"Ya Allah, bantu Zy untuk bisa keluar dari sini," batin gadis berhijab nan lugu, bernama Zyla.
Gelap, itulah yang kini tengah ia rasakan. Zyla tak tahu di mana keberadaannya sekarang. Ia benar-benar merasa lemas, setelah dibawa paksa oleh tujuh laki-laki kekar bermata monolid.
Entah siapa mereka, tapi yang pasti mereka memiliki niat jahat terhadap Zyla.
Zyla adalah gadis asal Indonesia yang sederhana, dan tergolong taat agama. Nasibnya yang kurang memadai, menuntutnya hadir ke Korea Selatan, untuk bisa bekerja sebagai pegawai toko sepatu, milik almarhum kakek dari teman karibnya.
Niat hati ingin mengubah nasib dengan cara merantau ke negeri orang. Namun sayang, hal itu pun tak berjalan dengan baik.
Di sana, suasananya masih gelap. Tak hanya itu, kedua tangannya dan juga kedua kakinya pun masih terikat kencang menggunakan tali besar yang kuat. Selain itu, mulutnya pun masih tertutup rapat oleh lakban hitam yang lekat.
Tak berselang lama, suara pintu terbuka pun turut ia dengar, bersamaan dengan suara berat yang tak begitu ia ketahui milik siapa.
"Aishh! Wae?! Kenapa kepalaku sangat terasa berat? Aku hanya ingin menikmati malam-malamku sendirian! Kenapa selalu ada saja yang menggangguku?! Apa aku harus menyewa salah satu dari mereka? Para wanita-wanita malam itu? Aishh, ck! Apa itu boleh? Bintang besar layaknya diriku ... Jeon Jungkook ... juga boleh melakukannya??" monolognya, sembari meraba-raba di mana letak saklar lampu pada kamar itu.
Klik!
Akhirnya saklar itu telah ia dapati. Kini lampu pun telah menyala.
Benar, dia adalah Jeon Jungkook. Saat ini ia sedang berada di salah satu penginapan rahasia, yang ada di dalam salah satu bar terlarang untuk di datangi olehnya.
Bar itu dikenal dengan dunia malam yang sangat begitu lekat. Banyak transaksi jual-beli jasa kelam di dalamnya, termasuk itu transaksi jasa dari para wanita malam.
Entah apa perkara jelasnya, kenapa ia bisa sampai ke sana. Namun yang pasti, hal itu bukanlah murni keinginannya sendiri.
Suasana semakin terasa mencengkam. Jungkook pun mulai merasakan ada yang aneh di dalam tubuhnya. Ya, masih dalam pengaruh alkohol dan juga pil obat dewasa, Jungkook pun semakin terlihat merasa gelisah dan gerah.
Lantas kemudian, dengan cekatan ia pun mulai membuka pakaian bagian atasnya yang sedang ia kenakan.
Saat ini, ia sedang tak tahu bagaimana caranya untuk bisa melampiaskan hasrat terpendamnya, akibat pengaruh pil dewasa itu.
Di sisi lainnya, ada Zyla yang sedang berusaha untuk bisa keluar dari sana. Dari balik selimut yang masih menutupi tubuhnya, Zyla terlihat tak peduli dengan siapa yang kini telah berada satu ruangan dengan dirinya.
Ya, meskipun ia telah mendengar kalimat monolog dari ciri khas seorang laki-laki yang sedang mabuk itu tadinya, tapi Zyla tetap merasa yakin, bahwa suara pintu yang telah terbuka itulah yang akan membuatnya selamat dan lekas mampu keluar dari sana.
Berusaha sebaik mungkin, Zyla pun berusaha untuk bisa membuka ikatan yang masih terikat kuat pada bagian tangan, dan juga pada bagian kakinya itu dengan sangat teramat berhati-hati.
Ya, awalnya memang terkesan perlahan, namun setelah tiga menit lamanya ia berusaha dan kedua ikatan itu tak juga mampu ia buka, alhasil Zyla pun tak lagi tetap bersikap hati-hati.
Sementara di sisi lainnya, perhatian Jungkook pun telah tertuju ke arah selimut itu. Masih dalam keadaan yang sama, Jungkook pun turut mendekat dan terus demikian, sebab merasa penasaran.
"Apa ada orang? Apakah kamu adalah wanita malam yang telah malaikat hadiahkan untukku?" tanya Jungkook terkesan ngelantur--menggunakan Bahasa Korea--sebelum ia membuka selimut itu.
Deg!
Suara beratnya itu turut membuat perasaan Zyla merasa tak karuan. Seketika rasa yakinnya pun turut menipis--membuatnya dengan lekat memejamkan matanya--terkesan mati kutu.
Tak ada lagi pergerakan, itulah yang telah Jungkook lihat saat ini. Lantas sebab hal ini, ia pun dengan sigap membuka selimut itu.
Deg!
Benar saja, ternyata memang ada seorang wanita di dalam sana. "Ternyata dugaanku memang benar," ucap Jungkook, sambil tersenyum puas.
Tentunya, pikirannya belum terkendali dengan benar. Lantas sebab hal ini, JK pun lekas menindihnya tanpa banyak aba-aba.
