Hallo Semuaaaa!!
Sebelumnya mohon maaf jika banyak kekurangan dalam cerita ini karena ini cerita pertama ku. Aku harap kalian sukaa yaaa( ◜‿◝)
enjoyyy🤍
Disclaimer!!
- fiksi
- Di tulis dan di karang oleh saya sendiri selaku penulis.
- Tidak ada...
"Jatuh cinta di masa remaja adalah jatuh cinta paling tulus selama hidupmu, disana kamu tak mempertimbangkan apapun."
-Zena Alyandra Kinara
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Zena Alyandra Kinara Gadis lucu dengan segala tingkah polosnya, ia hanya gadis biasa orang tuanya bukan dari kalangan atas, ayahnya hanya seorang guru sekolah dasar di kota Bogor, dan ibu hanya ibu rumah tangga biasa.
Zena anak perempuan pertama dari dua bersaudara, adiknya lahir ketika ia berumur 8 tahun. Di karuniai seorang adik kecil yang sangat manis membuat Zena belajar banyak hal, tentang bagaimana cara menjadi kakak yang baik. Mereka berdua tumbuh dengan penuh sekali kasih sayang dari ayah dan ibu. Baik ayah maupun ibu tidak pernah membandingkan Zena dan Nala dalam soal apapun.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Kanala Lilyana Gadis mungil ini adik satu-satunya Zena. Dahulu saat Nala baru saja di beri nama Zena suka memanggil Nala dengan panggilan Lily, tapi ibu selalu saja memanggil si bungsu dengan nama Nala.
Nala ini anaknya pendiam sekali, kalau di depan umum. Lain lagi jika sudah di rumah, ada saja tingkahnya yang membuat ibu, ayah dan kak Zena menepuk jidat.
Menurut Nala kak Zena adalah orang yang paling penting setelah ayah dan ibu, kalau ayah dan ibu adalah dunianya, kak Zena itu bagaikan udara untuk Nala.
Nala pintar sekali dalam pelajaran matematika di sekolahnya, di saat umurnya 5 tahun Nala sudah bisa mengeja tulisan dengan sangat lancar. Dan semua itu berkat kak Zena dan ibu.
Bogor,13 juni 2019.
Tepat dihari ini, hari dimana Zena telah lulus dari pendidikan terakhirnya di universitas Indonesia. Sekarang gelar S.pd telah menyatu dengan namanya.
Di hari itu setelah menyelesaikan semua urusannya Zena langsung pergi untuk mengajar anak-anak di sekolah gratis miliknya. Sekolah itu memang bukan 100% hasil jerih payahnya sendiri, sekolah gratis bisa terbentuk karena banyak sekali bantuin orang baik.