01

300 12 1
                                        

Happy reading

.

.

~ ~ ~

"Hmm~ mm~~"

Sunoo bersenandung menyanyikan sebuah lagu yang akhir-akhir ini selalu ia dengarkan, dengan pinggul jam pasir nya yang bergerak ke kanan kiri, sedang menyiapkan sarapan untuk dirinya dan suaminya

Grep

Sepasang lengan kekar tiba-tiba melingkar posesif di pinggang miliknya, membuatnya terhentak sebentar sebelum akhirnya kembali tenang

Sunoo menatap ke bawah, ke arah lengan yang berada di atas perutnya dan mengerutkan alisnya. Ia kemudian sedikit memutar badannya untuk melihat ke arah orang yang sedang memeluknya itu

"Kamu sudah mandi?"

"Hm", balasnya dengan meletakkan kepalanya di bahu sunoo, memejamkan matanya dan menyesap aroma tubuh kesayangannya

Sunoo tersenyum kecil dan kembali fokus ke acara memasaknya, yang sudah hampir jadi. Tapi suaminya yang tidak bisa melihat situasi dan tempat ini dengan santainya mulai mengecupi lehernya dengan sensual. Tangannya yang mulai menelusuk masuk ke dalam bajunya dan mengelus perut ratanya

"Hhh.. astaga sayang, kita baru melakukannya kemarin malam, masih belum puas?", memang itu yang dikatakan oleh sunoo, tapi sunoo sendiri secara tidak sadar memiringkan kepalanya agar suaminya lebih leluasa

Setiap perlakuan dari suaminya memang selalu bisa membuat jiwa dalam dirinya seakan melayang

"Mmm..", sunghoon menggelengkan kepalanya tanpa melepaskan ciumannya dari leher sunoo

"S-sudah hoon, kamu harus ke kantor kan", sunoo berusaha mendorong tubuh suaminya yang sangat horny-an ini

Tapi tenaga dominan memang tidak bisa diremehkan, sekuat apapun sunoo mendorong, itu tidak berpengaruh sedikit pun pada sunghoon yang semakin menjadi-jadi

Kemeja sunoo yang sebelumnya sudah ia kenakan dan tata dengan rapi selama puluhan menit itu, dengan mudahnya dihancurkan oleh prianya hanya dalam hitungan detik. Sunghoon yang sudah sangat ahli dalam hal ini, dalam sekejap mata melepas seluruh kancing kemeja sunoo, bahkan tangannya mulai merambat menuju puting sunoo

"Ahhh...", eluhan lepas begitu saja dari mulut cantik sunoo kala merasakan tangan sunghoon memilin putingnya

Ini tidak bisa dibiarkan. Keduanya memiliki pekerjaan yang harus mereka lakukan, sekarang bukan waktunya untuk menikmati surga duniawi.
Sunoo merangkulkan tangannya melewati pundak sunghoon dan mengelus rambut hitam lebam suaminya. Kemudian mendekatkan wajah nya ke telinga suami nya

"Pilih, ke kantor atau ini akan jadi jatah terakhir mu, seumur hidup"

"Ck", sunghoon mendongakkan kepalanya, menatap suami kecilnya dengan alis yang berkerut kesal, "Kamu tega? Junior ku sudah bangun dari tidurnya", sunghoon menuntun tangan sunoo untuk menyentuh penisnya yang memang sudah sangat tegang itu

Sunoo tersenyum miring, tangannya bergerak mengelus penis sunghoon, satu-satunya penis yang bisa membawa sunoo ke dunia kenikmatan

Sunoo mengecup singkat bibir sunghoon, "Pilih salah satu sayang"

"Arggghhhh", sunghoon akhirnya memutuskan untuk memilih pilihan pertama, ia tidak bisa membayangkan dirinya tidak melakukan sex sama sekali lagi dengan sunoo, itu adalah suatu penyiksaan

Sunghoon melepaskan pelukannya dari sunoo dan langsung beralih menuju kamar mandi, "Aku akan membereskannya dulu", ucap sunghoon dengan sedikit berteriak

Family of Three || SungSunWonCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang