Aku terdiam di dalam kereta yang sedang penuh sesak. Kedua kakiku terasa kaku dan lelah, tetapi setiap kali kereta berhenti, penumpang yang turun selalu sejumlah dengan penumpang yang naik, dan tak sedikitpun keadaan berubah untukku.
Aku menunduk, memandangi selembar foto yang kupegang sejak naik dari stasiun pertama. Suatu alamat dan nama seseorang tertulis di bawah foto rumah itu. Mana kusangka, setelah sekian lama tinggal di daerah perkotaan yang sibuk, kini aku akan pergi ke tempat yang lebih sunyi dan jauh dari keramaian. Semua ini... karena ayahku menikah lagi.
Aku tiba di stasiun tujuanku setengah jam kemudian, tepat sebelum aku menyerahkan kesadaranku. Kereta sudah begitu lengang saat aku tiba di perhentian itu, sayang rasanya untuk pergi karena aku belum sempat duduk di kursi kereta.
Seseorang sudah menantiku di peron. Ia memakai pakaian yang persis seperti yang ayahku ucapkan di telepon pagi tadi. Wajahnya juga nampak seperti di foto yang ayah kirimkan. Ia adalah kakak tiriku, putri dari wanita yang dinikahi oleh ayahku. Melihat fisiknya... rasanya malah ia yang pantas menjadi adikku.
"Sakura?"
Aku mengangguk setelah ia menatap ke arahku.
"Kau terlihat begitu cantik dan tinggi seperti seorang model. Aku juga suka warna matamu, seperti warna langit yang indah." Senyuman gadis itu membuatku merasa tersipu. "Oh, aku hampir lupa. Salam kenal, Sakura! Namaku Runa."
Aku terdiam memandang uluran tangannya. Setelah berpikir sejenak, aku pun menjabat tangan itu.
"Salam kenal, Onee-san. Terima kasih sudah menjemputku."
Runa terbelalak setelah mendengar caraku memanggilnya.
"Aku merasa tak pantas dipanggil kakak karena kau lebih tinggi dariku. Sebenarnya, kau boleh memanggilku dengan namaku saja."
Itulah yang ia katakan. Tetapi aku hanya tersenyum dan mengangguk kecil padanya.
Kami masuk ke dalam mobil hitam yang sudah tak lagi asing bagiku. Ini adalah mobil milik ayah, tetapi sekarang seseorang yang mengemudikannya nampaknya adalah supir pribadi Runa.
"Esok kita akan berangkat sekolah bersama. Kau pasti akan menjadi pusat perhatian di sekolah. Bersiap-siaplah, Sakura!" Ucap Runa seraya tersenyum senang.
Aku tersenyum kecil mendengar perkataannya. Kedua mataku lebih terfokus pada pemandangan yang kami lalui di sepanjang jalan yang berkelok-kelok. Di kejauhan, sudah nampak pemukiman yang menyebar di bawah kaki gunung. Di tempat seperti itu... Aku akan menjalani masa SMA-ku?
***
Gerbang rumah itu di buka oleh seorang wanita. Mobil melaju masuk ke halaman yang luas, tepat di depan satu rumah besar nan sederhana laiknya rumah-rumah keluarga Jepang lainnya. Seperti bentuknya di foto yang kubawa, rumah ini memiliki balkon dan lantai dua. Halamannya yang luas dan rindang ditumbuhi oleh beberapa pohon besar dan tanaman hias yang nampak terawat.
Selesai mengagumi pemandangan itu, aku mengikuti langkah kaki Runa ke dalam rumah. Seorang wanita cantik berambut pendek menyambut kedatangan kami dengan senyuman manis.
"Selamat datang, Sakura!"
Ia langsung meraih tanganku dan membawaku ke ruang tamu bahkan sebelum aku merespon sambutannya. Aku menoleh sekilas ke arah Runa, namun entah mengapa gadis itu hanya terdiam di tempatnya berdiri.
YOU ARE READING
Sakura & Haru
Teen Fiction///// Teen Romance Novelette ///// "Tak pernah kusangka, selama ini aku sudah lari dari sesuatu yang sebenarnya sangat kuinginkan..." - Sakura a.k.a Violet ----- Main Characters: - Sakura Yamashita - Haru Asano - Ryu Hasegawa - Runa Yamashita #Ro...
