..
..
..
Sasuke melangkah malas menuju gadis cantik didepannya.
Mulai dari hari ini hingga seminggu kedepan,, itu benar-benar akan menjadi hari yang sangat sial untuknya.
"Langsung berangkat atau sarapan dulu? "
"Hn. Aku akan sarapan dikantin saja, nanti. " Sasuke berucap datar sembari terus melangkah hingga melewati gadis cantik yang terus tersenyum kearahnya itu.
Hinata pun segera menyusulnya.
Sasuke memang selalu seperti itu.
Dan Hinata sudah sangat memaklumi. Sikap cuek salah satu sahabatnya tersebut.
Sementara di tempat lain..
"Kita naik motor? "
"Hm, ya. " pria kuning itu tersenyum mantap.
"Naik motor itu lebih menyenangkan. Jadi kita naik motor saja, okey.. "
Sakura mendengus pelan saat melihat kerlingan jahil pria didepannya itu.
"Ya, ya, ya,, terserah.. Yasudah cepatlah..
Kita harus segera berangkat,, atau nanti akan terlambat sampai disekolah. "
"Pakai ini dulu. " Naruto mendekat lalu memasangkan Helm di kepala Sakura.
"Selesai.. Ayo kita berangkat. "
Senyuman ceria khas Matahari,, selalu Sakura lihat di wajah tampan salah satu sahabatnya itu.
Kepala Sakura pun terangguk pelan,, hingga keduanya pun menaiki motor dan mulai berlalu meninggalkan pekarangan rumah keluarga Haruno.
----
Naruto dan Sakura sampai disekolah setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang.
Sebelum sampai kesini,, Naruto mengajak Sakura untuk mampir sarapan dulu di salah satu kedai. Karna itulah keduanya sedikit memakan banyak waktu untuk sampai disekolah.
Dan keduanya pun langsung di sambut tatapan datar dari sang pemilik mata elang yang tengah berdiri bersandar di samping mobilnya.
Hingga sedetik kemudian,, Sasuke pun melangkah mendekat kearah Naruto dan Sakura.
"Ah, hai Sasuke.. " Naruto menatap Sasuke dengan cengiran khasnya.
"Sepertinya kau sampai lebih cepat. Dimana Hinata? Kau tidak meninggalkannya sendirian, bukan? "
Mengabaikan ucapan Naruto,, Sasuke langsung menatap kearah Sakura yang tengah membuka helm dikepalanya.
Tangan Sasuke mulai terangkat perlahan dan mengusap-usap pelan bibir mungil milik gadis cantik didepannya itu.
"Ck. Hei,, yaampun.. Apa yang kau lakukan. " Sakura menepis cepat lengan Sasuke yang baru saja menghapus lipstik berwarna peach yang tertempel dibibirnya.
Sakura segera menatap pantulan wajahnya di spion motor Naruto dan diapun langsung memberengut kesal menatap Sasuke.
"Oh, astaga.. Lihat ini,,
Kau benar-benar merusaknya. "
Sakura mendelik kesal menatap Sasuke.
"Itu tidak cocok untukmu. "
"Oh, ya.. Benarkah.. " Sakura benar-benar terlihat semakin kesal.
"Apapun selalu saja tidak cocok untukku. Tapi Hinata--,, kau bahkan tidak pernah memprotes apapun yang dia lakukan.
Benar-benar sangat tidak adil."
Sakura melangkah kesal meninggalkan Sasuke dan Naruto yang terlihat terdiam.
Naruto pun mendekat kearah sahabat ayamnya itu.
"Kau jangan terus membuatnya kesal, Sasuke.
Sakura malah akan menyalahartikan sikapmu, nanti. "
"Dia merias wajahnya, dan kau hanya diam saja.
Kau benar-benar sangat tidak berguna. " Sasuke pun melangkah pergi setelah mengatakan itu.
"Memangnya apalagi yang bisa kulakukan? " Naruto menghembuskan nafasnya kasar.
"Aku bahkan tidak bisa membuatnya kesal.
Aku benar-benar tidak bisa melarang Sakura untuk melakukan hal yang dia inginkan."
