Di tengah hujan sangat deras disambar dengan petir hembusan napas keluar dari mulutnya melamun sejenak depan jendela yang basah terkena air hujan. Pemuda itu terus memandangi jendela itu sampai tak sadar ada yang memanggil dirinya.
"Gavin."
Panggil pemuda di sebelahnya yang bernama Defran sembari menggoyangkan tubuh Gavin. Pemilik nama pun bergumam.
"Pin, ada yang salah? Lu boleh kok cerita sama gua." Ucap Defran. Anak itu menoleh ke Defran menggeleng pelan.
Bus berhenti tepat di depan halte Gavin dan Defran turun dari bus. "Terimakasih pak." Ucap Gavin sembari tersenyum. Anak itu menarik lengan Defran mengajak ke suatu tempat yang menurut Gavin nyaman yaitu cafe.
"Dep, kita bercerita di cafe bang Bima aja."Defran menuruti permintaan Gavin. Mereka berdua pergi berteduh Di tempat sesuai permintaan Gavin.
Sesampainya di cafe mereka melangkah mencari bangku kosong. Mereka meletakan tas di kursi duduk lalu Gavin mengeluarkan kertas dari saku celananya. Sebuah pertanyaan yang ingin Defran lontarkan kepada Gavin.
"Itu apa pin?." Gavin hanya tersenyum dengan pertanyaan dari Defran. Gavin memberikan kertas tersebut kepada Defran dan diapun membaca isi kertasnya.
"Pin,yang tertulis disini itu semua bohongkan?!." Ucap Defran tidak terima,
"Sayangnya yang tertulis itu semua adalah fakta."
*~✿✿✿~*
The cast :
¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.
- Gavin Firhan Hammami
¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.