~ 1 ~

25 4 0
                                        

Kaindra menatap Alesha khawatir, perempuan dihadapan nya sedang duduk memeluk kedua lututnya dengan gemetar, entah karna dinginnya hujan atau tangisnya yang belum mereda.
"Sha pulang yu.." ucapnya selembut mungkin sembari memberikan jaketnya dan mencoba memapahnya untuk bangkit. Alesha hanya mengikuti dengan lemah.

Kaindra membuka pintu penumpang, memapah Alesha untuk masuk lalu memasangkan seatbelt, dia berlari kecil kearah pintu kemudi, dan malajukan mobil dengan santai.

Kaindra menoleh sebelum menjalankan mobilnya kembali setelah lampu berubah menjadi hijau memastikan Alesha sudah lebih baik, tangisnya sudah tidak terdengar lagi rupanya dia tertidur, dia tersenyum simpul melihatnya tertidur bersandar lalu membenarkan jaketnya yang dipakai sebagai selimut dengan sebelah tangannya.

Pintu gerbang terbuka begitu suara klakson mobil Kaindra berbunyi didepannya, ayah Alesha yang membukanya.
"Alesha nya tidur yah kayanya kecapean tadi sama temen temennya" ucap Kaindra saat keluar mobil

"Bangunkan saja Kai" sahut ibu Alesha yang baru keluar rumah dan langsung menghampiri pintu penumpang mobil. "Sha bangun sayang pindah kamar yu kamu udah dirumah" Alesha terbangun mendengar suara ibunya lalu bangun dan masuk kedalam rumah.

"Kalo gitu Kai langsung pulang yaa yah, gaenak udah malem juga" seraya menyambut tangan Ayah untuk berpamitan.
"Hati-hati yaa nak, makasih sudah mengantar Alesha pulang" jawab ayah seraya menepuk bahunya dan dijawab dengan senyuman.
Kaindra sedikit membungkukkan badannya tanda pamit, kepalanya dipenuhi fikiran dan perkiraan sendiri.
"Kali ini Alesha kenapa?berantem sama pacarnya kah?atau stress dikejar deadline?atau ada yang jahatin dia?tapi engga deh kalo dikejar deadline dia pasti misuh bukan nangis, berantem sama Ardhan juga pasti kesel gaakan nangis, kali ini apalagi".
Kaindra sangat paham Alesha tidak suka ditanya ketika menangis atau tangisnya akan semakin menjadi, dia lebih memilih diam dan menenangkannya sampai mereda dan saat Alesha merasa lebih baik, cerita akan mengalir dengan sendirinya, itu yang membuatnya bertanya tanya mengapa dia menangis dan menelfonnya meminta dijemput.

Sebenarnya Kaindra berbohong kepada orang tua Alesha bahwa dia tertidur dalam perjalanan pulang karna kecapean bersama teman temannya, Alesha sedang sendiri saat Kaindra menjemputnya, suaranya yang terpatah di telfon oleh tangisan membuatnya segera menghampiri nya, ini bukan pertama kalinya bagi Kaindra menjemput Alesha dalam keadaan seperti itu, Alesha sering kali menyendiri, menyembunyikan semua sedih, kesal dan kesepiannya. Itulah sisi lain seorang Alesha Kanza Mahreen.

Destiny [ON GOING]Where stories live. Discover now