-----
'Oh, yaampun.. Hinata bahkan memenuhi wajahnya dengan riasan. Tapi Sasuke benar-benar tidak melakukan apapun padanya. '
Setelah menghentikan langkahnya dimbang pintu kelas untuk beberapa saat,, Sakurapun kembali melangkahkan kakinya menuju kursinya yang berada tepat disamping Hinata.
"Hei.. Ada apa dengan wajahmu? " Hinata menatap sahabat pinknya yang baru saja mendudukkan dirinya disampingnya.
"Kenapa tertekuk seperti itu? "
Sakura menatap Hinata selama beberapa saat, sebelum kemudian diapun berucap.
"Apakah Sasuke mengatakan sesuatu padamu, tadi? "
"Tidak? " Hinata menggeleng pelan.
"Memangnya kenapa? Apakah terjadi sesuatu? "
"Tidak. Tidak ada. "
Dengan raut wajahnya yang semakin tertekuk, Sakura pun memutar pandangannya menatap lurus kedepan hingga tatapannya langsung bertemu dengan mata elang Sasuke yang baru saja memasuki kelas bersama Naruto dibelakangnya.
Sakura langsung memalingkan wajahnya saat melihat Sasuke yang berjalan mendekat kearahnya.
"Kau sudah sarapan? "
"Tentu saja belum. Bukankah kita langsung kesini, ta-- di? " Hinata yang baru saja mengangkat wajahnya,, dia langsung terlihat kikuk saat menyadari kalau ternyata ucapan Sasuke bukanlah tertuju kepadanya.
"Ikut aku. " Sasuke hendak menarik lengan Sakura agar mengikutinya, namun sepertinya gadis cantik itu enggan untuk beranjak.
"Bel masuk sebentar lagi berbunyi. Aku akan tetap disini saja."
Sasuke pun terlihat berjongkok disamping kursi Sakura. Dan pemandangan itu, semakin membuat Hinata merasakan perasaan kebas dihatinya.
Entah kenapa,, Hinata selalu merasa tidak suka jika Sasuke dan Sakura terlihat sangat akrab.
Mereka berempat memang bersahabat. Tapi kedekatan Sakura dan Sasuke terlihat sangat berbeda dimatanya.
'Aku selalu mencoba untuk menjadi seperti Sakura, bahkan melebihihya. Tapi sepertinya tatapanmu hanya selalu saja tertuju padanya. '
Pandangan Hinata meluruh pilu dengan tatapan yang menatap lurus kedepan.
'Kenapa kau selalu saja bersikap sangat berbeda kepada Sakura, Sasuke..?
Apa kau benar-benar hanya mempedulikannya saja?'
Hinata sangat tidak menyukai perasaan yang dimilikinya saat ini.
Diam-diam menyukai salah satu sahabatnya, yang Hinata sangat meyakini kalau perasaannya itu akan mengacaukan persahabatan mereka berempat nantinya.
'Aku ingin sekali menghilangkan perasaan ini. Tapi kenapa terasa sangat sulit? '
Hinata kembali menatap kearah Sakura yang terlihat sudah kembali tersenyum.
Entah apa yang sudah diucapkan Sasuke terhadap gadis itu,, yang pasti Hinata tidak ingin mendengarnya.
Hinata selalu berusaha untuk menutup pandangan dan juga pendengarannya, saat dia tengah melihat pemandangan yang tidak baik untuk perasaannya itu.
'Kau selalu sigap untuk Sakura, tapi tidak denganku, Sasuke.
Ah, yaampun.. Rasanya aku ingin menangis sekarang.'
Hinata berdiri,, lalu sedetik kemudian diapun melangkah pelan keluar kelas.
Tidak ada yang mempedulikannya.
Ya, tentu saja.
Dan Hinata cukup memahami hal itu.
.....
Aku baru aja baca ulang cerita ini yang udah diunpub lama banget.
Jadi aku post ulang, biar kalian juga bisa baca lagi.
Siapa tau ada yang kangen, hehe...
Sehat dan bahagia selalu ya untuk kalian... Lancar rezekinya juga...
YOU ARE READING
Us
Short Story18++ Aku tidak menyukai ini. Seharusnya hanya kita berdua saja, Sakura.. Benar-benar hanya kita berdua. SasuSaku.. NaruSaku..
