"Kamu mau punya anak gak?" tanya Junkyu tiba tiba.
Mashiho menghalau wajah Junkyu yang terlalu dekat. "Ya mau lah"
Junkyu melompat kegirangan setelah mendengar jawaban dari kekasihnya itu.
Sudah dapat jatah, hasilnya dapat anak, pun kalau tidak berhasil bisa dicoba terus menerus, bukankah terlihat menyenangkan dan menguntungkan?.
"Kenapa sih.. tiba tiba banget, mana teriak lagi"
Pemuda September itu kembali duduk di depan Mashiho yang sibuk memotong sosis. "Masa temen temen kakak udh pada punya bayi semua? Trus kan kakak jadi kepingin"
"Oh.. anaknya mau dijadiin objek pameran, hah?"
bibir Junkyu melengkung kebawah "Konsepnya gak gitu juga kali.. jadi gimana?"
"Gimana apanya?"
"Ya buat anak" Tatapan datar Mashiho mengarah ke arah Junkyu yang dengan entengnya mengucapkan kalimat seperti itu "Liat aku lagi apa? Dah sana mandi"
"Abis masak ya"
Mashiho mengangkat pisau yang ada di tangannya "Pisau bekas cabe itu enaknya buat motong penis kakak, boleh gak ya?"
°
.
|
.
°
Setelah acara makan malam, seperti yang mereka lakukan setiap hari, keduanya melanjutkan rutinitas malam mereka di rumah dengan menonton TV, membersihkan rumah bersama, dan saat itu Mashiho sedang merapikan rak di bawah TV dengan posisi yang membuat Junkyu sedikit hm hm.
Junkyu menghampiri dan menarik kencang pinggangnya, menyebabkan kedua bongkahan kenyal itu bertubrukan dengan selangkangan Junkyu.
Mereka berada dalam posisi yang biasa disebut doggy style.
Mashiho yang terkejut itu refleks menghadap kebelakang dan melihat Junkyu dengan ekspresi menyeringai di wajahnya.
"K-kak?"
"Sekarang ya" nada suaranya berubah rendah.
"Selamat ya, sudah tiga Minggu"
Sekilas ingfo: sempet di unpub, tapi di repub lagi karena ganti cara penulisan. Kemungkinan up akan ada jeda waktu yg cukup lama, untuk total chp nya udh aku tentuin,,
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.