[Prolog]

10 4 10
                                        

Kalian sudah mengenal ku? hmm kenalin aku LIULA. Inget yaa.

mungkin aku di pandang oleh orang-orang sebagai cewe aneh. mengapa? ya aku pun tidak tau.

hehe.

Ini bermula ketika aku baru saja menjadi murid pindahan dengan alasan aku hidup mandiri. Orang tua ku sedang bekerja dan jarang sekali pulang, tidak heran aku selalu sendirian dan lama kelamaan aku terbiasa sendiri.

aku menyewa sebuah tempat tinggal dengan uang tabungan ku. Rumah itu sangat nyaman dan indah, walaupun kelihatan nya sempit tapi rumah yang ku tempati memiliki dua lantai. Oh yaa, aku bisa melihat keindahan langit ketika berada di lantai kedua. Lewat jendela tentu nya.

ketika pertama kali pindah sekolah, hal yang pertama kali di tanya kan adalah nama kemudian tempat tinggal mu dan alasan pindah dan lainnya. Aku telah memutuskan untuk pindah ke SMA Wisteryn.

aku berjalan menuju ke kelas bersama Kepala sekolah. Sesampainya di pintu kelas, kepala sekolah mengetuk pintu dan mengantarku masuk ke kelas itu. Terlihat seorang Bu guru sedang mengadakan pembelajaran. Setelah kepala sekolah mengantarku, seperti hal nya murid pindahan aku memperkenalkan diriku di depan kelas itu.

"hai nama ku Liula, aku memutuskan pindah ke sekolah ini karena aku ingin hidup mandiri" aku pun tersenyum ramah.

sesaat aku memperkenalkan diri mereka hening untuk beberapa saat. Mungkin sedang memikirkan mengapa aku ingin hidup mandiri.

"hai Liula salam kenal"
"hai Liula.."
"salam kenal ya"

begitulah mereka menyapa ku. Aku pun diarahkan Bu guru untuk mengisi tempat duduk yang kosong. Itu berada di pojok tetapi dekat dengan jendela.

berhubung saat itu mereka sedang mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia, jadi mereka satu persatu mengungkapkan cita-cita dan keinginan mereka.

"baiklah sekarang giliran Tessa" ucap bu guru.

Tessa berdiri di belakang meja nya
"ya teman-teman cita-cita ku adalah menjadi artis terkenal. Dan aku menginginkan sebuah toko kecantikan milik ku sendiri. Terimakasih" ucapnya dengan tersenyum bangga dan duduk kembali.

"baguss sekali cita-cita mu ya Tessa, berikan tepuk tangan" ucap Bu guru sembari memberikan tepuk tangan dan diikuti para murid lain nya

"sekarang silahkan Liula untuk berdiri dan
menyebutkan cita-cita dan keinginanmu" lanjut Bu guru

Liula pun berdiri, awalnya dia ragu dan malu-malu karena semua mata tertuju padanya. Liula mengambil nafas dan menghembuskannya perlahan.

"cita-cita ku menjadi seorang pelukis terkenal dan jika boleh aku ingin menikmati semua yang ada di dunia ini" ucapnya dengan senyum tipis.

seisi kelas hening setelah Liula mengatakan keinginan nya. Lalu salah satu siswi bertanya kepada nya seolah-olah menganggap keinginan Liula adalah hal konyol.

"apa yang kamu maksud magis?" siswi itu bertanya dan terkekeh

"zaman sekarang masih aja percaya hal begituan"

"memang nya ada magis di dunia ini"

"anehh sekali keinginan dia"

semua murid seisi kelas mentertawakan nya. Liula kembali duduk sembari melihat kesekelilingnya dengan tatapan datar.

"baiklah, pembelajaran ibu cukup sampai disini. Terimaksih." ucap Bu guru sambil berjalan menuju pintu keluar.

"memangnya aku aneh?" batin Liula



>>>>

∧   ∧
( ̳• · • ̳)
/ づsee you next part.

LIULA Where stories live. Discover now