Seorang pemuda berambut perak sedang berjalan melewati bangunan-bangunan yang di dominasi dengan warna merah sambil memainkan ikat rambutnya. Dia berjalan dengan bersenandung kecil dan tak lupa dengan senyuman jahilnya yang terpatri di bibirnya. Di setiap langkahnya disambut dengan panggilan ramah dari orang-orang yang dilewatinya.
"Selamat datang putra mahkota" Ucap setiap orang yang berada di sekitarnya. Pemuda itu hanya menanggapi dengan senyuman kecil yang masih terpatri dibibirnya. Dia berjalan selama beberapa menit sampailah dia di sebuah gerbang dengan dua penjaga yang memegang sebuah tombak.
Penjaga itu langsung membukakan jalan untuknya. Dengan senang hati dia langsung masuk melewati penjaga itu tanpa berbicara. Pemuda itu berjalan melewati banyak lorong hingga sampai di sebuah ruangan yang di dominasi dengan warna merah darah.
Pemuda itu tersenyum kemudian menarik nafas dan,
"AYAHHHHHHHHHHHHH" pemuda itu berteriak sangat kencang hingga membuat seseorang yang berada di dalam ruangan itu terkejut.
Seseorang yang di panggil "Ayah" itu melotot pada pemida yang berteriak. Si pemuda hanya nyengir tanpa dosa sambil memegang lengan seseorang yang di panggil "Ayah" olehnya.
"A-Xian, dasar anak nakal" seseorang yang di panggil ayah itu menyentil dahi A-Xian/Wei Wuxian yang masih setia memegang lengan sang ayah.
"Dimana gege??" orang itu bertanya pada Wei Wuxian dengan nada dinggin sambil mengerjakan kembali pekerjaan yang tertunda.
"Ibu? Ibu sedang rapat dengan para pejabat surga, karena aku bosan jadi aku kesini" Wei Wuxian menjelaskan pada sang ayah dengan wajah cemberutnya.
Sang ayah hanya bisa geleng-geleng melihat kelakuan sang putra kesayangan
"Ayahh" Panggil Wei Wuxian sambil menggoyangkan lengan sang ayah untuk menarik perhatiannya.
Seseorang yang di panggil ayah hanya meliriknya melalui ekor matanya sambil mengerjakan pekerjaannya.
"Ada apa?" Sang ayah hanya menjawab dengan singkat pertanyaan yang dilontarkan Wei Wuxian.
"Ayah, aku ingin belajar kultivasi di dunia manusia" Wei Wuxian berkata dengan wajah cemberut sambil menggoyangkan lengan sang ayah.
Sang ayah yang sempat berhenti menulis karena terkejut kembali menetralkan keterkejutannya dengan melanjutkan tulisannya.
"Aku tidak bisa mengambil keputusan secara sepihak" Sang ayah menggeleng pelan sambil melanjutkan pekerjaannya.
"Kalau begitu aku harus minta izin ke ibu. Tapi, apakah ibu akan mengizinkanku ayah?" Wei Wuxian bertanya dengan nada frustasinya.
"Aku akan membantu membujuk ibumu" Ucap sang ayah untuk menenangkan sang putra karena melihat wajah sedihnya.
"Terimakasih ayah, terimakasih" Wei Wuxian memeluk ayahnya dan mencium pipi sang ayah.
Sang ayah yang mendapatkan perlakuan manis dari putra kesayangannya hanya bisa menahan rasa bahagianya karena terlalu gengsi.
"Hmm" Hanya itu yang ayahnya ucapkan.
Setelah beberapa saat, Wei Wuxian dan sang ayah terkejut dengan suara teriakan seseorang yang menggelegar di dalam ruangan itu.
"Tidak perlu" Ucap seseorang itu.
Wei Wuxian dan sang ayah langsung berdiri menghampiri seseorang yang baru datang itu.
"Gege/Ibu" Panggil Wei Wuxian dan sang ayah secara bersamaan.
