Untuk mereka yang salah masuk rumah dijadikan tempat singgah.
Untuk mereka yang tengah berada di fase toxic relationship,tapi masih tetapbertahan karena kenyamanan nya tetapi ada banyak rasa sakit di dalam hubungan nya.
Teruntuk manusia sempurna,yang hanya di jadikan rumah sementara untuk bercerita tentang masa lalu dari seorang laki laki. Tetapi selalu ingin mendengarkan karna rasa yang di miliki perempuan itu sangat hebat.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Tepat pada tanggal 10 oktober di sebuah ruangan bernuansa abu abu yang di pinggirnya terdapat meja kecil yang diatasnya berada kue kecil ulang tahun berwarna hijau. Kini,diruangan itu tidak ada banyak orang,hanya saja ada satu wanita berusia 9 tahun yang sedang duduk di dekat meja itu. Menggunakan dress berwarna pink kegemarannya dan menggunakan topi ulang tahun. Ini adalah kali kedua suasana ulang tahun seperti ini di rumah milih Nayara Arunika.
Kue ukang tahun yang di atas meja itu perlahan di buka dari dosnya. Perlahan,anak kecil itu menancapkan sebuah lilin kecil lalu menyalakan dan di tiup olehnya. Sebetulnya ini tidak apa karena mungkin orang tua nya yang sibuk bekerja.
"Happy,birthday naya...Happy birthday naya...Happy birthday,Happy Birthday,,,Happy birthday naya..." Suasana di rumah itu sangatlah sepi,tak tertahan kini anak kecil yang sedang duduk sambil membawa kue untuk di tiup,air matanya mengalir,ia tidak kuat menahan tangisan di hari ulang tahun nya yang ke-10.
Kini ia meniup kue nya sembari berdoa di dalam hati nya "Ya allah,semoga aku panjang umur selalu,semoga keluarga aku bahagia selalu,,Aamiin". Katanya sambil meniup lilin yang menancap di kue kecil miliknya. Tanpa pikir lagi,ia menyimpan kue itu kembali di dalam kulkas,karena ingin di makan bersama ayah,ibu,dan kakak perempuan nya nanti ketika mereka sudah berada di rumah.
Tepat setelah itu,Naya masuk ke kamar lalu duduk di bangku dan menghadap ke meja belajar milik nya. Disana,ia mengambil buku dan pulpen untuk dia menulis.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Mungkin itu di sebut juga dengan harapan atau pencapaian yang harus ia dapatkan di 10 tahun atau kurang yang akan mendatang. Usai ia menuliskan wishlist itu,naya emnempelkan sebuah sticky notes di halaman itu dan menutup bukunya. Ia menyimpan buku itu di paling depan,supaya ketika ia merasa kurang semangat ia bisa membaca buku itu dan merasa termotivasi kembali.
Buku itu di tatap lama olehnya. sebuah ingatan masa kecil dan harapan yang selalu ia utamakan dari kecil tiba tiba hilang karena ada seseorang yang menghampiri nya. "Sampe kapan tulisan itu di baca berulang ulang terus." Ucap seorang laki laki tang menghampirinya, Entah sejak kapan laki laki itu datang dan berdiri memperhatikan nayara dari kejauhan yang sedang membaca buku berulang kali. Penampilan laki laki itu sangat rapi,menggunakan hoodie hitam dan celana jeans panjang dengan sepatu converse di kenakan nya. Di tangan laki laki itu ada handphone dan sebuah buku kecil milik laki laki itu.
"Eh,,sejak kapan datang kesini". Kata naya sambil menghembuskan nafasnya perlahan karena kaget dengan kehadiran laki laki yang tidak dikenali nya.
"Sory sorry Dari tadi si,lihat lo dari jauh baca buku itu tapi halaman nya ga di pindah pindah". Kata laki laki itu sambil matanya menunjuk ke arah buku kecil yang sudah tertutup di tangan nayara.
"Gapapa,,Btw duduk aja sini". Jawab naya dengan perlahan lahan.
Laki laki itu tidak banyak berbicara,ia duduk di sebelah naya sambil matanya terus menatap buku yang di genggam oleh wanita itu. "Sorry,kalo boleh tau buku itu isinya apa?". Ucap seorang laki laki itu sambil senyum dan menghadap sekilas
"Em gapapa si,ini cuman buku yang isinya wishlist gue sejak kecil". jawab naya dengan pelan. Laki laki itu tidak banyak tanya lagi ia hanya menganggukan kepala nya yang menunjukkan bahwa ia mengerti maksud nayara.
Entah mengapa, tidak ada angin tidak ada apapun laki laki itu menjulurkan tangan nya ke hadpan nayara "Kenalin,nama gue Askara Adijaya,lo bisa panggil gue Askara atau mungkin sesuka lo".
Nayara yang melihatnya tersenyum dan menjabat tangan laki laki itu "Gue Nayara Arunika. Lo boleh manggil gue Naya atau apapun itu".
"Btw,sekolah dimana nay?". tanya kembali laki laki itu.
"Gue sekolah di sman neo 1 sih,tepatnya kelas x ipa 1". Jawab naya sambil tersenyum sedikit.
"woww...magic,gue juga sekolah disana. Beda nya gue anak x ips 1. Kelas kita deketan juga ya wkwk".
Mereka pun saling tertawa di bangku taman yang berada di salah satu daerah di bandung. Tak lama setelah itu handphone naya berbunyi yang berisi sebuah notiffikasi WhatssApp dari ayah nya. "Sebentar aska,gue izin buka handphone sebentar ya". Aska hanya mengangguk dan mempersilahkan naya membuka handphone.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Ya,tidak salah lagi ayah nya menyuruhnya pulang karna waktu sudah siang. "Aska gue plang duluan ya? ayah gue udah nyuruh pulang".
"mau di anter gak nay?". Tanya aska dengan tulus menawarkan anteran pulang kepada naya. "gausah ka,gue bisa balik sendiri lagian gue rumah gue juga deket sini".
"oh oke,kebetulan rumah gue juga deket,tapi kalo lo gamau gue anter gapapa, nih simpan no handphone gue". Ucap aska sambil memberikan no handphone nya. Tak lama setelah itu, Naya pulang duluan dan melambaikan tangan kepada aska. Lali laki itu hanya tersenyum dan mengucapkan "Bye bye nayaa". Ucap aska sambil sedikit berteriak kepada naya. Naya hanya tersenym melihat tingkah laki laki itu. Ia jalan dan menghampiri angkutan umum yang sudah ada di hadapan nya.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Gimana nih prolog nyaa?
Sampai jumpa di chapter 1 nanti yaa. Terimakasih sudah membacaa <3