teman-temannya santai saja tidak seperti yang lain yang berlarian, buktinya saat ini mereka masih ada di kelas di saat yang lain sudah berada di kantin. Seperti biasa mereka menunggu Marvel dkk untuk pergi ke kantin bersama.
"Ney ayo ke kantin" panggil Marvel di depan pintu kelas kepada Haney.
"Yuk Ze,Cel, Ziv" Haney beranjak dari duduknya lalu menghampiri Marvel di depan kelas diikuti oleh Ziva Celyn dan Zea di belakang nya.
*Skippp sampai kantin*
"Siapa nih yang mau mesen" tanya Gavriel kepada mereka.
"Gue aja deh yang mesen" Ziva mengajukan diri untuk memesan makanan.
"Kasian neng Ziva nya kalo sendiri temenin lagi satu orang" ucap Gavriel yang kasian jika Ziva harus membawa pesanan mereka sendirian.
"Sini biar gue aja yang mesen makanan kalian" Arab yang sedari tadi diam membuka suara lalu beranjak dari duduknya.
"Yaudah kalo gitu seperti biasa Ar" Ucap Marvel dan yang lain kepada Arba dan hanya di jawab dengan anggukan oleh Arba.
"Kita juga seperti biasa ya Ziv" Celyn mengingatkan Ziva juga untuk memesan makanan mereka seperti biasa.
"Oke" Ziva berjalan ke penjual makanan bersama dengan Arba.
"Lo nanti pulang sama siapa?, kalo mau nanti pulang sama gue" tanya Arba yang sedang berjalan di sebelah nya.
"Niat nya sih pulang sama Celyn tapi karena lo nawarin, yaudah gue sama lo aja, yakali kesempatan di lewatin hehe" ucap Ziva dengan senyuman.
"Yaudah nanti gue tunggu di parkiran" Arba mengusap kepala Ziva karena gemas.
* Skippp selesai memesan makanan *
"Bisa gak bawa nya,kalo gak bisa sini biar gue bantu" Arba melihat Ziva yang kesulitan membawa makanan nya dan menawarkan diri membantu Ziva walaupun dia sedang membawa makanan juga.
"Bisa tenang aja ini ada nampannya kok, lo gak usah sok mau bantu gue kalo yang di bawa lo juga banyak kayak punya gue" ucap Ziva yang melihat Arba sudah banyak membawa makanan dan masih mau membantunya.
Mereka ber 2 berjalan bersama menuju meja makan yang di tempati teman-temannya tadi.
"Nih Ambil sendiri,agak ribet juga bawa makanan kalian" Suruh Ziva kepada teman-temannya lalu menaruh nampan di atas meja.
"Hehe makasih ya Ziva udah mesenin makanan kita, lo emang yang terbaik" puji Celyn sambil sedikit tertawa lalu mengambil makannya dari nampan yang di bawa Ziva tadi.
"Makasih ya Ar" ucap Marvel dan yang lain berterimakasih kepada Arba dan hanya di balas deheman oleh Arba.
"Besok kita ber 4 mau latian basket, jadi kalian ke kantin tidak perlu menunggu kita" Ucap Marvel sambil makan kepada Haney dan yang lain.
"Oh iya gue hampir lupa kalo kita bakal tanding" ujar Noval
"Kita bener-bener harus latihan total sih soalnya lawan kita luar jakarta" Serius Gavriel melihat teman-temannya.
"Tanding sama sekolah mana emang?" tanya Ziva yang masih memakan makanannya
"Gak tau sekolah mana tapi katanya sih dari bandung" jawab Gavriel
Kringgggg
Tidak lama setelah mereka mengobrol bel masuk berbunyi dan mereka kembali ke kelas masing-masing untuk belajar lagi.
"Cel gue gak jadi pulang sama lo entar" ucap Ziva kepada Celyn di samping nya yang sedang serius mengerjakan soal yang di beri guru tadi.
"Terus lo pulang sama siapa Ziva" tanya Celyn yang masih menatap bukunya.
"Ada lo gak perlu tau" setelah mengucapkan itu Ziva langsung melanjutkan mengerjakan soal.
(Perlu di baca)
Kalo kalian baru baca cerita ini dan mau tau siapa itu Marvel dan teman-temannya silahkan baca cerita yang berjudul ZEA AND HER LIFE soalnya cerita ini pemeran nya sama dengan cerita tersebut,cuma beda cerita kehidupan nya jadi masih bisa di bilang 1 tokoh tapi beda pemeran utama,cerita ini lebih menceritakan kehidupan ZIVA dan setiap cerita pasti ada tambahan tokoh yang tidak di munculkan di cerita satu sama lain. Di cerita itu semua biodata tokoh dalam cerita ini ada.