Deg!
Dengan spontan, kedua mata Zyla pun terbuka lebar. Dia tak menyangka, bahwa strategi diam ditempatnya malah akan menimbulkan petaka.
"D-dia? B-bukannya dia???" batin Zyla--merasa tak percaya.
"Ada apa? Kamu merasa terkejut? Kamu mengenaliku?" -Jungkook menatap lekat ke arahnya. Lalu kemudian, Jungkook pun kembali melihat ke arah yang lain, dan senyuman nakal pun kembali hadir menghiasi wajahnya, "aigoo ... aku memang terlalu polos, tentu saja dia mengenaliku!" -tak berselang lama, Jungkook pun kembali melihat ke arah Zyla. Tak hanya itu, Jungkook pun turut memasang ekspresi nakal di hadapannya- "mmm, apa kita bisa memulainya? Kamu mau aku memulainya dari mana? Kisue? Kamu menantikan bibirku?" JK kembali tertawa kecil.
Sedari tadi, bahkan hingga kini, Zyla memang hanya sekedar memelototinya. Ia benar-benar tak menyangka, bahwa seseorang yang ada di depannya adalah seorang Jeon Jungkook yang sangat teramat terkenal.
Mendapati gadis yang ada di hadapannya hanya terdiam demikian, Jungkook pun memutuskan untuk bertindak lebih. Masih dalam posisi menindihnya, Jungkook pun semakin mendekati wajahnya--turut sejenak memantau indahnya bibir Zyla.
Menyadari bahwa itu semua memang benar kenyataan, dan turut merasa sesak akan tubuhnya yang kekar, sontak Zyla pun lekas menamparnya.
Plak!
"Menjauhlah! Ini tidak benar!" ucap Zyla yang juga fasih dalam berbahasa Korea.
"Agh!" Jungkook hanya mampu merintih pelan--menanggung rasa perih itu di pipinya.
Dalam sekejap, Zyla hampir mampu keluar dari tindihannya. Namun sayang, Jungkook tak mau kalah. Dia yang masih berhasrat pun tak segan-segan mengeluarkan tenaganya untuk bisa menahan Zyla.
Sementara Zyla, ia tetap berusaha sebaik mungkin untuk bisa lepas darinya. "Kumohon lepaskan! Ini tidak benar! Pergilah dari hadapanku!" teriak Zyla.
Jungkook lekas memegang erat dagunya Zyla. Untuk saat ini, ia benar-benar tak lagi terkendali. "Jangan katakan itu! Bukankah kamu yang telah lebih dulu menggodaku? Kamu memasuki kamar pesananku, kamar di mana aku akan bertemu dengan rekan kerjaku, lalu kamu dengan sengaja bersembunyi di sini untuk bisa kunikmati, bukan? Bukankah kamu adalah salah satu dari jejeran wanita malam itu?" Jungkook kembali berucap yang tidak-tidak. Tentu saja semua ucapannya itu tak sepenuhnya benar.
Di sisi lainnya, detak jantung Zyla semakin berdetak dengan jauh lebih cepat. Ia tak tahu bagaimana caranya untuk bisa menghindar darinya. "A-aniyo ...! Aku ... aku bukan bagian dari mereka! J-jangan lakukan apa pun padaku!" Masih dalam keadaan terancam, Zyla pun berupaya mengatakan hal itu kepadanya.
Tak peduli dengan apa yang telah Zyla katakan, lantas dengan brutalnya dan tanpa adanya kesan ampun, Jungkook pun lekas menc*mbunya.
"Mmghh."
Zyla tak bisa mengelak.
Kini, hati kecilnya telah jauh terluka. Pemaksaan itu benar-benar telah membuat dirinya merasa terhina.
Zyla yang selalu menjaga kehormatan dan harga dirinya pun harus merelakan hal itu terjadi, tanpa ia inginkan sama sekali.
Jungkook bukan hanya sekedar menc*mbunya. Banyak hal menjijikkan lainnya yang telah ia lakukan pada Zyla. Namun meskipun begitu, Zyla masih tetap kukuh untuk terus-menerus menghalangi perlakuan-perlakuan itu darinya, agar tak masuk terlalu dalam.
Ya, meskipun terkesan selalu gagal, tapi Zyla tetap berusaha semampunya. Ia terus saja memberontak sebisanya. "Ani! Jangan lagi! Kumohon lepaskan benda itu! Aku tak ingin menjadi perempuan murahan! Kumohon padamu ... jangan lakukan itu! Kumohon ... kumohon padamu, Jungkook-ssi!!!"
YOU ARE READING
Pernikahan Rahasia sang Golden Maknae
Fanfiction|| PERHATIAN! CERITA INI HANYA SEBATAS FIKSI PENGGEMAR BELAKA! PERLAKUAN RINCI DALAM CERITA INI, TIDAK ADA SANGKUT PAUTNYA DENGAN APA YANG PERNAH DIALAMI OLEH SANG IDOL! || »» Jeon Jungkook harus mendapatkan perlakuan yang tak baik dari seorang pesa...