"Duduklah SanLang, A-Xian!" Wei Wuxian dan sang ayah yang di panggil SanLang hanya bisa menuruti perkataan seseorang itu.
"Kau tidak perlu meminta izin untuk hal itu A-Xian. Ibu sudah merencanakan hal itu jauh sebelum kau berfikir untuk melakukannya." Seseorang itu adalah ibu Wei Wuxian atau biasa dipanggil Putra Mahkota kerajaan Xianle,Xie Lian.
Wei Wuxian merupakan anak dari pasangan Hua Cheng sang raja hantu dan Xie Lian sang putra mahkota surgawi.
"Jadi ibu memperolehku belajar di dunia manusia?" Wei Wuxian bertanya dengan sangat antusias. Hal itu tak luput dari pandangan Hua Cheng dan Xie Lian. Mereka merasa sangat senang melihat putra kesayangannya tersenyum antusias karena sesuatu.
"Tentu, tapi kamu harus belajar setidaknya selama 1 tahun di sebuah sekte terlebih dahulu agar kamu lebih mudah belajar di sekte lain" Jelas Xie Lian pada sang putra.
"Lalu dimana tempat yang cocok untuk itu ibu?"
Xie Lian mengelus kepala sang putra dan berkata
"Yunmeng Jiang"
"Benar, Yunmeng Jiang sangat cocok dengan kepribadian mu yang tidak terlalu suka dengan aturan" kali ini Hua Cheng yang menjawabnya dengan wajah datarnya.
"Kapan kita akan kesana??" Wei Wuxian bertanya dengan tidak sabar saking senangnya.
"Sekarang, aku dan SanLang akan pergi ke Yunmeng Jiang untuk meminta izin" Xie Lian mengelus kepala Wei Wuxian dengan lembut.
"Baiklah aku akan menunggu disini saja".
Akhirnya Xie Lian dan Hua Cheng pergi menuju Yunmeng Jiang meninggalkan Wei Wuxian yang sedang mengerjakan tugasnya sebagai putra mahkota kota hantu.
■□■□■□■□■□■□■□■□■□■□■□■□
Sementara itu di Sekte Yunmeng Jiang sedang kedatangan tamu. Pemimpin sekte dan istrinya menyambut tamu itu dengan senang hati. Mereka membawa tamu itu keruangan pertemuan dan menyiapkan beberapa hidangan. Setelah beberapa saat ruangan itu terlihat sunyi, akhirnya salah satu tamu itu membuka percakapan.
"Sebelum itu perkenalkan kami adalah pasangan kultivator pengelana. Namaku adalah Xianle dan ini pasanganku SanLang. Kami disini ingin meminta bantuan kepada pemimpin sekte Yunmeng Jiang" ucap salah satu tamu itu.
"Bantuan apa yang bisa saya berikan pada tuan dan nyonya?" Tanya Jiang Fengmian selaku pemimpin sekte Yunmeng Jiang.
"Putra kami ingin belajar kultivasi di sebuah sekte. Jadi kami ingin meminta izin kepada pemimpin sekte Jiang dan istrinya untuk menerima putra kami belajar kultivasi di sini"
"Kami dengan senang hati menerima putra tuan dan nyonya untuk belajar disini. Kalau boleh tau siapa nama putra tuan dan nyonya" Kali ini Yu Ziyuan atau istri dari pemimpin sekte Jiang yang bertanya.
"Putra kami bernama Wei Wuxian, nama lahirnya Wei Ying" Setelah terdiam mendengarkan sang istri berbicara dengan pemimpin sekte Jiang, akhirnya Hua Cheng berbicara walau hanya sekali.
"Kapan Putramu belajar disini??" Pemimpin sekte Jiang bertanya dengan senyuman di wajahnya.
"Besok Wei Ying akan datang kemari. Kami akan memperkenalkan nya pada anda" Xie Lian menjawab pertanyaan Jiang Fengmian dengan tenang.
TBC!!!!!!!!
❤🔥
❤🔥
12 JULI 2023
New story guyss
Jan lupa vote!!
