Jisung menghela napas panjang. lagi-lagi sang kekasih datang terlambat.
Kekasihnya selalu seperti ini.
Selalu mengajak berkencan dan dia selalu akan datang terlambat dan kadang juga ia melupakan janjinya sendiri dikarnakan sibuk mengurusi berkas-berkas yang berada dikantornya.
Tuan gila kerja itu akan datang tergesa-gesa kepadanya dan akan berminta maaf dan mengaku menyesal dan tidak akan mengulanginya lagi sialnya jisung dengan mudahnya memaafkan sang kekasih itu.
Hal itu terus berulang sampai-sampai jisung sudah sangat paham tabiat sang kekasih itu.
"Dia berniat untuk menemui ku atau tidak " ucap jisung lirih
Sedang asik melamun menatap kue dan latte yang dipesannya,bunyi nyaring dari Bell yang berada di pintu masuk Cafe pun terdengar, tidak mau berekspektasi tinggi jisung tidak menoleh. oh ayolah,dia lelah menoleh kepala nya setalah mendengarkan suara Bell itu, dia sedaritadi berharap yang datang adalah sang kekasih tapi sejak tadi yang datang bukanlah kekasihnya.
"Sudah lama menunggu? " jisung menoleh kedepan setelah mendengar suara sang kekasih.
Lagi-lagi dia tidak menunjukkan raut muka bersalah ,apakah dia tidak tau aku bahkan dicafe ini sudah 2 jam!?
"Ahh tidak lama hanya sekitar 2 jam 10 menit tuan tidak lama bukan ?" Jawab jisung dengan senyum yang manis tapi penuh arti.
"Ayolah jisung, aku sudah beritahukan ini kepadamu bukan? tugas ku dikantor itu terlalu banyak. bahkan aku harus lembur " ucap jaemin berusaha untuk membuat jisung mengerti situasinya.
"Apakah berkas-berkas sialan itu lebih penting dariku eoh? Tidak bisakah kau meluangkan waktumu untukku?dan bukankah aku melarang mu untuk tidak lembur?apakah kau sudah tidak menyayangi matamu hah??" Serbu jisung dengan banyak pertanyaan yang sebenarnya lebih mirip seperti omelan.
"Jisung jangan seperti ini sayang...kau tau sendiri ayahku yang menyuruhku seperti ini orang tua itu sangat kejam" sahut jaemin lembut sekali lagi mencoba membuat sang kekasih mengerti akan situasinya.
"Terserah padamu saja aku tidak peduli tuan Na jaemin"setelah mengatakan itu jisung pergi meninggalkan jaemin dengan raut penuh rasa bersalah.
Jaemin pov.
Setalah pentengkaran kami pada waktu itu jisung bahkan tidak mengirim pesan untukku ini sudah satu minggu dan seminggu ini juga aku tidak mendengarkan kabarnya.
Aku ingin mati saja,aku ingin menemuinya dan mau minta maaf kepadanya tapi aku selalu disibukkan dengan berkas-berkas yang menumpuk di atas meja kantorku.
Iya betul kalo aku itu seoarang CEO di perusahaan NA'S CROP tapi perintah dari ayahku yang membuat aku tidak terlihat seperti CEO ,aku bahkan terlihat seperti karyawan dibanding CEO.
Katakanlah aku egois karna lebih mementingkan berkas-berkas itu daripada pada kekasihku sendiri, itu memang bener adanya.
Aku sudah seperti ini sejak belum mengenal kekasihku jisung ,bahkan aku pernah dua hari berada dikantor tanpa tidur untuk menyelesaikan berkas-berkas ku yang bahkan tiada habisnya itu.
YOU ARE READING
Story About Us : Jaemsung
FanfictionKumpulan cerita jaemsung🐰🐹 [Republish] - jm top! Js sub! - bxb,mpreg. - homophobic diharapkan keluar. - tidak menerima sider. - bisa panjang,bisa pendek - baku / non baku Made by @Lovyhi_no
