Vionabella Queen Arthago adalah anak dari seorang CEO terbesar di Asia yang memiliki banyak perusahaan dimana-mana dan juga memiliki seorang ibu yang berprofesi sebagai artis ternama di Asia
Vionabella kerap di panggil vio memiliki daya tarik yang...
Pagi hari yang sangat cerah awan yang putih dipadukan dengan langit yang berwana biru muda dan ditemani oleh matahari yang bersinar terang diatasnya. Seorang gadis cantik yang terbangun dari tidur malamnya yang indah,gadis itu mulai menguap dan mengusap kelopak matanya dengan kedua tangan mungilnya yang indah. Gadis itu menyadarkan pandangannya kearah jendela yang menyeret sinar matahari yang mengarah pada dirinya.
Ia mulai melihat sekeliling kamarnya dan menemukan sosok ibu rumah tangga yang masih terbalut dalam dasternya,namun ibu itu tidak sama sekali terlihat tua akan karena wajahnya yang awet muda.
Gadis itu mulai tersenyum lebar saat menyadari ada seseorang yang dia sayangi dikamarnya. "Bunda!" Seru gadis itu saat dirinya melihat bundanya.tanpa pikir panjang gadis itu mulai beranjak dari tempat tidur nya dan mulai berlari kecil ke arah bundanya dan langsung memeluknya
Sang bunda hanya bisa terkekeh geli saat melihat putri nya yang sudah berada dalam pelukannya "Hemm..udah dong peluknya" kekehan sang bunda, kemudia sang bunda melepaskan pelukannya dan mulai berjongkok dihadapan sang putri sambil mengelus wayah natural putrinya "heheh..ya udah sana kamu mandi dulu gih, habis mandi terus itu sarapan ya sayang"lanjut sang ibu kepada anaknya.
Kemudian sang putri mengangguk antusias dengan senyum lebarnya "Ay ey kapten" pekik gembira sang putri tanpa pikir panjang dirinya langsung berlari menuju kamar mandinya.
Sang bunda yang melihat itu terkekeh geli dan geleng-geleng kepala atas kelakuan putri bungsunya itu yang menurutnya sangat gemas atas perilaku putrinya
"Vio.. tetep senyum terus ya nak" kemudia dirinya pergi meninggalkan kamar tersebut.
• • • • ~~ • • • •
Vionabella yang kerap sekali dipanggil vio itu sedang bersiap-siap didalam kamarnya untuk pergi ke sekolah, ia sedang memakai alas kaki yang menutupi kaki jenjangnya kemudian ia berdiri dan berjalan ke arah cermin dan melihat pantulan dirinya di cermin.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Ia memekik kecil dengan pakaian nya yang menurutnya biasa saja tapi awas saja jika nanti dirinya menjadi pusat perhatian sekaloh nya
"Adeuhh masa vio pakai bando sih"ucap vio saat melihat dirinya di pantulan cermin yang menurutnya tidak pantas memakai bando
"Hemm.. ya udah deh bandonya vio taro heheh, sekarang vio harus keluar karena bunda sama papa udah nunggu" vio langsung berjalan ke arah pintu kamarnya dan mulai keluar dari sana dengan pakaian sekolah ketatnnya dan vio pun mulai berjalan menuruni anak tangga dengan pelan ia memegang pegangan pada tangga tersebut agar tidak jatuh.
Vio melirik ke meja makan keluarganya yang berada didekat dapur rumahnya, kemudian ia melihat sekelilingnya dengan senyum manis ya. Vio pun mulai berjalan mendekati bunda dan papanya yang sedang berbincang
Sang bunda yang menyadari kehadiran putrinya mulai mendekati vio dan melihat dari atas hingga bawah penampilan putrinya yang menurutnya terlalu ketat dan sedikit terbuka
"Vio pakai ini soalnya ga ada seragam yang lain bunda maaf.."ucap vio ia menyadari bahwa bundanya memandang dirinya dengan tatapan tak suka, kemudian ia menundukkan kepalanya dan memainkan ujung bajunya dengan gelisah
Sang bunda yang melihat itu pun hanya menghela nafas panjang kemudian ia menepuk bahu putrinya agar menatap dirinya
Sang bunda kemudian tersenyum ke arah vio dan mengusap kepalanya dengan penuh kasih sayang "Gapapa sayang..udah ayo kita sarapan dulu"ujar sang bunda lalu menarik lengan putrinya dengan lembut dan menyuruhnya untuk duduk disebelah dirinya dan juga pria paruh baya disamping vio yang merupakan papa kandungnya
Sang papa yang melihat putrinya mulai duduk disampingnya, ia meneguk ludah dengan susah payah saat melihat penampilan putrinya.
"Buset.. i-ini anak s-saya" batin gugup dirinya saat melihat tubuh molek putrinya.
• • • • ~ ~ • • • •
"Dadahh.. bunda!" Pekik vio sambil melambaikan tangannya saat dirinya sudah berada didalam mobil dengan supir pribadinya, dirinya tadi habis sarapan dengan kedua orang tuanya memutuskan untuk pergi sekolah dengan buru-buru alasannya karena dirinya tadi di telfon oleh sahabat baiknya yang menyuruh dirinya agar ke sekolah buru-buru mau tak mau vio jadi berangkat dengan buru-buru.
Saat dirinya sudah menutup kaca jendela mobilnya ia langsung bersandar dan melihat kearah luar kaca yang banyak sekali terlintas pemandangan lingkungan sekitar, sebenarnya dirinya masih lapar karena tadi sarapannya belum habis sepenuhnya karena ia tadi ditelfon oleh sahabatnya
Vio menghela nafas lesu ia jadi tidak bersemangat untuk sekolah karena dirinya merasa lapar. Iya dirinya sering kali dipanggil perut karung oleh bundanya karena hobinya yang selalu makan ataupun ngemil tapi anehnya dirinya tidak gemuk-gemuk seperti orang lain. Dengan rasa lesu ia ingin tidur untuk mengganjal perutnya
Tetapi saat hendak ingin memejamkan mata bunyi handphone nya berbunyi nyaring didalam saku nya dengan berat hati ia mengambil handphone tersebut dan ternyata itu hanya sebuah pesan yang dikirimkan oleh sahabatnya nya yang bernama Zora
Zora sahabat vioo💅🏻💅🏻
Zora: Viooolo udh dimana sihh lama Bangettttauuuu enggakk Anda: maaf zora vio lamanya?☹️ Zora: iya sayangku cintaku vioookuuu Gemesssdehhguee sama lovioo Anda:aww makasih zoraa💗💗💗 Zara:what!? Makasih buat apa anjay? Anda: kan zora muji vio gimana sihh 🙄 Zora: astaga naga buset anjayuset Buhett... Iyaa vio iya Zora: sekarang lo kesini cepetyaa Viookuu Anda: okeeezoraakuuu💗💗
Setelah membalas pesan zora, vio langsung menyuruh supir nya untuk segera barlaju lebih cepat.