Haii guys, ini adalah cerita pertamaku dan ini murni hasil imajinasiku sendiri.. kalau cerita nya masih banyak kekurangan seperti alur nya atau cara penulisannya dll masih kurang baik atau kurang bagus maafin ya guys, kalian bisa kok kasih aku masukan positif.. lewat pesan wattpad author aja :)
Happy Reading..
**
"huft.. capek banget gw hari ini" ucap Naeva seraya meletakan tas selempangnya diatas meja dengan suara yang cukup keras hingga membuat orang lain menoleh kearah mereka. Ya, mereka kini sedang menikmati waktu bertiga di sebuah café.
"emang habis ngapain na?" tanya Shenna seraya meminum kopi pesanan nya. Sahabat Naeva dari kecil.
"Eh Shen, lu kek gatau Naeva aja, pasti dia habis ketemu cowok aplikasi nya dia lah" tebak Ailena. Sahabat kecil nya Naeva juga. Mereka bertiga memang sudah berteman sejak mereka masih kecil, jadi gk heran kalau mereka sudah seperti keluarga sendiri.
"itu lu tau ai, gue rasanya udah pengen banget nyerah tau gk! Tapi kalau gue nyerah nanti papah bakal ngejodohin gue sama orang yang gak gue kenal" keluh Naeva. Merasa frustasi karena tak kunjung menemukan laki-laki yang sesuai dengan tipe- nya.
"yang semangat ya Na, cari jodoh nya. Gue sama Shenna Cuma bisa bantu support lu pake doa aja. Gimanapun itu permintaan dari papah lu kan". Support Ailena seraya menenangkan sahabatnya yang tengah galau.
.
Di lain tempat, tepatnya didalam ruang kerja duduk seorang laki-laki yang bisa dibilang usianya masih muda dengan wajah datar nya tapi jangan lupakan dengan ketampanannya yang mampu menghipnotis setiap perempuan yang melihatnya, dia adalah Rayn Nichol Wilsensa.
Seorang CEO muda yang cukup terkenal di kalangan para pembisnis, bagaimana tidak dikenal oleh banyak orang jika di usianya yang sekarang ini dirinya sudah memiliki perusahaan yang dimana dia sendiri yang merintisnya dari nol hingga berkembang menjadi besar dan mempunyai cabang di berbagai negara.
Rayn memiliki mata yang berwarna hitam kecoklatan khas orang asia dengan hidung nya yang mancung serta bibir tipis setipis senyumnya yang bahkan jarang terlihat, sifatnya yang dingin dan tegas membuatnya menjadi lebih berkharisma. Rayn adalah pribadi yang sangat tertutup kecuali dengan keluarganya, terlebih dengan bundanya dia akan berubah menjadi laki-laki yang manja.
Saat ini Rayn tengah dihadapkan dengan situasi yang membuatnya merasa sangat terbebani. Bagaimana tidak? Saat dia masih sibuk dan ingin fokus mengembangkan perusahaan, orang tuanya menginginkan dirinya untuk segera menikah.
Bahkan Rayn sudah berkali-kali menolaknya tetapi orang tua nya tetep kekeuh menginginkannya untuk segera menikah. Jika tidak maka ia akan di jodohkan dengan anak dari rekan bisnis ayahnya. Sangat menjengkelkan sekali bukan?.
Tiba-tiba pintu ruangannya dibuka tanpa diketuk terlebih dahulu, siapa lagi jika bukan kelakuan Rama dan Gerald, yang merupakan sahabatnya Rayn sejak kecil.
"Rayn, jangan sibuk kerja mulu napa, duit lu kan udah banyak". Celetuk Gerald yang berhasil membuanya mendapat jitakan pedas dari Rama di kepalanya.
"diem bentar napa lu, berisik tau gk!". Ucap Rama membuat Gerald berhenti mengaduh kesakitan karena ulahnya". "paduka Rama, nanti kepala Gerald benjol-benjol gimana? Ntar gak ganteng lagi dong". Balas Gerald seraya memegangi kepalanya yang sakit.
Interaksi mereka berdua berhasil mengundang kekehan Rayn walaupun samar hampir tidak terlihat.
"Ray, gimana? Udah dapet ceweknya?". Tanya Rama sesaat setelah Rayn ikut mendudukkan dirinya di sofa, "belum, gue males Ram,gue belum punya pikiran buat nikah saat ini". Jawab Rayn dengan kepala yang dia biarkan bersandar pada sofa.
"coba lu pikirin lagi Ray, lagian menurut gue gaada salahnya ngabulin keinginan ortu lu". Nasehat Rama, "udah waktunya lu buka hati lagi, jangan sampai karena masalalu lu jadi diem di tempat". Lanjut Rama membuat Rayn menatap ke arahnya.
"bener Rayn apa yang paduka Rama bilang cewek itu banyak, ntar gue ajarin deh caranya naklukin cewek". Timpal Gerald seraya cengengesan. "lu mah beda, lu itu titisan buaya buntung noh". Ucap Rama yang kesabarannya setipis tissue jika di hadapkan dengan orang seperti Gerald.
"jangan salah ya paduka raja eeh Rama, buaya itu setia tau". Bela Gerald, "iya setia, setiap tikungan pasti ada". Balas Rayn ikut menimpali percakapan mereka seraya terkekeh membuat mereka semua tertawa.
Tiba-tiba saja Gerald berucap, "Rayn, coba deh lu pake aplikasi dating apps. Kali aja ada cewek yang bisa bikin lu tertarik". Usul Gerald yang dibalas anggukan kecil dari Rayn, "ntar gue coba". Final Rayn.
Begitulah mereka jika tengah Bersama. Rama, orang yang memiliki sikap misterius dan sulit untuk di tebak tetapi dia juga pribadi yang bijaksana di waktu yang bersamaan, sedangkan Gerald orangnya paling receh diantara mereka bertiga, suka tebar pesona dan orangnya suka bercanda walau garing, tetapi itulah yang membuat persahabatan mereka jadi lebih berwarna.
**
Jangan lupa tinggalin jejak kalian (like, vote, dan komen) ya guys.
- follow akun author juga ya guys :)
see you in the next part ..
ESTÁS LEYENDO
NARAY
Novela JuvenilApa jadi nya jika dua manusia berbeda jenis itu saling mengenal lewat aplikasi kencan tetapi takdir mempertemukan mereka secara nyata lewat orang tua mereka yang ternyata saling mengenal dan berteman baik. Apakah mereka akan memilih untuk terus mel...
