[ After dark ]

67 6 0
                                        


Start Story?

.
..
...
....
.....
......
.......
........
.........
........
.......
......
.....
....
...
..
.

| 20.00 WIB |

{ Third Person }

"Bukankah malam ini terlihat sangat indah..?"

Malam ini benar-benar terlihat indah, angin berhembus dengan pelan, bulan bersinar terang di gelap, bintang-bintang adalah sesuatu yang menangkap perhatian seorang dengan surai merah putih. Yah, malam ini benar-benar indah, sebelum seseorang atau kita bilang, komunis kita semua, datang mengganggu.

Indonesia, terlihat hanya berdiam, memandang langit gelap nan indah itu, itu hanya sebelum sebuah suara datang mengganggunya. "Oi."

"Astagfirullah! G perlu muncul tiba-tiba napa?" Indo terlihat sedikit kesal, namun masih waras. Indo tadinya hendak ingin membaca ayat kursi, tapi g mau aja tanpa sebab.

"Iyha, iyah, terserah lu dah." Dan, seperti biasa, PK! membalas dengan nada yang agak kezel juga. Ada apa dah sama ni dua saudara?

"Halah, berisik." Indo juga tak kalah menyebalkan, biasa emg udh dia kalok diajak adu mulut.

"Ha'ah, ha'ah, iyain aja biar seneng." Kata-kata itu hanya membuat Indo makin kesel aja, tpi dia masih cool down sekarang.

"Elah, bodo." Itu pertanda kata-kata mutiara sesungguhnya akan datang dari mulut Indo kalau ini dilanjutkan lagi, dan itu tidak terdengar seperti musik..

"Tau ah." Sepertinya PK! telah memilih surrender, mengibarkan bendera putih invisible diatas kepala.

"Nah gitu dong, sekarang hush sana." Kita semua tau ga sih Indo tu orangnya g penyendiri? Jadi aga laen aja sih.

"Enak aja, sini biar gw ganggu dlu!" Dan begitulah katanya, biarlah itu menjadi kenyataan, namun sepertinya Indo tak akan membiarkan itu terjadi, sama sekali.

"Yang bener aja! Bac*d b*go!" Alright, kata-kata mutiara telah keluar dari mulut Indo, keren bukan? Kerennya apa kau bilang? Kerennya adalah Indo masih punya satu lemari penuh kata-kata yang sangat indah yang bisa membuat anda terharu sampai keluar air mata dari ujung kaki.

"Selow dong! G usah ngegas!" Sentak PK!, sedikit terkejut dengan Indo yg langsung ngeluarin kata-kata andalannya itu, tpi udh biasa sih.

"Lah eluny!" Balas Indo, menatap kedua mata PK! dengan tatapan yang mengerikan. Sepertinya Indo belajar natap org kek begitu dari TNI dah, ngeri g karuan cuy.

"Innalillahi, tobat dek, istigfar." Lah, ini, tiba-tiba PK! suruh tobat padahal dianya sendiri atheis + kaga mau tobat-tobat.

"Lu sendiri aja sesad, ka, gmn aku?" Yah, bener sih kata-katanya si Indo. Memang sesad.

"Yaaa... tau ah." Untuk kedua kalinya, PK! mengibarkan bendera putih. Keren tidack?

Mungkin dua saudara ini sepertinya tidak akan bisa akur bagaimana juga, tapi percaya atau percaya, perlu 74 kali tonjokan di mukak buat bikin mereka pisah. Begitulah, Auth jga ndak tau.

Setelah beberapa menit cuma berdebat kagak jelas, akhirnya ada momen dimana mereka berdua diam aja, natap langit. Bintang, tidak akan bisa terlihat kalau tidak ada kegelapan.. bukankah indah?

"Indoo..!" Suara itu terdengar familier, dan itu menangkap perhatian dua saudara itu. Dengan langkah kaki yang samar-samar, seseorang mirip dengan kedua PK! dan Indo berjalan menuju balkon, awalnya hendak mencari Indo.

Bạn đã đọc hết các phần đã được đăng tải.

⏰ Cập nhật Lần cuối: Mar 26, 2024 ⏰

Thêm truyện này vào Thư viện của bạn để nhận thông báo chương mới!

| As the Dark Comes..| ( COUNTRYHUMANS )Những tác phẩm khiến độc giả say mê. Hãy khám phá bây giờ