Aura Camelia. Mahasiswi jenius yang akan lulus di tahun ke-3. Aura adalah anak yatim piatu dia di besarkan oleh neneknya yang telah wafat waktu dia di sekolah dasar. Semenjak itu Aura mulai bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri.
Dia melakukan segala pekerjaan yang penting bisa menghasilkan uang. Jadi aura memang bisa dalam segala hal. memasak,membersihkan rumah, merawat orang sakit, mengasuh anak, bahkan angkat beban berat sekalipun itu hal kecil bagi Aura Camelia
Sekarang kesibukan aura adalah menjadi mahasiswi yang sedang mengerjakan skripsi. Meskipun dia baru 3 tahun disini tapi aura sudah mulai mengerjakan skripsi karena kejeniusan otaknya.
Brak
"anjing!" umpat aura kala meja di depannya di pukul kencang
Pria paruh baya di depannya menatap tajam aura "siapa yang kamu bilang anjing" ucapnya berdesis marah
Aura tersadar kala orang di depannya adalah sang dosen killer dengan tatapan yang menakutkan "eh pak ganteng"
"ngelamunin apa kamu di kelas saya. Kalo gak niat masuk gausah masuk!" tegas dosen itu masih dengan tatapan tajam nya
"hehe saya lagi ngelamunin jadi istrinya jeon Jungkook pak. Pasti hidup saya Makmur" kata aura sambil cengengesan. Karena dia tahu dosen di depannya ini tidak kenal ampun jika ada masalah sedikit saja pasti taruhannya adalah nilai
"jongkok jongkok pikirin SKRIPSI bukannya ngimpi di siang bolong"
Brak
Aura refleks menggebrak meja kala dosen di depannya ini sengaja menjelek jelekan nama suami halu nya itu.tapi seketika aura mengingat kala dosen di depannya ini termasuk dosen killer. Aura menatap takut takut kepada dosen killernya itu sambil cengengesan kala melihat tatapan tajam yang begitu mematikan
"kenapa kamu gebrak gebrak meja gitu?" dengan pandangan tajam dosen di depannya ini membuat nyali aura tambah menciut
"mampus lo ra" batin aura meringis ngeri
"nggak pak tadi ada nyamuk hehe" aura tertawa canggung karena dia merasakan banyak pasang mata yang sedang menatapnya. belum lagi tatapan dosen di depannya ini membuat aura tambah merinding
"KELUAR KAMU DARI KELAS SAYA"
"nah kan belum juga ngitung udah diusir aja gue" batin aura sambil menghela nafas pelan
"tap-"
"KELUAR"
"iya ini juga mau keluar kampret" aura hanya bisa mengatakan di dalam hati karena tidak mungkin dia menantang dosen garang macem singa di depannya ini
Aura berjalan cepat kearah pintu keluar kala dia sudah memasukan semua barangnya ke dalam tas. Harusnya dia tadi fokus bukan malah membayangkan masalah kerjaan yang masih belum dia kerjakan
Ting
Suara notifikasi mengalihkan atensi aura yang sedang berjalan berniat pergi ke kantin
Bunganjing lemot
Ra mau ikut gak ke fakultas seni?
Ngapain?lo nyasar lagi?
Bukan anjir
Ada pameran yang tema nya kerajaan kerajaan gitu
Boong lo bisul
SERIUS ANJIR
MAU GAK LU?
Otw
Aura berbalik arah menuju ke fakultas seni tidak jadi ke kantin. Sebenarnya aura tidak terlalu percaya kepada teman laknatnya itu. Tapi gatau kenapa aura sekarang percaya pada teman nya itu. Aura berjalan santai sambil bersenandung kecil.
Tapi suara aura tercekat kala dia melihat anak kecil yang ingin menyebrang tanpa melihat sekitar. aura berjalan cepat hampir berlari kala melihat mobil putih yang terus melaju dengan cepat tanpa menghiraukan seseorang yang sedang menyebrang di depannya
"WOY BOCIL MINGGI-" Aura berteriak kencang sambil melompat kearah anak kecil itu
BRAK
Tapi sayang orang yang di dalam mobil itu tidak melihat aura yang berusaha menyelamatkan anak kecil itu.
"AAahhhhh"
Teriakan orang orang yang daritadi sibuk tanpa menghiraukan anak kecil itu berteriak histeris kala melihat aura yang terpental karena tabrakan mobil putih itu yang begitu kencang.
Anak kecil yang baru menyadari ada mobil di sebrangnya bergetar ketakutan kala melihat orang yang tadi menolongnya mengeluarkan cairan merah yang begitu banyak dari tubuhnya
Aura merasakan buram pada pandangannya dan jangan lupakan seluruh tubuhnya yang seakan akan mati rasa karena tidak bisa aura Gerakan. Aura menatap nanar anak kecil yang tadi berusaha dia selamatkan. Anak itu sedang menangis dan bergetar ketakutan sambil di peluk oleh mahasiswi yang ada disana.
"HUBUNGI AMBULAN CEPET" teriakan orang orang yang tampak panik di sekelilingnya ini lama kelamaan tidak terdengar di telinga aura
"apa gue bakal mati sekarang?" batin aura sedih "tapi gue belum selesain skripsi gue anjir mana dikit lagi" batin aura berteriak kesal karena skripsi yang selama ini dia kerjakan jadi sia sia begitu saja
Tiba tiba nafas aura memberat dengan pandangan yang perlahan lahan kabur
-----------
YOU ARE READING
Duchess Aura
FantasyAura camelia adalah mahasiswi cantik dan pintar. saking pintarnya dia bahkan sudah menulis skripsi di tahun ketiganya. Aura tidak mempunyai orang tua sejak kecil dia diurus oleh neneknya tapi neneknya meninggal waktu dia masih SD. dia bekerja serabu...
